Standard Chartered Sebut Stabilitas BItcoin Jadi Kunci Masa Depan DeFi
Hefriday | 7 November 2025, 19:31 WIB

AKURAT.CO Kepala Penelitian FX dan Aset Digital Standard Chartered, Geoff Kendrick, menegaskan bahwa masa depan keuangan terdesentralisasi atau decentralized finance (DeFi) sangat bergantung pada kekuatan struktural Bitcoin.
Menurutnya, tanpa stabilitas aset kripto terbesar itu, seluruh ekosistem DeFi bisa goyah dan kehilangan kepercayaan pasar.
Dikutip dari BeinCrypto, Jumat (7/11/2025) dalam pernyataannya menjelang Festival FinTech Singapura (SFF), Kendrick menggambarkan Bitcoin sebagai “aset puncak” yang menopang pertumbuhan DeFi.
Ia memperingatkan bahwa setiap keruntuhan besar terhadap Bitcoin akan menimbulkan efek domino terhadap gerakan keuangan digital yang lebih luas.
“Dapat dikatakan bahwa akhir-akhir ini saya menghabiskan sebagian besar waktu berbicara tentang DeFi mengambil alih TradFi (keuangan tradisional), tetapi agar hal itu mungkin terjadi, sebagai aset puncak, Bitcoin perlu tidak runtuh,” ujar Kendrick.
“Dapat dikatakan bahwa akhir-akhir ini saya menghabiskan sebagian besar waktu berbicara tentang DeFi mengambil alih TradFi (keuangan tradisional), tetapi agar hal itu mungkin terjadi, sebagai aset puncak, Bitcoin perlu tidak runtuh,” ujar Kendrick.
Baca Juga: Stablecoin Buka Jalan bagi Industri DeFi Senilai USD2 Triliun
Komentar ini muncul di tengah meningkatnya perhatian global terhadap infrastruktur blockchain dan masa depan sistem keuangan terbuka.
Komentar ini muncul di tengah meningkatnya perhatian global terhadap infrastruktur blockchain dan masa depan sistem keuangan terbuka.
Singapura, yang menjadi tuan rumah SFF, akan mempertemukan institusi keuangan, regulator, serta pelaku inovasi digital untuk membahas arah perkembangan ekosistem keuangan baru yang mengedepankan transparansi dan efisiensi.
Bagi Standard Chartered, salah satu bank besar dunia yang cukup aktif dalam riset aset digital, pandangan Kendrick menandai pergeseran penting.
Bagi Standard Chartered, salah satu bank besar dunia yang cukup aktif dalam riset aset digital, pandangan Kendrick menandai pergeseran penting.
Fokus analisis kini tidak lagi sekadar pada spekulasi harga, melainkan pada peran sistemik Bitcoin dalam menopang kestabilan ekonomi digital global.
“Banyak analis memang berfokus pada target harga Bitcoin, tetapi Kendrick menyoroti hal yang lebih fundamental diantaranya bahwa legitimasi DeFi bergantung pada ketahanan Bitcoin sebagai fondasi utamanya,” ujar seorang pengamat dikutip oleh Bloomberg Crypto, Jumat (7/11/2025).
Kendrick pun memperkenalkan strategi investasi tiga langkah yang ia sebut sebagai “rencana akumulasi terstruktur” bagi para investor Bitcoin. Langkah ini disusun untuk menghadapi volatilitas harga yang tinggi, dengan pandangan bahwa penurunan di bawah level USD100.000 bisa menjadi yang terakhir sebelum memasuki fase bull run baru.
Strateginya mencakup pembelian 25% dari total target alokasi pada harga saat ini, 25% lagi jika Bitcoin menembus dan menutup di atas USD103.000, serta sisanya (50%) ketika rasio Bitcoin terhadap emas naik di atas angka 30.
“Banyak analis memang berfokus pada target harga Bitcoin, tetapi Kendrick menyoroti hal yang lebih fundamental diantaranya bahwa legitimasi DeFi bergantung pada ketahanan Bitcoin sebagai fondasi utamanya,” ujar seorang pengamat dikutip oleh Bloomberg Crypto, Jumat (7/11/2025).
Kendrick pun memperkenalkan strategi investasi tiga langkah yang ia sebut sebagai “rencana akumulasi terstruktur” bagi para investor Bitcoin. Langkah ini disusun untuk menghadapi volatilitas harga yang tinggi, dengan pandangan bahwa penurunan di bawah level USD100.000 bisa menjadi yang terakhir sebelum memasuki fase bull run baru.
Strateginya mencakup pembelian 25% dari total target alokasi pada harga saat ini, 25% lagi jika Bitcoin menembus dan menutup di atas USD103.000, serta sisanya (50%) ketika rasio Bitcoin terhadap emas naik di atas angka 30.
“Ini adalah indikator penting untuk menilai kekuatan fundamental Bitcoin terhadap aset lindung nilai klasik seperti emas,” ujar Kendrick.
Sementara itu, laporan US Crypto News mencatat bahwa beberapa faktor lain turut memperkuat sentimen pasar terhadap Bitcoin dan DeFi.
Sementara itu, laporan US Crypto News mencatat bahwa beberapa faktor lain turut memperkuat sentimen pasar terhadap Bitcoin dan DeFi.
Di antaranya, aktivitas pembelian besar oleh “whale” Ethereum senilai USD1,37 miliar, serta langkah strategis dari lembaga keuangan seperti Circle dan SBI Digital Markets yang memperluas adopsi blockchain di sektor keuangan formal.
Dalam konteks yang lebih luas, pernyataan Kendrick menegaskan perubahan paradigma: bahwa keberlanjutan inovasi keuangan berbasis blockchain tidak hanya ditentukan oleh tren harga, tetapi juga oleh kemampuan aset utamanya untuk menjaga kepercayaan dan kestabilan sistemik.
Dalam konteks yang lebih luas, pernyataan Kendrick menegaskan perubahan paradigma: bahwa keberlanjutan inovasi keuangan berbasis blockchain tidak hanya ditentukan oleh tren harga, tetapi juga oleh kemampuan aset utamanya untuk menjaga kepercayaan dan kestabilan sistemik.
Dengan kata lain, Bitcoin bukan sekadar “mata uang digital”, melainkan pondasi bagi ekosistem keuangan baru yang tengah dibangun.
Seiring meningkatnya partisipasi institusional dan berkembangnya infrastruktur regulasi, pengamat menilai bahwa fokus terhadap stabilitas jangka panjang Bitcoin akan menjadi salah satu faktor kunci dalam menentukan masa depan industri DeFi.
Seiring meningkatnya partisipasi institusional dan berkembangnya infrastruktur regulasi, pengamat menilai bahwa fokus terhadap stabilitas jangka panjang Bitcoin akan menjadi salah satu faktor kunci dalam menentukan masa depan industri DeFi.
Jika Bitcoin mampu mempertahankan kekuatannya, maka revolusi keuangan digital yang lebih inklusif dan efisien bukanlah sekadar mimpi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









