Mengenal Sijjin, Tempat Mengerikan Bagi Orang-Orang Curang Yang Gemar Mengurangi Timbangan

AKURAT.CO Sijjin merupakan sebuah kata yang disebutkan pada salah satu surat dalam Al-Quran, yakni Al-Muthoffifin ayat 7-9, merujuk pada tempat bagi orang-orang yang curang dengan mengurangi takaran dan timbangan.
Apa sebetulnya makna dari Sijjin?
Dalam surat Al-Muthoffifin ayat 7-9, disebutkan:
كَلَّآ إِنَّ كِتَٰبَ ٱلْفُجَّارِ لَفِى سِجِّينٍ , وَمَآ أَدْرَىٰكَ مَا سِجِّينٌ , كِتَٰبٌ مَّرْقُومٌ
Kallā inna kitābal-fujjāri lafī sijjīn, Wa mā adrāka mā sijjīn, Kitābum marqụm
Artinya: “(7) Sekali-kali jangan curang, karena sesungguhnya kitab orang yang durhaka tersimpan dalam sijjin. (8) Tahukah kamu apakah sijjin itu? (9) (Ialah) kitab yang bertulis.” (QS. Al-Muhoffifin: 7-9).
Sijjin berasal dari kata sajana-yasjunu yang berarti penjara atau memenjarakan, menahan, menyembunyikan atau mencatat. Sedangkan Ibnu Katsir mengartikan Sijjin dengan makna kesempitan.
Baca Juga: Tayang Di Bioskop! Ini Sinopsis Film Sijjin, Cerita Horor Adaptasi Dari Serial Turki Yang Mengerikan
Dalam surat Al-Muthoffiifin ini, Sijjin digunakkan untuk menyebutkan nama kitab yang berisi catatan orang-orang durhaka.
Makna tersebut merujuk pada orang-orang yang merugi dan sengsara selama masa hidupnya dengan kecurangan mereka dalam mengurangi takaran dan timbangan.
Sijjin juga dimaknai sebagai tempat kembali dan berpulang yang digambarkan menakutkan dan mengerikan.
Sebagian ulama menjelaskan Sijjin sebagai sebuah penjara yang abadi dan azab menyakitkan yang terletak di bawah perut bumi pada lapisan ketujuh.
Selain itu, Sijjin juga diartikan sebagai sebuah tempat berkumpulnya roh jahat dan kafir, sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadits riwayat Muslim, berikut:
Baca Juga: Delia Husein Kesulitan Gunakan Bahasa Sunda Lawas Di Film Horor Sijjin
Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: “Jika roh seorang mukmin telah keluar, maka dua malaikat menyambutnya dan membawanya naik, lalu dia menyebutkan semerbak harumnya dan menyebut minyak kasturi.
Penghuni langit berkata: “Roh yang baik datang dari bumi, semoga Allah menurunkan rahmat kepadamu dan kepada jasad yang pernah kamu diami”. Kemudian ruh tersebut dibawa kepada Rabb-nya, lalu Dia berkata: “Bawalah ia ke akhir ajalnya (Sidratul Muntaha).”
Dan sesungguhnya seorang kafir jika rohnya keluar, Rasulullah SAW menyebutkan tentang bau busuk dan laknat yang ditunjukkan kepadanya.
Penduduk langit berkata, “Roh yang busuk datang dari bumi”. Dikatakan kepadanya, “Bawalah dia kepada akhir ajal (Sijjin)." (HR Muslim).
Dari hadits tersebut, diketahui bahwa Sijjin menjadi tempat bagi roh-roh jahat dari golongan kafir yang menjadi tempat buruk dan hina, sebagai ganjaran atas perbuatna mereka melakukan kecurangan di dunia.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 4Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 7Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 8Kalender Jawa 23 September 2026: Watak Weton Rabu Pon Dikenal Cerdas dan Mudah Bergaul
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK







