Konflik AS-Iran Mulai Mereda, Purbaya: Beban Subsidi APBN Bisa Longgar

AKURAT.CO Pemerintah melihat peluang munculnya ruang fiskal yang lebih besar apabila ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran terus mereda.
Salah satu dampak yang diperkirakan muncul adalah berkurangnya tekanan terhadap anggaran subsidi energi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah sebelumnya telah mengantisipasi risiko kenaikan harga energi global dengan menyiapkan alokasi anggaran untuk kebutuhan subsidi.
Baca Juga: Menkeu Purbaya: Lelang Aset Jadi Kontributor Terbesar PNBP
Sebab, lanjut Purbaya, apabila situasi geopolitik membaik dan harga energi kembali stabil, kebutuhan subsidi energi berpotensi menurun sehingga memberikan ruang bagi pemerintah untuk mengalokasikan anggaran ke program prioritas lainnya.
"Kan kemarin sebagian anggaran sudah kita sisihkan untuk subsidi," kata Purbaya saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin.
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa berkurangnya kebutuhan subsidi dapat menciptakan fleksibilitas yang lebih besar dalam pengelolaan APBN.
"Sehingga akan jauh berkurang (beban subsidi) dan ada ruang untuk memberi pembiayaan program-program lain yang dianggap penting oleh presiden. Jadi kita lihat seperti apa perkembangannya, kemudian baru kita sesuaikan," ujarnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan keterkaitan erat antara dinamika geopolitik global dan kondisi fiskal domestik.
Ketika konflik di kawasan penghasil energi memanas, harga minyak dan energi cenderung mengalami tekanan kenaikan yang pada akhirnya dapat meningkatkan kebutuhan subsidi pemerintah.
Baca Juga: Fuad Bawazier: Isu Ganti Menkeu Purbaya Bukan Fakta Tapi Perlawanan terhadap Agenda Pemerintah
Sebaliknya, meredanya konflik berpotensi menahan laju harga energi dan mengurangi tekanan terhadap belanja negara.
Meski demikian, Kementerian Keuangan belum akan melakukan penyesuaian terhadap postur APBN dalam waktu dekat. Pemerintah masih menunggu perkembangan situasi global serta dampaknya terhadap perekonomian nasional sebelum mengambil langkah lebih lanjut.
Purbaya menegaskan, evaluasi terhadap kebutuhan subsidi dan ruang fiskal akan dilakukan secara bertahap sesuai perkembangan kondisi ekonomi global.
Dengan pendekatan tersebut, pemerintah berharap pengelolaan APBN tetap adaptif terhadap perubahan eksternal sekaligus menjaga keberlanjutan pembiayaan program-program prioritas nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 4Diduga Singgung Status Pendatang Shin Tae-yong, Direktur Teknik Java United Lakukan Rasisme?
- 5Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 6Bantah Tuduhan Konspirasi Wasit, Presiden La Liga Sebut Real Madrid Hidup di 'Dunia Lain'
- 7Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 8Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Tiga Laga Menanti di Grup A
- 9Prabowo Pantau Penanganan Karhutla, Sebanyak 209,78 Hektare Masih Proses Pemadaman
- 10Komisi III DPR Berkomitmen All Out Jadikan RUU Perampasan Aset Super Prioritas









