Salah Kirim Bitcoin Hingga Rp628 T, Bithumb Hentikan Perdagangan Darurat

AKURAT.CO Bursa aset kripto terbesar asal Korea Selatan, Bithumb, menjadi sorotan global setelah mengalami insiden fatal akibat kesalahan manusia (human error) yang berujung pada terguncangnya harga Bitcoin dan kepanikan pengguna.
Dalam peristiwa yang terjadi Jumat malam waktu setempat, perusahaan tersebut secara tidak sengaja mendistribusikan Bitcoin senilai lebih dari USD40 miliar atau sekitar Rp628 triliun ke ratusan akun pengguna.
Kesalahan bermula dari program promosi internal. Bithumb sejatinya berniat membagikan hadiah sebesar 620.000 won atau sekitar Rp6,6 juta kepada para pemenang. Namun, seorang karyawan keliru memasukkan satuan mata uang ke dalam sistem, dari won menjadi Bitcoin, sebagaimana dikutip dari Bloomberg, Minggu (8/2/2026).
Baca Juga: PINTU Dukung Penegakan Hukum Perkuat Keamanan Ekosistem Kripto
Akibat kesalahan input tersebut, sistem secara otomatis mengirimkan 620.000 Bitcoin ke 695 akun pengguna pada pukul 19.00 waktu setempat. Jumlah itu setara hampir 3% dari total suplai maksimal Bitcoin di dunia, sebuah angka yang secara teoritis mampu mengguncang stabilitas pasar kripto global.
Tak lama setelah saldo fantastis itu masuk, sebagian pengguna langsung melakukan panic selling. Dampaknya, harga Bitcoin di platform Bithumb anjlok hingga 17% hanya dalam hitungan menit, dari sekitar 98,29 juta won menjadi 81,1 juta won per koin.
Melihat gejolak ekstrem tersebut, Bithumb segera membekukan aktivitas perdagangan dan penarikan dana pada pukul 19.40. Manajemen bursa mengklaim telah berhasil menarik kembali 99,7% Bitcoin yang salah kirim.
CEO Bithumb, Lee Jae-won, secara terbuka menyampaikan permohonan maaf dan mengakui kegagalan internal perusahaan.
“Kami gagal menjaga stabilitas dan integritas sebagai penyedia layanan aset virtual. Insiden ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab manajemen,” ujar Lee Jae-won dalam pernyataan resminya.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban, Bithumb memastikan seluruh kerugian pengguna akibat kepanikan pasar akan diganti penuh. Tak hanya itu, perusahaan juga menjanjikan bonus kompensasi tambahan sebesar 10% dari total kerugian yang dialami pengguna terdampak.
“Kami akan menggunakan aset perusahaan untuk menutupi seluruh kerugian pengguna, dengan estimasi nilai mencapai 1 miliar won,” lanjut Lee.
Baca Juga: Indodax: Fundamental Kripto Masih Kuat di Tengah Gejolak Global
Insiden ini langsung memicu respons regulator. Komisi Jasa Keuangan Korea Selatan (Financial Services Commission/FSC) bersama otoritas terkait menggelar rapat inspeksi darurat untuk menyelidiki celah prosedur operasional dan sistem pengendalian internal Bithumb.
Kasus ini menjadi perhatian serius mengingat Korea Selatan dikenal sebagai salah satu pasar kripto paling aktif di dunia, sekaligus memiliki rezim regulasi yang relatif ketat. Kesalahan berskala besar akibat human error dinilai berpotensi merusak kepercayaan publik, terutama di tengah kondisi pasar kripto global yang masih rapuh pasca gelombang likuidasi besar sejak akhir 2024.
Pengamat menilai, insiden Bithumb mempertegas bahwa risiko utama industri kripto bukan hanya berasal dari volatilitas harga, tetapi juga dari kelemahan tata kelola dan pengawasan berlapis. Dalam pasar yang beroperasi 24 jam tanpa henti, satu kesalahan teknis dapat memicu efek domino terhadap stabilitas ekonomi digital secara luas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 2Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 3Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 4Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 5FIFA ASEAN Cup: PSSI Rilis 23 Pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes dan Beckham Putra Absen
- 6Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 7Prediksi Skor Juventus vs NEC Nijmegen 18 September 2026: Siapa yang Akan Menang?
- 8Prediksi Skor Roma vs Inter 19 September 2026: Duel Dua Tim Sempurna di Olimpico
- 9Geledah Rumah Lampri, KPK Sita Bukti Dugaan Aliran Uang
- 10Presiden Prabowo: Saya Tidak Ingin Ada Orang Lapar di Indonesia









