Hati-hati Toxic Friendship, Kenali Tanda-tandanya
AKURAT.CO Toxic relationship alias hubungan beracun kerap dikaitkan dengan konteks romantis. Padahal persahabatan juga bisa beracun alias toxic friendship.
Sama seperti asmara, kamu juga perlu mengakhiri toxic friendship. Karena, seperti hubungan apapun, persahabatan seharusnya menambah hal positif ke dalam kehidupanmu.
Tentu saja, kalian juga mengalami konflik dan miskomunikasi. Hal ini normal dalam persahabatan dan, jika diselesaikan dengan cara yang sadar dan sehat, dapat menjadi pengalaman korektif dan bahkan dapat meningkatkan hubungan.
Akan tetapi, itu semua tidak membuat kehidupanmu menjadi "negatif" saat bersamanya. Pada saat persahabatanmu menyebabkan stres yang signifikan, dan berdampak negatif pada kesehatan mental, tidak apa-apa untuk menetapkan batasan dan bahkan memutuskan hubungan.
Jadi bagaimana membedakan teman yang benar-benar beracun, dan bukan hanya menyebalkan?
Menurut Nicole Martinez, Psy.D., LCPC, orang-orang beracun seringkali kompetitif, negatif, dan mungkin merusak pertumbuhan dan perubahan kamu. Singkatnya, mereka seperti itu egois, jahat, dan hanya mengutamakan kepentingan diri sendiri.
"Orang-orang ini mungkin memiliki sejumlah motif. Beberapa dari mereka berpikir bahwa kamu tidak akan lagi menginginkan mereka dalam hidupmu jika kamu tumbuh dan menjadi lebih sehat sebagai pribadi," kata Martinez, dikutip Akurat.co pada Rabu (16/2/2022).
Menurut Psychology Today, ada dua red flag alias tanda bahaya ketika kamu bergaul dengan teman yang beracun. Pertama, kilatan intuitif alias naluri memberi tahu kamu bahwa ada sesuatu yang terjadi.
Kamu pun dapat melihatnya dalam kehidupanmu yang semakin berantakan. Hal kedua adalah ketika peristiwa eksternal yang beracun benar-benar terjadi. Misalnya, dia hanya bergaul dengan kamu ketika membutuhkan sesuatu.
"Jika sebagai akibat dari persahabatan kamu menemukan diri terlibat dalam perilaku yang disesali kemudian seperti merusak diri sendiri, bersikap jahat kepada orang lain atau terlibat dalam kegiatan ilegal atau tidak bermoral, maka akan lebih baik untuk mengakhiri persahabatan beracun ini,” Mahzad Hojjat, profesor psikologi di University of Massachusetts Dartmouth.
Berikut beberapa tanda kamu berada dalam hubungan pertemanan yang beracun alias toxic friendship:
- Kamu merasa tidak nyaman dan terus membuat alasan untuk tidak bergaul dengannya
- Merasa tertekan berada di sekitarnya
- Terus mengeluh tentangnya
- Kepribadianmu menjadi buruk saat bergaul dengannya
- Kehidupan dan hubunganmu yang lain menjadi berantaka, baik itu dengan pasangan, karir, atau keluarga
- Kesulitan untuk memercayaianya
- Dirimu tidak berkembang hampir dalam segala aspek
Ingat, persahabatan membutuhkan kerja sama. Jika hanya kamu yang bekerja dan berusaha untuk bergaul dengannya, mungkin inilah saatnya untuk mengakhiri hubungan yang tidak sehat ini. Alih-alih fokus pada hal-hal negatif yang melelahkan, lakukan yang terbaik untuk fokus pada orang lain dalam hidup kamu.
"Sering kali membantu untuk berfokus pada hubungan sehat yang ingin kita miliki, dan hubungan yang membantu kita tumbuh sebagai pribadi.Orang -orang seperti itu layak untuk dipertahankan, jadi habiskan waktu bersama mereka," tegas Martinez.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





