Akurat

Standard Chartered Ungkap Tiga Tema Investasi Utama 2026

Andi Syafriadi | 8 Februari 2026, 17:50 WIB
Standard Chartered Ungkap Tiga Tema Investasi Utama 2026

AKURAT.CO Standard Chartered menilai tahun 2026 masih menawarkan peluang bagi investor, meskipun dihadapkan pada volatilitas pasar global.

Dalam laporan Global Market Outlook 2026 – Blowing Bubbles?, bank tersebut mengidentifikasi tiga tema utama investasi yang dinilai relevan untuk tahun depan.

Tema pertama adalah ekuitas, dengan fokus pada pasar yang ditopang oleh pertumbuhan laba perusahaan. Standard Chartered menilai adopsi teknologi dan kecerdasan buatan menjadi faktor struktural yang mendorong kinerja saham secara berkelanjutan.

Baca Juga: Standard Chartered Sebut Stabilitas BItcoin Jadi Kunci Masa Depan DeFi

Tema kedua adalah income, khususnya obligasi emerging markets. Instrumen ini dinilai menawarkan imbal hasil yang relatif menarik sekaligus berfungsi sebagai diversifikasi portofolio di tengah fluktuasi pasar global.

Sementara itu, tema ketiga adalah diversifiers, yang mencakup emas dan strategi investasi alternatif. Instrumen tersebut diproyeksikan dapat membantu meredam volatilitas dan menjaga keseimbangan portofolio dalam jangka panjang.

Pendekatan investasi yang disarankan menekankan pentingnya diversifikasi lintas kelas aset dan kawasan. Alokasi portofolio juga disarankan lebih terstruktur, mencakup komponen inti (core), taktis (tactical), dan oportunistik (opportunistic).

Baca Juga: OKX Gandeng Standard Chartered Uji Coba Agunan Kripto Institusional

CEO Standard Chartered Indonesia, Donny Donosepoetro OBE menyampaikan bahwa disiplin dalam membangun portofolio menjadi kunci bagi investor di tengah kondisi pasar yang penuh tantangan.

“Dalam situasi seperti ini, diversifikasi dan disiplin investasi menjadi semakin krusial agar nasabah dapat melewati volatilitas sekaligus tetap fokus pada tujuan jangka panjang,” ujar Donny.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.