8 Fakta Istimewa Masjid Al-Aqsa, Kiblat Pertama Umat Islam

AKURAT.CO Masjid Al-Aqsa atau juga disebut dengan ‘Baitul Maqdis’ yang berada di Haram Al Sharif di Yerusalem. Baitul Maqdis (Al-Aqsa) dibangun di sebuah tempat yang berbentuk persegi dengan luas sekitar 144 ribu meter persegi.
Kawasan masjid Al-Aqsa mampu menampung kurang lebih 400 ribu jemaah, sedangkan bangunan masjidnya sebesar 83 meter dengan lebar 56 meter yang dapat menampung 5 ribu jemaah.
Sejarah masjid Al-Aqsa tidak bisa lepas dari perebutan dan peperangan, yang mana sudah terjadi sejak zaman Rasulullah SAW, sahabatnya dan bahkan hingga sekarang di tahun 2023 masih saja terjadi konflik (perang) yakni antara Israel dan Palestina.
Namun, dibalik kisah perjuangan akibat konflik perebutan daerah tersebut. Masjid Al-Aqsa memiliki sederet fakta istimewa yang dapat membuat siapa saja yang melihat dan mengetahuinya terpukau.
Baca Juga: Untuk Keselamatan Palestina dan Masjid Al-Aqsa, Habib Umar Ajak Umat Islam Baca Zikir Sakti Ini
Masjid Al-Aqsa (Baitul Maqdis) menjadi kebanggaan tersendiri bagi umat Islam karena menjadi kiblat pertama bagi mereka, terkhususnya menjadi kebanggaan rakyat Palestina. Lantas apa saja fakta istimewa dari Al-Aqsa?
Dikutip dari berbagai sumber pada Kamis (2/11/2023) berikut ini 8 fakta istimewa masjid Al-Aqsa sebagai kiblat pertama umat Islam:
8 fakta istimewa Masjid Al-Aqsa
1. Majid Al-Aqsa (Baitul Maqdis) menjadi kiblat pertama bagi umat Islam
Al-Aqsa menjadi kiblat pertama umat Islam sebelum Ka'bah, yang mana umat muslim terdahulu melaksanakan salat dengan menghadap ke masjid Aqsa yang terletak di Yerusalem.
Namun, setelah Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan spiritual yang dikenal dengan ‘Isra Mi’raj' yaitu perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, dan saat itulah arah kiblat berubah ke Ka'bah.
2. Majid Aqsa menjadi tempat yang suci ketiga setelah Mekah dan Madinah
Baitul Maqdis atau Masjid Al-Aqsa juga sebagai tempat suci ketiga bagi umat Islam setelah Mekah dan Madinah.
Hal ini berkaitan dengan peristiwa ‘Isra Mi’raj’ yang dilakukan Nabi Muhammad untuk naik ke langit ketujuh untuk menerima wahyu dari Allah SWT.
3. Mencuatnya pemikiran Al-Ghazali dan karya legendarisnya
Ulama yang terkenal dalam sejarah Islam, Imam Abu Hamid Al-Ghazali menghabiskan masa hidupnya di Masjid Al-Aqsa.
Di Masjid Al-Aqsa-lah Al-Ghazali menuliskan sebuah pemikiran yang merupakan cuatan karya terbesarnya, yaitu buku Ihya Ulum Al-Din (Kebangkitan Ilmu Agama).
4. Di sekitar masjid Al-Aqsa terdapat beberapa tempat suci lainnya
Baitul Maqdis (Al-Aqsa) terletak di kompleks Al-Aqsa yang mana di kompleks tersebut tidak hanya terdapat bangunan Baitul Maqdis. Tetapi juga ada masjid lain yakni:
Majid lain seperti Dome of the Rock, Masjid Qubbatus Shakhrah, Masjid Buraq, dan Masjid Marwani. Selain itu juga terdapat tempat peristirahatan terakhir atau kuburan bagi nabi-nabi dan sahabatnya.
5. Masjid Al-Aqsa disebutkan dalam Al-Qur’an
Dalam Al-Qur’an, selain Ka’bah dan Masjidil Haram. Al-Aqsa juga disebutkan dalam Al-Qur’an, salah satunya disebutkan pada surah Al-Isra ayat 1.
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Artinya: “Maha Suci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.”
6. Masjid Al-Aqsa menjadi tempat singgah duka Nabi Muhammad SAW
Al-Aqsa kental dengan peristiwa yang dialami oleh Rasulullah SAW pada tahun kesedihannya karena Abu Thalib dan Khadijah Wafat.
