Akurat

Mengenal Umar Bin Abdul Aziz, Pemimpin Yang Digelari Khulafaur Rasyidin Kelima Bagi Umat Islam

Fahri Hilmi | 12 November 2023, 08:50 WIB
Mengenal Umar Bin Abdul Aziz, Pemimpin Yang Digelari Khulafaur Rasyidin Kelima Bagi Umat Islam

AKURAT.CO Salah satu khalifah yang dikenal sebagai teladan atas kepemimpinannya ialah Umar bin Abdul Aziz, yakni seorang khalifah dari pemerintahan Dinasti Bani Umayyah, yang juga dijuluki sebagai khulafaur rasyidin kelima dengan kesuksesannya memimpin umat Islam.

Dengan nama lengkap Umar bin Abdul Aziz bin Marwan, khalifah yang lahir di Desa Hulwan, Mesir, pada tahun 61 H atau sekitar 681 M silam, ini merupakan anak dari ayahnya yang bernama Abdul Aziz bin Marwan, serta ibu bernama Ummu Ashim binti Ashim bin Umar bin Khattab.

Dengan silsilah tersebut, Umar bin Abdul Aziz merupakan cicit dari Umar bin Khattab yang merupakan khalifah umat islam kedua bersama khulafaur rasyidin lainnya, seperti Abu Bakar, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib.

Meski hidup mewah sejak kecil, Umar bin Abdul Aziz turut mendapat pendidikan agama yang kuat, sehingga menjadikannya sebagai orang saleh yang diangkat sebagai khalifah diusia 37 tahun.

Meski begitu, Umar menolak amanah yang diwasiatkan oleh khalifah sebelumnya, Sulaiman bin Abdul Malik, tersebut karena ia ingin pemilihan pemimpin umat islam dikembalikan seperti zaman Nabi SAW, yakni melalui pemilihan rakyat, dan bukan turun temurun.

Namun rakyat tetap memilih Umar sebagai khalifah. Maka setelahnya, Umar bin Abdul Aziz menjelma sebagai pemimpin luar biasa yang sederhana, adil, serta mampu mensejahterakan rakyat dengan meniadakan korupsi dan memanfaatkan baitul maal untuk kepentingan bersama:

  1. Tidak Menggunakkan Barang Milik Negara Untuk Kepentingan Pribadi

Pada masa kepemimpinannya, Umar menolak untuk menggunakkan barang milik negara untuk keperluan pribadinya. Contohnya ketika Umar lebih memilih menggunakkan hewan tunggangan pribadinya untuk berkendara.

Tak hanya itu, Umar juga memerintahkan agar kendaraan khusus yang disiapkan negara untuknya tersebut dijual dipasar dan hasilnya dimasukkan pada baitul maal.

Khalifah Umar juga pernah meminta pelayannya memasak air untuknya, yang kemudian dilakukan pelayan tersebut di dapur umum. Mengetahui hal itu, Umar pun mengganti setiap kayu bakar yang digunakkan untuk memanaskan air dengan bayaran seharga satu dirham.

  1.  Sangat Sederhana

Sejak menjadi khalifah, Umar bin Abdul Aziz menjadi sangat kurus hingga kulitnya mampu memperlihatkan tulang rusuk pada tubuhnya. Sehari-harinya, Umar bin Abdul Aziz dan keluarganya hanya memiliki kacang-kacangan untuk dimakan.

Istri Umar juga mengaku bahwa suaminya menolak untuk berpakaian bagus, dan hanya memiliki satu pakaian saja untuk digunakkan sehari-hari. Umar juga pernah minta istrinya untuk menjual seluruh perhiasan miliknya untuk diberikan pada baitul maal, yang kemudian dilakukan istrinya dengan ikhlas dan penuh taqwa.

  1. Menolak Suap Meski Kecil

Dikisahkan oleh Amr bin Muhajir, Umar pernah mendapatkan buah apel sebagai hadiah dari sepupunya. Namun Umar bin Abdul Aziz hanya mencium aromanya dan tidak memakannya. Sikap ini menimbulkan pertanyaan bagi Amr bin Muhajir, dimana Rasulullah SAW saja pernah menerima hadiah yang diberikan orang lain kepadanya. Umar menjawab;

“Celaka kamu, sesungguhnya hadiah yang diberikan kepada Rasulullah SAW adalah benar-benar hadiah, sedangkan yang diberikan kepadaku ini adalah suap.”

Berdasarkan sifat kepemimpinan Khalifah Umar bin Abdul Aziz tersebut, masa kepemimpinannya yang kurang dari dua tahun mampu membuat rakyatnya sejahtera dan berkecukupan. Gaya kepemimpinan inilah yang harus menjadi teladan baik untuk ditiru. (Yasmina Nuha)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

F
Reporter
Fahri Hilmi
W
Editor
Wahyu SK