Akurat

Bolehkah Gimik Dalam Kampanye Politik, Ini Pandangan Menurut Islam

Fahri Hilmi | 27 November 2023, 21:10 WIB
Bolehkah Gimik Dalam Kampanye Politik, Ini Pandangan Menurut Islam

AKURAT.CO Gimik dalam kampanye politik tengah dilakukan tiga pasang capres 2024, baik dengan istilah slepet, gemoy ataupun hunger games.

Di sisi lain, bagaimana hukum melakukan gimik politik dari sudut pandang Islam?

Secara pengertian, gimik dapat dipahami sebagai suatu upaya untuk menarik perhatian dengan melakukan rekayasa untuk membentuk pandangan atau kesan tertentu dari orang lain.

Maka dari itu, gimik politik dapat dipahami sebagai upaya menarik perhatian dan suara masyarakat dengan membentuk persona tersendiri dari seorang politisi.

Dalam dunia politik, melakukan gimik terutama dalam masa kampanye merupakan hal yang sering ditemui dan boleh dilakukan oleh para politisi selama gimik yang dibuat tidak menyinggung dan tidak menimbulkan perpecahan ataupun kebohongan untuk menaikkan citra semata.

Baca Juga: Hukum Menjadikan Ayat Suci Al-Quran Atau Hadits Sebagai Alat Kampanye, Catat Untuk Semua Calon Pemimpin!

Dalam Islam, menjunjung tinggi nilai kebenaran dan kejujuran harus menjadi perilaku yang diusung oleh setiap umat Islam.

Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Quran surat Al-Ahzab ayat 70, berikut:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَقُولُوا۟ قَوْلًا سَدِيدًا

Yā ayyuhallażīna āmanuttaqullāha wa qụlụ qaulan sadīdā

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar."

Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda:

"Kalian harus jujur, karena jujur itu akan menunjukan (jalan) kebaikan, dan kebaikan akan menunjukkan (jalan) ke surga. Dan seseorang yang senantiasa jujur dan ia bersungguh-sungguh untuk senantiasa berlaku jujur, maka ia akan dituliskan di sisi Allah sebagai orang yang jujur sekali (shidiq). Dan hati-hatilah kamu dengan berbohong, karena berbohong itu menunjukkan (jalan) kepada perbuatan jahat, dan sesungguhnya perbuatan jahat itu menunjukkan (jalan) ke neraka. Dan seseorang yang selalu bohong dan ia bersungguh-sungguh untuk senantiasa di sisi Allah akan dicatat sebagai orang yang pembohong." (HR. Bukhari, Musli, Ahmad dan Tirmidzi)

Di sisi lain, menjunjung tinggi kejujuran dan kebenaran juga penting dilakukan para politisi.

Terlebih dalam masa kampanye di mana masyarakat akan menentukan pemimpin mereka sesuai dengan citra yang tergambar dari perilaku para calon pemimpin mereka.

Baca Juga: Kampanye Medsos Banyak Konflik Kepentingan Di Pemilu 2024, Bawaslu Catat Sebagai Kerawanan

Maka dari itu, penting bagi seorang politisi untuk membentuk citra baik yang sesuai dengan sifat asli dirinya dan bukan kebohongan demi menarik simpati dari masyarakat dan memperoleh suara. (Yasmina Nuha)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

F
Reporter
Fahri Hilmi
W
Editor
Wahyu SK