Akurat

Mengenal Sejarah Lahirnya Ilmu Fikih, Dari Masa Klasik Hingga Modern

Lufaefi | 7 September 2023, 11:00 WIB
Mengenal Sejarah Lahirnya Ilmu Fikih, Dari Masa Klasik Hingga Modern

AKURAT.CO, Ilmu Fikih adalah salah satu cabang ilmu dalam Islam yang berkaitan dengan hukum-hukum syariah. Ilmu ini berkembang sejak awal sejarah Islam. Sejarah lahirnya ilmu Fikih dapat ditarik kembali ke zaman Rasulullah Muhammad SAW.

Pada zaman Rasulullah, banyak ajaran-ajaran syariah Islam diturunkan melalui wahyu kepada beliau. Para sahabat Nabi, seperti Abu Bakar, Umar, dan Ali, memainkan peran penting dalam memahami dan meriwayatkan ajaran-ajaran tersebut. Mereka adalah tokoh-tokoh yang awalnya menjadi sumber utama ilmu Fikih.

Setelah masa Rasulullah, ilmu Fikih terus berkembang melalui proses ijtihad, yaitu usaha para ulama untuk memahami dan menerapkan prinsip-prinsip syariah dalam konteks yang berbeda. Perkembangan ilmu Fikih juga melibatkan penyusunan kitab-kitab hukum, seperti "Al-Muwatta" karya Imam Malik, "Al-Umm" karya Imam Shafi'i, "Al-Mabsut" karya Imam Abu Hanifah, dan "Al-Muhalla" karya Imam Ibn Hazm.

Baca Juga: Gus Baha Jelaskan Pentingnya Ilmu Fikih dan Sastra untuk Pahami Al-Qur’an

Penting untuk dicatat bahwa berbagai madzhab (aliran) dalam Fikih, seperti Hanafi, Maliki, Shafi'i, dan Hanbali, juga muncul sebagai hasil dari pemikiran para ulama yang berbeda. Ini menjadikan ilmu Fikih sebagai bidang yang kaya akan keragaman pendapat dan interpretasi dalam Islam.

Seiring berjalannya waktu, ilmu Fikih terus berkembang dan menjadi salah satu pilar utama dalam hukum Islam serta panduan untuk umat Islam dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Beberapa perkembangan penting dalam sejarah ilmu Fikih meliputi:

Periode Klasik

Pada periode ini, tokoh-tokoh besar seperti Imam al-Ghazali, Ibn Taymiyyah, dan Ibn Qayyim al-Jawziyya memainkan peran kunci dalam pengembangan teologi dan Fikih. Mereka menggabungkan prinsip-prinsip Fikih dengan teologi Islam, menciptakan karya-karya monumental yang memengaruhi pemikiran Islam selama berabad-abad.

Penyusunan Kitab-kitab Fikih

Para ulama klasik menyusun kitab-kitab Fikih yang memuat hukum-hukum dan panduan praktis untuk berbagai aspek kehidupan, termasuk ibadah, muamalah (urusan dunia), dan akhlak. Kitab-kitab ini menjadi rujukan utama dalam mazhab-mazhab Fikih.

Baca Juga: Perjalanan Panjang Imam Hambali; Sang Ahli Fikih dan Penyelamat Umat Nabi Muhammad dari Kesesatan

Kontemporer dan Reformasi

Pada abad ke-19 dan 20, ada gerakan pembaruan dalam pemahaman Fikih. Tokoh-tokoh seperti Muhammad Abduh dan Rashid Rida mencoba menggabungkan prinsip-prinsip Fikih dengan konteks modern. Pembaruan ini terus berlanjut hingga hari ini, di mana beberapa ulama dan pemikir Islam berusaha menyusun ulang hukum-hukum Fikih agar relevan dengan zaman kontemporer.

Lembaga-lembaga Hukum Islam

Di berbagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim, lembaga-lembaga hukum Islam seperti pengadilan syariah telah dibentuk untuk menangani kasus-kasus hukum yang berkaitan dengan Fikih.

Globalisasi

Dalam era globalisasi, komunikasi dan pertukaran informasi yang lebih cepat telah memungkinkan berbagai pandangan Fikih dan fatwa (pendapat hukum Islam) untuk dengan cepat menyebar di seluruh dunia. Hal ini telah menghasilkan berbagai pemahaman Fikih yang beragam, terutama di antara umat Islam yang tinggal di berbagai konteks sosial dan budaya.

Isu-isu Kontemporer

Ilmu Fikih terus menghadapi tantangan dari isu-isu kontemporer seperti teknologi, ekonomi global, bioetika, dan hak asasi manusia. Para ulama dan cendekiawan Islam terus berupaya untuk memberikan pandangan dan solusi yang sesuai dengan prinsip-prinsip Fikih dalam menghadapi perkembangan ini.

Pendidikan

Pendidikan dalam ilmu Fikih tetap menjadi bagian penting dari sistem pendidikan Islam di seluruh dunia. Sekolah-sekolah agama dan universitas Islam menawarkan program studi Fikih yang memungkinkan para siswa memahami prinsip-prinsip hukum Islam.

Peran Ulama

Ulama (cendekiawan agama) masih memainkan peran sentral dalam pengembangan dan interpretasi Fikih. Mereka memiliki tanggung jawab untuk memberikan panduan kepada umat Islam, baik dalam hal ibadah maupun urusan dunia.

Kesatuan dan Keragaman

Terdapat berbagai mazhab Fikih dalam Islam, yang memiliki perbedaan dalam hal interpretasi dan pendekatan terhadap hukum-hukum Islam. Meskipun demikian, ada upaya untuk mempromosikan pemahaman yang lebih inklusif dan kerja sama antara mazhab-mazhab.

Ilmu Fikih terus berkembang sebagai tanggapan terhadap perubahan-perubahan di dunia dan tetap menjadi salah satu aspek penting dalam kehidupan umat Islam. Para ulama dan pemikir Islam terus bekerja keras untuk memastikan bahwa prinsip-prinsip Fikih tetap relevan, adil, dan bermanfaat dalam mengatasi tantangan-tantangan zaman modern.[]

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

T
Reporter
Thony H
Lufaefi
Editor
Lufaefi