Akurat

Kenapa Kucing Sering Mengeong di Malam Hari? Ini Penjelasan Lengkap yang Perlu Kamu Tahu

Naufal Lanten | 25 November 2025, 00:44 WIB
Kenapa Kucing Sering Mengeong di Malam Hari? Ini Penjelasan Lengkap yang Perlu Kamu Tahu

 

AKURAT.CO Kenapa kucing mengeong terus di malam hari? Kucing dikenal sebagai hewan yang komunikatif, dan salah satu cara mereka mengekspresikan diri adalah melalui suara. Namun, ketika kucing terus mengeong saat malam—tepat ketika manusia sedang ingin tidur—itu bisa membuat pemiliknya bingung atau khawatir. Perilaku ini sebenarnya punya banyak penjelasan, mulai dari faktor biologis, kondisi emosional, sampai tanda gangguan kesehatan. Untuk memahami penyebabnya, kamu perlu melihatnya dari sisi perilaku hewan hingga temuan ilmiah yang menjelaskan kebiasaan vokal kucing.

Banyak pemilik awalnya mengira kucing mengeong hanya karena ingin diajak bermain. Padahal, suara mereka bisa menjadi sinyal tentang kebutuhan fisik, rasa lapar, perubahan lingkungan, hingga insting berburu yang aktif meski hidup di dalam rumah. Dengan memahami penyebab yang mungkin terjadi, kamu bisa membantu kucing merasa lebih nyaman sekaligus menekan kebiasaan mengeong berlebihan di malam hari.


Kucing Lebih Aktif Pada Malam Hari

Secara biologis, kucing termasuk hewan krepuskular—aktif di waktu senja dan fajar. Ini berbeda dengan manusia yang ritme tubuhnya dirancang untuk beristirahat di waktu malam. Ketika suasana rumah mulai tenang dan aktivitas manusia menurun, tubuh kucing justru berada pada fase siap bergerak. Kondisi inilah yang membuat beberapa kucing terlihat “sibuk” dan lebih vokal saat malam tiba.

Selain itu, kucing memiliki sifat teritorial. Mereka berusaha mempertahankan wilayahnya dari penyusup, seperti kucing liar atau hewan lain. Jika mereka mendeteksi keberadaan hewan asing, suara mengeong keras menjadi bentuk peringatan sebelum terlibat konflik. Kombinasi ritme tubuh yang aktif dan naluri menjaga wilayah inilah yang membuat kucing sering bersuara di malam hari.


Kucing Mengeong Karena Ingin Perhatian

Banyak kucing peliharaan terbiasa menghabiskan waktu sendirian saat pemiliknya bekerja seharian. Ketika malam tiba dan semua orang mulai beristirahat, mereka justru merasa punya banyak energi tersisa. Untuk mendapatkan interaksi, beberapa kucing memilih mengeong agar pemilik memberikan perhatian.

Kurangnya aktivitas fisik atau stimulasi mental sepanjang siang juga dapat membuat mereka menyalurkan energi melalui vokalisasi. Bagi sebagian kucing, mengeong merupakan cara paling efektif untuk mengajak bermain atau sekadar mendekat ke pemilik. Jika kebiasaan ini sering kamu respons, perilaku mengeong malam hari bisa terbentuk sebagai pola yang berulang.


Rasa Lapar atau Haus Bisa Jadi Pemicu

Jam biologis kucing bukan hanya mengatur kapan tubuh mereka aktif, tetapi juga memengaruhi rasa lapar dan haus. Ketika kebutuhan ini belum terpenuhi sebelum pemilik tidur, kucing biasanya akan mengeong untuk meminta makanan. Beberapa kucing juga memiliki kebiasaan makan dalam porsi kecil tapi sering. Jika kamu terbiasa memberikan camilan setiap kali mereka mengeong, hal itu dapat menciptakan “reinforcement loop”, yaitu pola ketika perilaku makin sering muncul karena selalu mendapatkan respons.