Peristiwa tersebut dikenal dengan ‘Isra Mi’raj, yakni perjalanan spiritual dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang disebut dengan Isra.
Lalu Allah mengangkat Rasulullah ke langit ke tujuh dalam waktu semalam yang disebut dengan Mi’raj.
Walaupun sangat cepat, tetapi peristiwa tersebut sangat membekas dan menjadi sejarah penting untuk diketahui oleh umat muslim tentang Rasulullah SAW.
7. Ikonisnya kubah emas Dome of Rock
Dome of Rock atau masjid Qubbatus Shakrah yang terletak di kompleks Al-Aqsa. Yang mana kubah emas ini sering dikira sebagai masjid Al-Aqsa.
Kubah emas tersebut awalnya terbuat dari kayu dan dibangun oleh khalifah Umayyah Abdul Malik bin Marwah.
Kemudian dihiasi dengan potongan marmer dan dilapisi dengan emas khas oleh Suleman yang merupakan Sultan Turki Utsmaniyah ke-10.
Baca Juga: Masjid Al-Aqsa, Tempat Suci Dan Religius Umat Islam Sedunia Yang Diperebutkan Palestina Dan Israel
8. Masjid Al-Aqsa pernah menjadi tempat pembuangan limbah
Fakta masjid Al-Aqsa yang paling fenomenal ialah pernah menjadi tempat limbah dan menjadi catatan panjang bagi tempat suci ini.
Hal ini terjadi saat bangsa Romawi mengasingkan orang-orang Yahudi dari kota Yerusalem selama berabad-bad. Bangsa Romawi mengubah area Al-Aqsa menjadi tempat pembuangan sampah.
Setelah peristiwa itu, datanglah khalifah Umar bin Khattab yang berkunjung dan masjid Al-Aqsa pun dibersihkan, Umar membersihkan Al-Aqsa dengan tangannya sekaligus mengakhiri pengasingan orang-orang Yahudi dengan memberikan kesempatan untuk tinggal di Yerusalem.
Itulah 8 fakta istimewa tentang masjid Al-Aqsa (Baitul Maqdis) yang pernah menjadi kiblat pertama umat Islam sebelum dipindahkan ke Ka ‘bah.
Selain itu juga, Al-Aqsa menjadi tempat suci ketiga dalam Islam setelah Mekah dan Madinah.
Sejarah singkat berdirinya Masjid Al-Aqsa
Perlu diketahui bahwa sejarah berdirinya Masjid Al-Aqsa ialah dibangun oleh para malaikat, hal ini berdasarkan dari beberapa sumber tafsir.
Namun beberapa ulama berbeda pendapat terkait dengan hal ini, sehingga muncullah pernyataan-pernyataan lain yakni:
Dari mayoritas kesepakatan ulama dan yang shahih, nabi pertama yang membangun masjid Al-Aqsa adalah Nabi Adam as.
Selanjutnya pada sekitar tahun 2.000 SM, Nabi Ibrahim as merenovasi bangunan serta meninggikan bangunannya.
Kemudian, diketahui bahwa Nabi Yaqub AS juga melangsungkan perbaikan pada bangunan Al-Aqsa. Selang waktu yang sangat lama, masjid Aqsa pun mulai dibangun kembali Nabi Daud AS dan Nabi Sulaiman AS.
Nabi Sulaiman AS bersama Nabi Daud AS mendirikan kembali masjid Al-Aqsa dengan lebih besar, luas dan indah.
Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Amru bin Ash, beliau bersabda:
"Ketika Sulaiman bin Dawud selesai membangun Baitul Maqdis (dalam riwayat lain disebutkan: membangun Masjid Baitul Maqdis), maka ia meminta tiga perkara kepada Allah SWT, yaitu; keputusan hukum yang sejalan berdasarkan keputusan Allah, kerajaan yang tidak selayaknya dimiliki seseorang sesudahnya, dan agar masjid ini tidak didatangi seseorang yang tidak menginginkan selain salat di dalamnya, melainkan ia keluar dari dosa-dosanya seperti hari ia dilahirkan ibunya. Kedua perkara yang pertama telah diberikan kepada Sulaiman, dan aku berharap ia juga diberikan yang ketiga." (HR Ahmad, An-Nasa'i, dan Ibnu Majah). Raodatuljanah
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









