Bitcoin Menunggu Keputusan The Fed, 3 Sinyal Ini Lebih Penting dari Suku Bunga

AKURAT.CO Bitcoin kembali bergerak di sekitar US$77.000–US$78.000, tetapi belum mampu menjauh dari area resistance US$80.000. Di tengah pergerakan yang relatif terbatas, perhatian pasar justru tertuju pada satu agenda besar: keputusan The Fed.
Harga Bitcoin bukan hanya sedang mencari arah secara teknikal. Pasar juga tengah menunggu petunjuk mengenai ke mana kebijakan moneter Amerika Serikat akan bergerak setelah September. Dalam situasi seperti ini, membaca angka suku bunga saja tidak cukup.
Bitcoin dan The Fed memiliki hubungan yang semakin penting bagi investor aset kripto. Tiga sinyal yang patut diperhatikan setelah keputusan Federal Reserve adalah dot plot atau proyeksi suku bunga, pandangan terhadap inflasi, serta penilaian terhadap pasar tenaga kerja dan kondisi ekonomi AS.
Ketiganya dapat membantu pasar membaca apakah kebijakan moneter ke depan berpotensi lebih ketat atau lebih longgar. Bagi Bitcoin, perubahan ekspektasi tersebut dapat menjadi katalis yang sama pentingnya dengan keputusan suku bunga itu sendiri.
Kenapa Bitcoin Menunggu Keputusan The Fed?
Berdasarkan data pasar dalam narasi sumber, Bitcoin berada di kisaran US$77.533,50 dengan pergerakan sekitar 0,21% dalam 24 jam terakhir. Sebelumnya, BTC sempat turun hingga sekitar US$76.439 sebelum kembali bergerak di atas US$78.000.
Pergerakan tersebut menunjukkan pasar belum memiliki keyakinan yang cukup untuk mendorong Bitcoin melewati resistance berikutnya. BTC memang sempat mencapai sekitar US$78.276, tetapi belum mampu menembus level tersebut secara meyakinkan.
Situasi itu terjadi ketika pelaku pasar menunggu rapat Federal Open Market Committee atau FOMC pada 15–16 September. Keputusan suku bunga menjadi perhatian karena perubahan biaya uang di Amerika Serikat dapat memengaruhi likuiditas dan minat investor terhadap aset berisiko, termasuk Bitcoin.
Ekspektasi pasar juga menjadi bagian penting dari cerita. Dalam materi pasar yang menjadi dasar narasi ini, probabilitas kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada September disebut telah meningkat hingga sekitar 87%.
Angka tersebut menunjukkan satu hal penting: pasar sudah membentuk ekspektasi sebelum keputusan The Fed keluar. Artinya, reaksi Bitcoin nantinya tidak hanya bergantung pada apa yang dilakukan The Fed, tetapi juga apakah keputusan dan komunikasinya berbeda dari apa yang telah diperhitungkan investor.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








