Berdampak Lebih Luas ke Perekonomian, OJK Dorong Bank Universal

AKURAT.CO Otoritas Jasa Keuangan menyakini universal banking atau bank universal dapat menjadi game changer dan memperluas peran bank di pasar modal Tanah Air.
Menurut Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, pihaknya telah mendorong implementasi universal banking lewat usulan dalam amandemen UU P2SK, yang realisasinya masih menunggu restu DPR.
"OJK mendorong penerapan universal banking secara bertahap dengan memanfaatkan regulasi dan aturan yang sudah ada. Lewat penerapan universal banking, kontribusi perbankan ke pendalaman pasar keuangan akan jauh lebih besar," ujar Dian.
Apa Itu Universal Banking?
Universal banking adalah model perbankan di mana bank dapat menyediakan layanan keuangan secara terintegrasi dalam satu entitas, mencakup perbankan komersial (penghimpunan dana dan penyaluran kredit) seperti yang sudah berjalan saat ini dengan kegiatan lainnya seperti:
Baca Juga: Akhirnya OJK Tegas ke Finfluencer Nakal
- Aktivitas pasar modal (investment banking, underwriting, brokerage)
- Aset kripto, treasury, dan transaksi derivatif dengan underlying yang lebih luas
- Manajemen aset, wealth management, dana perwalian: family office dan trust
- Layanan keuangan lain: islamic dan sustainable finance serta financial advisory
Bank tidak hanya berfungsi sebagai lembaga intermediasi tradisional, tetapi juga sebagai penyedia layanan keuangan terpadu (one-stop financial services provider) yang melayani nasabah ritel, korporasi, hingga high net worth individuals dalam satu ekosistem.
Kegiatan dan produk dalam kerangka universal bank diatas tidak seluruhnya harus dilakukan namun disesuaikan dengan kesiapan manajemen risiko, tata kelola, permodalan, TI, SDM dan infrastruktur pendukung lainnya dari masing-masing bank.
Manfaat Universal Banking
1. Cross-Selling & Diversifikasi Pendapatan
Dengan portofolio produk yang lebih lengkap, bank dapat melakukan cross-selling secara lebih efektif, misalnya menawarkan investasi kepada nasabah ritel atau produk asuransi kepada nasabah korporasi, yang pada akhirnya memperkuat pendapatan non bunga.
Di sisi lain, integrasi berbagai layanan dalam satu ekosistem bank, menciptakan switching cost yang lebih tinggi bagi nasabah (khususnya high net worth individuals) jika ingin pindah ke bank lain, sehingga pada gilirannya meningkatkan loyalitas nasabah.
2. Efisiensi Operasional dan Inovasi Produk/Layanan Keuangan
Dengan mengintegrasikan beragam jasa keuangan, bank dapat menggunakan infrastruktur, teknologi, dan jaringan distribusi secara bersama sehingga biaya operasional menjadi lebih rendah dan meningkatkan efisiensi. Pada saat yang sama, kolaborasi antar unit bisnis menjadi lebih kuat, memungkinkan pengembangan produk dapat lebih cepat dirancang dan dihadirkan ke pasar.
3. Kontribusi terhadap Inklusi Keuangan
Dengan perluasan kegiatan usaha oleh bank, masyarakat dapat mengakses lebih banyak produk keuangan formal, mulai dari tabungan/giro/deposito, serta produk investasi, dalam satu pintu, sehingga mengurangi kendala akses dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam sistem keuangan formal.
4. Mendorong Daya Saing Global Perbankan Indonesia
Perluasan kegiatan usaha perbankan memberi peluang besar bagi bank-bank di Indonesia sebagai pemain utama di sektor finansial yang setara dengan pesaing di level regional maupun global. Dengan cakupan layanan yang lebih luas dan terintegrasi, bank dapat membangun kompetensi yang sebelumnya hanya dimiliki bank pesaing di pasar internasional.
5. Diversifikasi Risiko
Pendapatan yang bersumber dari berbagai lini bisnis, seperti kredit, aktivitas pasar modal, financial advisory, wealth management, dan layanan keuangan lainnya, membuat struktur pendapatan bank menjadi lebih seimbang dan tidak bergantung pada satu jenis bisnis saja. Dengan portofolio bisnis yang terdiversifikasi, bank memiliki kemampuan yang lebih kuat untuk menghadapi perubahan kondisi ekonomi.
6. Pendalaman Pasar Keuangan Nasional
Kondisi pasar keuangan indonesia yang masih relatif dangkal dibandingkan dengan negara-negara tetangga, seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand, menunjukkan perlunya percepatan pendalaman pasar. Dalam konteks ini, perluasan kegiatan usaha dan produk oleh perbankan dapat menjadi katalis dukungan bagi program pemerintah.
Kemampuan bank untuk menyediakan layanan keuangan yang lebih luas dalam satu ekosistem terintegrasi memungkinkan bank berperan lebih aktif dalam mendorong inovasi instrumen baru, memperluas basis investor, dan meningkatkan akses masyarakat terhadap produk investasi maupun pembiayaan jangka panjang.
