Misbakhun: Danantara Menghubungkan Industri, Pembiayaan dan Investor

AKURAT.CO Indonesia memasuki fase krusial dalam mendorong pertumbuhan ekonomi 2026 melalui investasi strategis yang terarah dan berdampak nyata.
Dalam forum Indonesia Economic Outlook 2026, isu investasi strategis, hilirisasi industri, hingga penguatan sektor riil menjadi sorotan utama.
Investasi Strategis Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan
“Indonesia membutuhkan investasi yang memberi dampak nyata, menciptakan industri, memperluas lapangan kerja, dan meningkatkan kapasitas nasional. Ini yang harus menjadi fokus agar pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan inklusif,” ujarnya di Jakarta, Kamis (19/2/2026).
Sebagai Ketua Komisi XI DPR yang membidangi keuangan, perencanaan pembangunan nasional, moneter, dan sektor jasa keuangan, Misbakhun menekankan momentum ini harus segera diterjemahkan dalam eksekusi konkret dan konsisten.
Menurutnya, dinamika global saat ini menuntut Indonesia bergerak cepat memperkuat industri domestik, terutama di sektor energi, mineral kritis, pangan, dan teknologi.
Hilirisasi dan Sektor Masa Depan Jadi Prioritas
Misbakhun menilai pendekatan tersebut relevan dengan kebutuhan ekonomi Indonesia saat ini.
“Presentasi yang disampaikan menunjukkan adanya upaya untuk menempatkan investasi sebagai instrumen transformasi, bukan sekadar pembiayaan proyek. Fokus pada hilirisasi, penguatan industri, dan sektor masa depan adalah langkah yang tepat, selama konsisten dijalankan dan dikawal dengan tata kelola yang kuat,” katanya.
Dirinya menambahkan, keberhasilan hilirisasi mineral, pengembangan energi baru, agrikultur modern, serta infrastruktur digital akan sangat menentukan daya saing Indonesia dalam jangka panjang.
Peran Danantara dalam Ekosistem Investasi Nasional
Danantara Indonesia disebut mulai membangun kerangka investasi jangka panjang yang lebih terstruktur. Platform investasi nasional ini dinilai menjadi jembatan antara kebutuhan industri, pembiayaan, dan minat investor.
“Kehadiran Danantara memberi sinyal bahwa negara mulai membangun mekanisme yang lebih sistematis untuk menghubungkan kebutuhan industri, pembiayaan, dan minat investor. Ini langkah penting, karena proyek strategis membutuhkan institusi yang mampu mengawal dari perencanaan sampai eksekusi,” ujar Misbakhun.
Dalam forum tersebut, Danantara memaparkan pipeline investasi lintas sektor, mulai dari hilirisasi mineral, energi baru, agrikultur, hingga infrastruktur digital. Strategi ini dinilai sebagai bagian dari upaya memperkuat struktur ekonomi nasional secara berkelanjutan.
Tantangan Desain Kebijakan hingga Realisasi Proyek
Meski arah kebijakan dinilai tepat, Misbakhun mengingatkan bahwa ekspektasi publik terhadap lembaga penggerak investasi negara sangat tinggi.
“Tantangannya sekarang adalah pembuktian. Bukan hanya desain kebijakan, tetapi realisasi proyek yang berjalan, industri yang tumbuh, dan manfaat yang dirasakan masyarakat. Di situ kredibilitas akan terbentuk,” tegasnya.
Dirinya menekankan profesionalisme, tata kelola yang kuat, dan hasil konkret sebagai tolok ukur utama keberhasilan investasi strategis.
Sinergi Pemerintah dan Dunia Usaha Jadi Penentu
Keberhasilan agenda investasi nasional tidak bisa berdiri sendiri. Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, lembaga pembiayaan, dan mitra global menjadi faktor kunci.
Pasca Indonesia Economic Outlook 2026, arah pembangunan dinilai semakin tegas: investasi harus menjadi instrumen transformasi, bukan sekadar target tahunan. Fokus pada nilai tambah, teknologi, dan produktivitas menjadi fondasi menuju ekonomi yang lebih resilien.
Momentum ini, menurut Misbakhun, harus dijaga dengan konsistensi eksekusi dan disiplin tata kelola agar benar-benar membawa dampak luas bagi perekonomian nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









