Akurat Logo

IFG: Generasi Muda Rajin Menabung, tetapi Baru 9 Persen yang Memiliki Asuransi

Idham Nur Indrajaya | 2 November 2026, 19:56 WIB
IFG: Generasi Muda Rajin Menabung, tetapi Baru 9 Persen yang Memiliki Asuransi
Asuransi generasi muda masih minim. Survei IFG Progress mencatat hanya 9% anak muda memiliki asuransi meski 94% sudah punya tabungan. - Ilustrasi: Gemini Google

AKURAT.CO Menabung dari penghasilan pertama, menyisihkan uang setiap bulan, hingga mengumpulkan dana darurat menjadi kebiasaan finansial yang mulai dibangun banyak anak muda. Namun, ada satu hal yang kerap tertinggal dari upaya tersebut, yakni mempersiapkan perlindungan ketika risiko kesehatan atau kejadian tidak terduga mengganggu kondisi keuangan.

Fenomena ini terlihat dari rendahnya kepemilikan asuransi generasi muda dibandingkan produk tabungan. Hasil survei literasi keuangan IFG Progress terhadap responden berusia 18–25 tahun menunjukkan bahwa 94% responden sudah memiliki tabungan, tetapi hanya 9% yang mempunyai produk asuransi.

Kesenjangan tersebut memperlihatkan bahwa kebiasaan mengumpulkan uang belum tentu diikuti kesadaran untuk melindungi kondisi finansial. Padahal, penyakit kritis, kecelakaan, hingga kehilangan penghasilan dapat menguras tabungan yang selama ini dikumpulkan untuk membiayai berbagai kebutuhan dan tujuan hidup.

Asuransi generasi muda merupakan bagian dari perencanaan keuangan untuk membantu mengantisipasi dampak finansial akibat risiko tertentu. Tabungan tetap diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dan membangun dana darurat, sedangkan asuransi berfungsi memberikan perlindungan sesuai manfaat dan ketentuan polis ketika risiko yang dijamin terjadi.

Mengapa Generasi Muda Lebih Memprioritaskan Tabungan daripada Asuransi?

Hasil survei IFG Progress memperlihatkan perbedaan cukup mencolok antara tingkat pengetahuan dan kepemilikan produk keuangan di kalangan anak muda.

Sebanyak 96% responden berusia 18–25 tahun mengetahui produk tabungan dan 94% di antaranya sudah memilikinya. Sebaliknya, hanya 34,5% responden yang mengetahui produk asuransi dan 9% yang telah memilikinya.

Mayoritas responden dalam survei tersebut merupakan mahasiswa. Data ini memberikan gambaran bahwa meskipun generasi muda mulai mengenal pengelolaan keuangan, pemahaman mengenai perlindungan finansial belum berkembang sejalan dengan kebiasaan menabung.

Perbedaan tersebut menarik untuk dicermati karena tabungan dan asuransi sebenarnya memiliki fungsi yang saling melengkapi. Tabungan memberikan akses langsung terhadap uang yang dikumpulkan, sedangkan asuransi membantu mengelola konsekuensi finansial dari risiko yang telah ditentukan dalam perjanjian perlindungan.

Salah satu kemungkinan yang menjelaskan perbedaan tersebut adalah karakteristik manfaat kedua produk. Ketika seseorang menabung, pertambahan saldo dapat dilihat secara berkala sehingga hasilnya terasa lebih konkret.

Sebaliknya, manfaat asuransi tidak selalu dirasakan secara langsung. Seseorang membayar premi secara berkala, tetapi manfaat perlindungan baru digunakan ketika terjadi risiko yang tercakup dalam polis.

Kondisi tersebut dapat membuat sebagian anak muda memandang premi asuransi sebagai pengeluaran tambahan, bukan bagian dari strategi menjaga kestabilan keuangan. Apalagi, kelompok usia produktif biasanya memiliki berbagai kebutuhan lain, mulai dari biaya tempat tinggal, transportasi, pendidikan, hiburan, hingga kebutuhan membangun karier.

Baca Juga: Lewat Kampanye Let’s Open the Door, Generasi Muda Diajak Peduli Isu Hunian Layak di 28UILD 2026

Baca Juga: Mewaspadai Importasi Konflik Global, Menjaga Generasi Muda dari Jebakan Propaganda Ekstremis

Ada pula anggapan bahwa perlindungan kesehatan dan jiwa belum terlalu mendesak selama seseorang masih muda dan merasa sehat. Padahal, usia produktif tidak membuat seseorang sepenuhnya terbebas dari risiko kecelakaan, penyakit, atau kehilangan kemampuan bekerja.

Dengan demikian, tantangan literasi asuransi bukan sekadar memperkenalkan nama dan jenis produk kepada masyarakat. Pemahaman mengenai kapan perlindungan dibutuhkan, risiko apa yang perlu diantisipasi, serta bagaimana manfaat polis bekerja juga menjadi bagian penting dari edukasi keuangan.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.