Kucing Merespons Suara atau Pergerakan di Sekitar Lingkungan

Walaupun hidup di rumah dan mendapat makanan cukup, insting berburu kucing tidak pernah hilang. Studi dari International Cat Care menemukan bahwa kucing peliharaan yang kenyang tetap memiliki durasi berburu sekitar tiga jam setiap hari. Saat malam tiba, suara burung, serangga, atau hewan kecil terdengar lebih jelas bagi kucing yang memiliki pendengaran tajam.

Ketika mereka melihat atau mendengar potensi mangsa, respons alami yang muncul adalah mengeong, mendengkur rendah, atau melakukan chattering. Ini adalah cara mereka mengekspresikan kegembiraan sekaligus bentuk persiapan sebelum “menyerang”. Tidak heran jika beberapa kucing tampak gelisah saat malam dan lebih sering mengeluarkan suara.


Mengeong di Malam Hari Bisa Menandakan Kucing Tidak Sehat

Tidak semua perilaku vokal muncul karena alasan perilaku. Pada beberapa kasus, mengeong malam hari dapat menjadi gejala awal gangguan kesehatan. Beberapa penyakit membuat kucing merasa lapar dan haus lebih sering, termasuk gangguan ginjal dan hipertiroidisme. Rasa tidak nyaman mendorong mereka menjadi lebih vokal.

Yang perlu diingat, kucing tidak bisa menunjukkan rasa sakit seperti manusia. Mereka sering menyamarkannya, dan vokalisasi menjadi salah satu tanda subtil yang dapat terlihat. Jika kucing yang biasanya tenang mendadak sering mengeong pada malam hari, pemeriksaan ke dokter hewan sangat dianjurkan.


Kucing Senior Lebih Rentan Mengeong pada Malam Hari

Kucing berusia lanjut rentan mengalami penurunan fungsi kognitif, kondisi yang mirip dengan demensia pada manusia. Kondisi ini sering membuat mereka bingung atau disorientasi, terutama ketika lingkungan sekitar berubah menjadi gelap dan sepi.

Beberapa kucing tua kehilangan rasa aman saat ditinggal tidur oleh pemilik. Penurunan penglihatan pada malam hari juga membuat mereka lebih mudah gelisah. Semua faktor tersebut dapat memicu kebiasaan mengeong sebagai cara meminta pendampingan.


Mengeong Bisa Jadi Tanda Kucing Sedang Birahi

Suara kucing yang keras, berulang, dan terjadi terutama pada malam hari bisa menjadi tanda bahwa mereka sedang memasuki masa birahi. Kucing betina biasanya mencapai masa subur pada usia sekitar empat bulan, sementara kucing jantan mulai birahi pada usia tujuh hingga sembilan bulan. Vokalisasi digunakan untuk menarik pasangan sekaligus sinyal biologis yang mengundang perhatian lawan jenis.


Makna Berbagai Jenis Suara Kucing

Beberapa suara kucing memiliki arti yang berbeda. The Humane Society of the United States menjelaskan:

  • Meowing: bisa menjadi sapaan atau bentuk permintaan.

  • Purring: menunjukkan kepuasan, misalnya ketika makan atau dibelai.

  • Hissing: tanda kucing marah atau takut.

  • Chattering: suara mirip kicauan burung yang muncul saat kucing sangat tertarik pada mangsanya.

Dengan memahami makna tiap suara, pemilik dapat lebih tepat menafsirkan kebutuhan atau kondisi emosional kucing.


Cara Mengurangi Kebiasaan Kucing Mengeong di Malam Hari

Tidak semua vokalisasi malam hari berarti masalah medis. Kamu bisa mencoba beberapa langkah berikut sebelum membawa kucing ke klinik:

  • Bermain dengan kucing sebelum tidur agar energi mereka tersalurkan.

  • Sediakan tempat tidur yang nyaman, terutama untuk kucing kecil atau senior.

  • Pastikan makanan dan air tersedia untuk mengurangi potensi kelaparan di malam hari.

  • Jaga kebersihan litter box agar mereka bisa buang air dengan nyaman.

