Kucing Tidak Mau Makan? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya yang Wajib Diketahui Cat Lovers!

AKURAT.CO Ketika kucing peliharaan tiba-tiba kehilangan nafsu makan, banyak pemilik langsung panik dan berpikir ada yang salah. Padahal, kucing memang punya sifat alami yang unik: mereka pandai menyembunyikan rasa sakitnya. Karena itu, penurunan nafsu makan bisa menjadi tanda awal bahwa tubuhnya sedang tidak baik-baik saja.
Meski terkadang kucing tidak mau makan hanya karena bosan dengan menu yang sama atau menjadi picky eater, kamu perlu waspada jika hal ini terjadi lebih dari dua hari. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa mengarah pada masalah kesehatan serius.
Penyebab Umum Kucing Tidak Mau Makan
Ada banyak alasan mengapa kucing enggan makan. Mulai dari penyebab ringan seperti rasa bosan hingga gangguan kesehatan yang membutuhkan perhatian dokter hewan. Berikut penjelasan lengkapnya:
1. Tidak Menyukai Makanan yang Diberikan
Kucing dikenal sangat sensitif terhadap perubahan rasa dan aroma. Jika kamu mengganti merek atau jenis makanan secara mendadak, kemungkinan besar ia akan menolaknya. Selain itu, kucing juga bisa kehilangan selera makan karena bosan dengan makanan yang sama setiap hari.
Biasanya, setelah lapar dan tidak menemukan alternatif lain, kucing akan mulai makan lagi. Namun, jangan terlalu sering bereksperimen dengan makanan baru karena bisa membuatnya makin pilih-pilih.
2. Menelan Hairball
Kucing sering menjilati bulunya untuk menjaga kebersihan tubuh. Namun, kebiasaan ini bisa menyebabkan bulu tertelan dan menggumpal di saluran pencernaannya menjadi hairball. Gumpalan tersebut membuat perut terasa tidak nyaman dan bisa memicu muntah serta hilangnya nafsu makan.
Jika kucing sudah memuntahkan atau mengeluarkan hairball lewat feses, nafsu makannya biasanya akan kembali normal.
3. Masalah Kesehatan Gigi dan Mulut
Kucing yang mengalami radang gusi, gigi berlubang, atau abses akan merasa sakit saat mengunyah makanan. Akibatnya, ia memilih untuk tidak makan sama sekali. Gejala lain yang bisa muncul antara lain bau mulut, gusi bengkak, air liur berlebihan, hingga perdarahan dari mulut.
4. Gangguan pada Pencernaan
Masalah pada saluran pencernaan seperti diare, infeksi, atau radang lambung dapat menyebabkan kucing mual dan tidak mau makan. Penyakit seperti pankreatitis atau gangguan hati juga bisa menurunkan selera makan. Jika dibiarkan, kondisi ini berpotensi menyebabkan dehidrasi dan penurunan berat badan drastis.
5. Infeksi Saluran Pernapasan
Flu kucing atau infeksi virus lain dapat memengaruhi indra penciuman mereka. Karena penciuman sangat berperan dalam menentukan selera makan, kucing yang tidak bisa mencium aroma makanannya cenderung menolak untuk makan. Selain flu, polip atau tumor di hidung juga bisa menyebabkan hal yang sama.
6. Efek Samping Setelah Vaksinasi
Beberapa kucing akan kehilangan nafsu makan setelah vaksinasi. Tapi kamu tidak perlu khawatir karena efek ini biasanya ringan dan hilang dalam waktu 24 jam.
7. Stres dan Kecemasan
Kucing termasuk hewan yang sangat peka terhadap perubahan lingkungan. Pindah rumah, datangnya hewan peliharaan baru, suara keras, atau bahkan perubahan posisi tempat makan bisa membuatnya stres. Ketika stres, kucing cenderung menyendiri, kurang aktif, dan kehilangan selera makan.
8. Penyakit Infeksius
Kucing bisa kehilangan nafsu makan akibat infeksi virus seperti feline immunodeficiency virus (FIV), feline leukemia virus (FeLV), atau feline infectious peritonitis (FIP). Infeksi ini sering disertai demam dan gangguan metabolisme tubuh.
9. Masalah Tulang dan Sendi
Cedera tulang belakang atau radang sendi (arthritis) membuat kucing sulit membungkuk untuk menjangkau mangkuk makanannya. Akibatnya, ia terlihat enggan makan padahal sebenarnya tidak bisa menjangkau makanan dengan nyaman.