Universal Bank di Indonesia
Di Indonesia, belum ada perusahaan yang beroperasi sebagai universal bank murni. Kebanyakan memisahkan unit bisnis investasi mereka dari induk usahanya, seperti Mandiri Sekuritas yang merupakan entitas anak PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI).
Berbeda dengan commercial bank yang kegiatannya intermediasi/ mengumpulkan dana masyarakat untuk kemudian menyalurkannya kembali sebagai pinjaman, universal bank, selain beroperasi sebagai commercial bank, juga berperan sebagai investment bank (jasa di pasar modal) atau di Indonesia lebih dikenal sebagai perusahaan efek.
Secara umum, perusahaan efek di Indonesia terbagi dalam dua kelompok. Pertama sell side atau lebih dikenal sebagai perusahaan sekuritas yang tugasnya membantu perusahaan menjual saham obligasi dan sumber pendanaan lainnya.
Kedua, buy side atau dikenal sebagai manajer investasi yang tugasnya membantu investor untuk menginvestasikan dananya ke instumen pasar modal. Awalnya, perusahaan sekuritas diperbolehkan melaksanakan aktivitas yang dilakukan oleh manajer investasi. Namun kemudian diharuskan terpisah.
Sebagai catatan, investment bank tdak diperbolehkan mengumpulkan dana dari masyarakat. Dengan demikian, investment bank mayoritas adalah perusahaan sekuritas.
Investmen Bank dan Divisi Investment Banking
Di sebuah perusahaan Investment Bank, lazimnya terdapat divisi Investment Banking. Seperti diketahui, tugas Investment Bank biasanya terbagi dalam dua kategori besar.
Pertama, tim yang bertugas berhubungan langsung dengan perusahaan untuk mendekati dan membantu perusahaan tersebut dalam melakukan pendanaan, misalnya mereka merekomendasikan perusahaan tersebut untuk menerbitkan saham dalam sebuah IPO. Divisi ini biasanya dinamakan Divisi Investment Banking.
Ketika sebuah perusahaan tersebut setuju untuk menerbitkan saham, Investment Bank ini perlu meyakinkan investor untuk membeli sahamnya. Tim yang bertugas menjual saham ini dan berhubungan dengan investor, seperti Fund Manager atau investor perorangan, dikenal dengan Divisi Capital Market atau Brokerage.
Divisi ini melayani investor tidak hanya pada saat penerbitan saham pertama kalinya (IPO) di pasar perdana. Mereka juga akan melayani investor atau Fund Manager di kemudian hari jika ingin bertransaksi di Bursa Efek pasar sekunder.
Satu lagi yang sering muncul adalah stock borker. Jika sebuah investment bank atau perusahaan sekuritas hanya memiliki divisi capital market atau brokerage saja, maka biasanya dinamakan stock broker atau brokerage house. Di Indonesia dikenal dengan istilah broker saham atau pialang saham.
Bank Universal Global
JPMorgan Chase secara luas dianggap sebagai bank universal global terkemuka, memimpin dalam kapitalisasi pasar dan menawarkan layanan komprehensif termasuk perbankan konsumen, komersial, dan investasi.
Bank universal global papan atas lainnya dengan operasi yang besar dan terdiversifikasi di bidang ritel, korporasi, dan perbankan investasi meliputi Bank of America, Citigroup, HSBC, dan UBS.
Bank-bank ini dicirikan oleh kemampuan mereka untuk menyediakan rangkaian lengkap layanan keuangan—perbankan ritel, pengelolaan kekayaan, dan perbankan investasi—di pasar internasional utama.
Berikut sejumlah bank universal global teratas.
1. JPMorgan Chase & Co. (AS)
Seringkali dinobatkan sebagai bank terbesar di dunia berdasarkan kapitalisasi pasar, menyediakan layanan kepada konsumen dan perusahaan di seluruh dunia.
2. Bank of America (AS)
Sebuah bank besar dan terdiversifikasi dengan kehadiran yang kuat di sektor ritel dan korporasi.
3. Citigroup (AS)
Jaringan global terkemuka yang menyediakan layanan keuangan komprehensif kepada perusahaan multinasional dan individu.
4. UBS (Swiss)
Setelah mengakuisisi Credit Suisse, UBS menjadi bank swasta terbesar di dunia dan pengelola kekayaan global utama.
5. HSBC Holdings (UK)
Sebuah institusi global besar dengan akar yang kuat di Asia dan Eropa.
6. Industrial and Commercial Bank of China (ICBC) (China)
Salah satu bank terbesar berdasarkan aset dan kapitalisasi pasar.
7. Crédit Agricole (Prancis)
Sebuah bank universal terkemuka di Eropa dengan jejak global yang signifikan.
8. Deutsche Bank (Jerman)
Pemain utama Eropa yang dikenal karena jangkauan globalnya di bidang investasi dan perbankan korporasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










