Ini 6 Adab Bercanda Dalam Islam, Lengkap Dengan Ayat Al-Quran Dan Hadis Penjelasannya

AKURAT.CO Bercanda merupakan bentuk komunikasi yang digunakan untuk sekedar mencairkan suasana atau mengakrabkan diri.
Bercanda juga merupakan aktivitas sederhana yang bisa membuat hidup lebih santai dan terasa ringan.
Dalam Islam, bercanda juga ada. Sebagaimana yang sering dilakukan oleh Rasulullah SAW bersama para sahabatnya.
Namun, bercanda yang dilakukan oleh Rasulullah SAW bersama sahabatnya adalah bercanda dalam hal baik yang tidak melampaui batas.
Hukum bercanda dalam Islam ialah boleh dan Rasulullah SAW juga melakukannya. Hal ini dijelaskan dalam beberapa riwayat hadis.
Dalam hal ini disebutkan bahwa Rasulullah SAW beberapa kali bercanda dengan istri, keluarga, anak dan para sahabatnya.
Baca Juga: 3 Perkara Bercanda Yang Dianggap Serius Dalam Islam
Tetapi, perlu diingat bahwa Rasulullah SAW sudah mengajarkan kepada umatnya tentang adab dalam bercanda melalui hadis-hadisnya. Lantas seperti apa adab dalam bercanda?
Dikutip dari berbagai sumber, ada enam adab bercanda dalam Islam lengkap dengan ayat Al-Quran dan hadis penjelasannya. Di antara adab tersebut ialah sebagai berikut:
- Ketika bercanda jangan menakut-nakuti
Berkaitan dengan hal ini sudah dijelaskan melalui hadis Rasulullah SAW yakni; "Tidak halal bagi seorang muslim membuat takut muslim yang lain." (HR. Abu Dawud: 5004)
- Jangan bercanda dengan menyembunyikan barang teman/orang lain
Rasulullah SAW bersabda; "Janganlah sekali-kali salah seorang dari kalian mengambil barang milik saudaranya, baik itu untuk bercanda atau sungguhan." (HR. Abu Dawud: 5033)
- Jangan bercanda dengan cara berbohong atau menghina
Ketika bercanda, hindarilah perkataan bohong atau pun menghina orang lain. Hal ini sudah Rasulullah SAW jelaskan pada hadinya yaitu:
"Sesungguhnya aku juga bercanda, namun aku tidak mengatakan kecuali yang benar." (HR. Thabrani dalam Al-Kabir: 13443)
Dalam hadis lain juga Rasulullah SAW bersabda: "Celakalah seseorang yang berbicara dusta untuk membuat orang lain tertawa, celakalah ia, celakalah ia." (HR. Abu Dawud: 4490)
- Tidak boleh berkata-kata yang buruk ketika bercanda
Pada saat berbicara, seorang muslim hendaklah mengucapkan perkataan yang baik. Hindari berkata buruk, bahkan jika itu hanyalah sebuah candaan.
Berkaitan dengan hal ini, Allah SWT menjelaskan melalui Al-Qur’an yang termaktub dalam surah Al-Isra ayat 53.
وَقُل لِّعِبَادِى يَقُولُوا۟ ٱلَّتِى هِىَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ ٱلشَّيْطَـٰنَ يَنزَغُ بَيْنَهُمْ ۚ إِنَّ ٱلشَّيْطَـٰنَ كَانَ لِلْإِنسَـٰنِ عَدُوًّۭا مُّبِينًۭا ٥٣
Artinya: "Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sungguh, setan itu (selalu) menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sungguh, setan adalah musuh yang nyata bagi manusia."
- Jangan berlebihan dan berbuat olok-olokan ketika bercanda
Tak jarang ada orang yang melakukan bercanda dengan cara berlebihan hingga melampaui batas. Mengolok-olok dan tidak menghargai perasaan teman/orang lain ketika bercanda merupakan berbuatan yang tidak mulia.
Adab bercanda yang tidak boleh berlebihan dan mengolok-olok orang lain dijelaskan pada surah At-Taubah ayat 65.
وَلَئِن سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ ۚ قُلْ أَبِٱللَّهِ وَءَايَـٰتِهِۦ وَرَسُولِهِۦ كُنتُمْ تَسْتَهْزِءُونَ ٦٥
Artinya: "Dan jika kamu tanyakan kepada mereka, niscaya mereka akan menjawab, sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja. Katakanlah, mengapa kepada Allah, dan ayat-ayat-Nya serta Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?"
- Ketika bercanda atau melihat teman yang sedang dalam kesusahan seperti jatuh dan sebagainya.
Maka utamakanlah menolong daripada ketawa karena hal ini menunjukkan sikap yang tidak empati kepada teman atau orang lain.
Baca Juga: Ada Gambar Animenya, Tanda Tangan Asli Ini Sering Dikira Bercanda
Demikianlah adab-adab yang harus diperhatikan ketika bercanda. Sebagai umat muslim, hendaklah mencontoh Rasulullah SAW yang tidak melampaui batas dan melukai hati.
Oleh sebab itu, adab-adab bercanda yang sudah disebutkan di atas, sejatinya berfungsi sebagai kontrol umat muslim untuk senantiasa tetap menerapkan sikap hormat dan santu dalam bermasyarakat.
Jadi, ketika bercanda jangan lupa untuk tetap memerhatikan adab, sebagaimana sudah diajarkan oleh Rasulullah SAW melalui hadisnya, serta juga sudah dijelaskan oleh Allah SWT melalui kitab suci Al-Quran. (Raodatuljanah)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