10. Efek Samping Obat
Beberapa obat bisa memengaruhi nafsu makan kucing karena baunya yang menyengat. Dengan penciuman yang tajam, kucing bisa langsung menolak makanan yang dicampur obat. Hal ini sering membuat mereka kehilangan kepercayaan pada makanan yang biasa diberikan.
11. Usia Tua
Kucing lanjut usia cenderung memiliki metabolisme lebih lambat dan masalah pencernaan. Mereka mungkin butuh makanan yang lebih lembut atau khusus untuk kucing senior. Selain itu, penyakit kronis seperti gagal ginjal dan gangguan jantung juga sering memengaruhi selera makan.
Ciri-Ciri Kucing Tidak Mau Makan yang Perlu Diwaspadai
Wajar jika sesekali kucing melewatkan waktu makan. Namun, jika perilaku ini disertai gejala berikut, segera konsultasikan ke dokter hewan:
-
Muntah atau diare
-
Lemas atau lesu
-
Demam
-
Penurunan berat badan
-
Kesulitan mengunyah atau menelan
-
Mata dan kulit menguning
-
Perut kembung
-
Kesulitan bernapas
Kondisi tersebut bisa memburuk dengan cepat, terutama jika kucing tidak makan selama lebih dari dua hari. Pemeriksaan medis segera sangat disarankan untuk mencegah komplikasi serius.
Cara Mengatasi Kucing yang Tidak Mau Makan
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mencari tahu penyebab pastinya. Jika tidak disebabkan oleh penyakit serius, kamu bisa mencoba beberapa cara sederhana berikut:
-
Berikan makanan berkualitas dan bervariasi. Kucing bisa bosan dengan rasa yang sama setiap hari, jadi cobalah mengganti jenis atau merek makanan, tapi lakukan secara bertahap.
-
Coba makanan basah. Makanan basah biasanya lebih menggugah selera dan mudah dikonsumsi, terutama bagi kucing yang sedang sakit atau lansia.
-
Panaskan makanan. Suhu hangat dapat meningkatkan aroma makanan dan merangsang nafsu makan kucing. Pastikan tidak terlalu panas.
-
Pastikan tempat makan bersih dan tenang. Kucing tidak suka makan di tempat yang bising atau kotor. Jauhkan mangkuk dari tempat tidur dan bak pasir.
-
Berikan porsi kecil tapi sering. Beberapa kucing lebih suka makan sedikit-sedikit daripada langsung banyak.
-
Tambahkan rasa alami. Kamu bisa meneteskan sedikit minyak ikan, kaldu ayam rendah garam, atau jus tuna untuk menambah aroma.
-
Berikan vitamin penambah nafsu makan. Jika diresepkan oleh dokter hewan, vitamin dapat membantu kucing pulih lebih cepat.
-
Suapi dengan lembut. Kadang, sentuhan kasih sayang saat menyuapi bisa membuat kucing merasa aman dan mau makan.
-
Pastikan cukup air. Dehidrasi bisa memperburuk kondisi kucing. Berikan air bersih atau makanan basah dengan kandungan air tinggi.
Jika semua cara di atas sudah dilakukan tetapi kucing tetap menolak makan, segera bawa ke dokter hewan untuk pemeriksaan lanjutan.
Kesimpulan
Kucing yang tidak mau makan bukan sekadar masalah sepele. Meski bisa disebabkan oleh hal ringan seperti bosan atau stres, kondisi ini juga bisa menandakan adanya gangguan kesehatan serius. Mengenali penyebab dan memberikan penanganan yang tepat sejak awal akan membantu mencegah masalah yang lebih parah.
Selalu perhatikan perubahan perilaku kucing kesayanganmu, karena tubuhnya bisa memberi sinyal halus yang tidak selalu mudah dikenali. Jika ragu, jangan menunda untuk memeriksakannya ke dokter hewan.
Kalau kamu ingin tahu lebih banyak tentang tips merawat hewan peliharaan, pantau terus update artikel terbaru di AKURAT.CO.
Baca Juga: Cara Cerdas Harian untuk Merawat Kucing Bulu Panjang Supaya Sehat dan Kuat
Baca Juga: Kenali 10 Kucing Hutan Endemik Indonesia Paling Memikat
FAQ
1. Kenapa kucing tiba-tiba tidak mau makan?
Bisa karena banyak hal: bosan dengan makanan, hairball, sakit gigi, gangguan pencernaan, infeksi saluran pernapasan, stres, efek vaksin, atau penyakit sistemik. Perhatikan gejala lain untuk tahu penyebabnya.