  • Hindari merespons jika kucing mengeong untuk mencari perhatian, agar tidak membentuk kebiasaan.

  • Pertimbangkan sterilisasi untuk mengurangi vokalisasi terkait birahi.

Jika kebiasaan tetap muncul atau bertambah parah, pemeriksaan dokter hewan diperlukan untuk memastikan tidak ada masalah kesehatan tersembunyi.


Kesimpulan

Mengeong saat malam hari merupakan bagian dari komunikasi alami kucing, tetapi perilaku ini bisa menjadi sinyal tentang kebutuhan atau kondisi tertentu. Mulai dari ritme aktivitas, rasa lapar, kecemasan, hingga gangguan kesehatan—setiap suara yang mereka keluarkan punya pesan. Dengan memahami penyebabnya, pemilik dapat memberikan perhatian yang tepat sekaligus menciptakan lingkungan yang membuat kucing merasa aman.

Kalau kamu ingin mengikuti berbagai informasi kesehatan hewan dan insight menarik lainnya, pastikan untuk terus pantau update terbaru dari AKURAT.CO.

Baca Juga: Kucing Tidak Mau Makan? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya yang Wajib Diketahui Cat Lovers!

Baca Juga: Kenapa Kucing Suka Mendengkur di depan Majikannya?

FAQ

1. Mengapa kucing lebih aktif dan sering mengeong di malam hari?
Kucing termasuk hewan krepuskular, artinya mereka paling aktif saat senja dan fajar. Saat malam tiba, tubuh kucing siap bergerak, dan mereka menggunakan suara mengeong untuk berkomunikasi, mencari perhatian, atau menandai wilayah dari penyusup.

2. Apakah kucing mengeong karena lapar atau haus?
Ya, rasa lapar dan haus bisa menjadi penyebab utama. Kucing yang terbiasa makan dalam porsi kecil tapi sering akan mengeong di malam hari jika kebutuhan makannya belum terpenuhi. Memberi respons berupa makanan bisa memperkuat kebiasaan ini.

3. Bagaimana mengetahui kalau kucing mengeong karena kesepian?
Jika kucing mengeong saat rumah sepi atau pemilik sedang tidur, bisa jadi mereka mencari perhatian atau stimulasi. Kurangnya aktivitas fisik atau mental sepanjang hari juga memicu perilaku ini.

4. Bisa jadi tanda gangguan kesehatan ya?
Benar. Mengeong terus-menerus di malam hari bisa menjadi indikasi kucing sakit, seperti hipertiroidisme, gangguan ginjal, atau masalah kognitif pada kucing senior. Kucing tidak bisa menunjukkan rasa sakit secara langsung, sehingga vokalisasi menjadi sinyal.

5. Apakah kucing tua lebih sering mengeong di malam hari?
Ya. Kucing senior bisa mengalami disorientasi atau penurunan penglihatan, sehingga mereka merasa tidak aman saat malam. Kondisi ini membuat mereka lebih sering mengeong untuk mencari pendampingan.

6. Apakah vokalisasi malam hari terkait birahi?
Bisa jadi. Kucing yang memasuki masa birahi sering mengeong di malam hari untuk menarik perhatian lawan jenis. Kucing betina subur sekitar usia empat bulan, sedangkan kucing jantan mulai birahi pada usia tujuh hingga sembilan bulan.

7. Apa saja jenis suara kucing dan artinya?

  • Meowing: sapaan atau permintaan.

  • Purring: tanda kepuasan atau rasa nyaman.

  • Hissing: marah atau takut.

  • Chattering: kegembiraan saat mengamati mangsa.

8. Bagaimana cara mengurangi kebiasaan mengeong di malam hari?
Beberapa cara efektif termasuk: bermain dengan kucing sebelum tidur, menyediakan makanan dan air yang cukup, tempat tidur nyaman, menjaga litter box bersih, dan tidak merespons mengeong untuk mencari perhatian. Sterilisasi juga bisa membantu mengurangi vokalisasi terkait birahi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.