2. Seberapa lama aman jika kucing tidak makan?
Kucing biasanya masih aman selama 24–36 jam, tapi bila sudah lebih dari 48 jam tanpa makan, segera konsultasikan ke dokter hewan karena risiko lipidosis hati dan dehidrasi meningkat.
3. Apa tanda penting yang membuat saya harus bawa kucing ke dokter segera?
Segera ke vet jika ada muntah terus-menerus, diare berat, lemas parah, penurunan berat badan cepat, kesulitan bernapas, kuning (mata/ kulit), atau perut kembung.
4. Bagaimana cara membedakan kucing yang picky eater dan yang sakit?
Picky eater biasanya masih aktif, tidak demam, dan bereaksi pada makanan favorit. Kucing sakit sering terlihat lesu, menyendiri, dan menunjukkan gejala lain (muntah, demam, bau mulut, dsb).
5. Hairball bisa bikin kucing tidak mau makan — apa yang harus dilakukan?
Cobalah grooming rutin, beri makanan high-fiber atau produk pelumas hairball khusus, dan pantau apakah kucing berhasil mengeluarkan hairball lewat muntah atau feses. Jika obstuksi dicurigai (tidak BAB, muntah terus), ke vet segera.
6. Kucing dewasa yang susah makan, bolehkah diberi makanan basah/tuna manusia?
Makanan basah kucing baik untuk menggugah selera. Sedangkan tuna manusia sesekali bisa jadi topping, tapi jangan jadi makanan utama karena kurang nutrisi seimbang dan bisa menimbulkan defisiensi. Pilih kaldu ayam rendah garam atau wet food khusus kucing.
7. Kapan vaksinasi membuat kucing hilang nafsu makan dan berapa lama?
Beberapa kucing kehilangan nafsu makan sementara setelah vaksinasi; biasanya hilang dalam 24 jam. Jika berlanjut lebih dari 48 jam atau muncul gejala lain, konsultasikan ke dokter.
8. Kucing tua tidak mau makan — apa yang berbeda?
Kucing senior mungkin butuh makanan tekstur lebih lunak, lebih aromatik, dan formula khusus (senior diet). Seringkali nafsu makan turun karena gigi, gangguan ginjal, atau kondisi kronis — cek ke dokter hewan untuk diagnosis.
9. Apakah obat bisa membuat kucing menolak makan?
Ya. Beberapa obat punya bau/ rasa yang kuat yang membuat kucing menolak makanan. Dokter mungkin menyarankan cara pemberian alternatif (mis. kapsul, syringe feeding, atau appetite stimulant).
10. Cara cepat menggugah nafsu makan kucing di rumah?
Coba: panaskan sedikit makanannya, beri porsi kecil sering, pindah tempat makan ke lokasi tenang, beri wet food atau topping kaldu rendah garam, dan stimulasi sosial (ajak bermain/suapi lembut).
11. Kapan boleh memaksa kucing makan?
Jangan paksa pakai makanan keras. Jika kucing menolak selama >48 jam atau menunjukkan gejala buruk, jangan menunggu — bawa ke vet. Untuk kasus ringan, suapan lembut atau syringe feeding atas petunjuk vet bisa dipertimbangkan.
12. Bagaimana mencegah kucing stress karena perubahan lingkungan?
Lakukan adaptasi perlahan: beri area aman (tempat tidur, kotak), pertahankan jadwal makan, perkenalkan hewan baru secara bertahap, dan gunakan pheromone diffuser jika perlu.
13. Perlukah saya memberi suplemen/vitamin untuk nafsu makan?
Hanya jika direkomendasikan vet. Beberapa appetite stimulant atau vitamin bisa membantu, tapi harus sesuai dosis dan penyebab berkurangnya nafsu makan.
14. Makanan kering yang sudah dibuka berbulan-bulan berbahaya?
Ya — makanan kering yang sudah lama terbuka dapat bau tengik atau basi dan menurunkan keinginan makan. Gantilah secara teratur dan simpan rapat.
15. Apa yang harus saya catat sebelum bawa kucing ke vet?
Catat durasi tidak makan, jumlah/minuman, gejala lain (muntah/diare/lemas), perubahan makanan baru/obat/vaksinasi, dan perilaku (aktif/menyendiri). Informasi ini membantu diagnosis vet.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








