Akurat

Pahami Apa Itu Dana Darurat dan Cara Menghitungnya

Redaksi Akurat | 22 Februari 2026, 22:57 WIB
Pahami Apa Itu Dana Darurat dan Cara Menghitungnya

AKURAT.CO Mengatur keuangan bukan hanya tentang menabung atau berinvestasi, tetapi juga mempersiapkan diri menghadapi hal-hal yang tak terduga.

Salah satu cara untuk menjaga kestabilan finansial adalah dengan memiliki dana darurat. Dana ini berperan penting sebagai penyelamat keuangan saat terjadi keadaan mendesak seperti kehilangan pekerjaan, sakit, atau keperluan renovasi rumah.

Memiliki dana darurat membantu kamu tetap tenang ketika kondisi keuangan tiba-tiba berubah.

Dengan dana ini, kamu tidak perlu bergantung pada utang atau menjual aset berharga di saat genting.

Oleh karena itu, memahami apa itu dana darurat dan bagaimana cara menghitungnya dengan tepat menjadi langkah awal yang penting dalam membangun keuangan yang sehat dan stabil.

Baca Juga: 5 Cara Hadapi Volatilitas Kripto, Upbit Imbau Dana Darurat Dijadikan Prioritas

Definisi Dana Darurat

Dana darurat adalah sejumlah uang yang disiapkan khusus untuk menghadapi keadaan darurat atau mendesak yang tidak dapat diprediksi sebelumnya.

Dana ini berfungsi sebagai perlindungan finansial agar kamu tidak perlu meminjam uang atau menjual aset ketika menghadapi situasi mendesak.

Oleh karena itu, memiliki dana darurat merupakan bagian penting dari manajemen keuangan yang membantu menjaga kestabilan finansial sekaligus memberikan rasa aman di tengah ketidakpastian hidup.

Dana ini sebaiknya disimpan di tempat yang aman, mudah diakses, dan memiliki tingkat likuiditas tinggi, seperti tabungan konvensional atau deposito jangka pendek.

Dengan adanya dana darurat, kamu dapat merasa lebih tenang karena telah memiliki “jaringan pengaman” finansial yang siap digunakan ketika penghasilan terganggu atau muncul pengeluaran mendesak.

Baca Juga: Masyarakat Diminta Siapkan Dana Darurat Bakal Hadapi Ancaman Resesi 2023

Pentingnya Mempersiapkan Dana Darurat

Banyak orang sering mengabaikan dana darurat karena merasa penghasilan yang ada sudah cukup untuk kebutuhan bulanan.

Padahal, tanpa dana darurat, kondisi keuangan bisa terguncang jika tiba-tiba muncul pengeluaran besar di luar rencana.

Beberapa alasan mengapa dana darurat penting antara lain:

  1. Mencegah utang konsumtif: Dengan memiliki dana darurat, kamu tidak perlu berhutang atau menggunakan kartu kredit saat menghadapi keadaan mendesak.
  2. Menjaga stabilitas keuangan: Dana darurat membantu agar keuangan tetap seimbang tanpa harus mengorbankan tabungan atau investasi jangka panjang.
  3. Memberikan ketenangan batin: Mengetahui bahwa kamu memiliki dana cadangan membuatmu lebih tenang dalam menghadapi ketidakpastian hidup.
  4. Menghindari gangguan pada tujuan keuangan lain: Dengan dana darurat, kamu tidak perlu menjual aset, mencairkan investasi, atau mengganggu dana pendidikan dan pensiun untuk menutupi kebutuhan darurat.
  5. Mendukung persiapan masa pensiun: Jika dana darurat jarang digunakan dan terus bertambah, kamu bisa mengalokasikan sebagian ke tabungan atau investasi jangka panjang untuk memperkuat dana pensiun di masa depan.

Cara Menghitung Dana Darurat

Langkah pertama untuk menghitung dana darurat adalah memahami berapa besar pengeluaran bulananmu.

Setelah itu, tentukan berapa bulan kamu ingin menyiapkan cadangan dana darurat tersebut.

Umumnya, jumlah ideal berbeda-beda tergantung pada kondisi finansial dan tanggungan seseorang.

1. Hitung Total Pengeluaran Bulanan

Catat seluruh pengeluaran rutin setiap bulan, mulai dari kebutuhan pokok (makanan, listrik, air, transportasi), cicilan, tagihan, hingga biaya lain seperti kesehatan dan pendidikan.

2. Tentukan Durasi Perlindungan Dana Darurat

Umumnya, jumlah dana darurat ideal tergantung pada status dan tanggungan:

  • Lajang (belum menikah): 3–6 kali pengeluaran bulanan.
  • Menikah: 6–9 kali pengeluaran bulanan.
  • Menikah dan menjadi orang tua: 9–12 kali pengeluaran bulanan.

3. Gunakan Rumus Sederhana untuk Menghitung Dana Darurat

Setelah mengetahui total pengeluaran bulanan dan jumlah bulan yang ingin disiapkan, gunakan rumus berikut:

Dana Darurat = Pengeluaran Bulanan × Jumlah Bulan yang Diinginkan

Contoh:

Jika pengeluaran bulanan kamu Rp4.000.000 dan kamu ingin menyiapkan dana darurat untuk 6 bulan, maka:

Dana Darurat = Pengeluaran Bulanan × Jumlah Bulan yang Diinginkan

                       = Rp4.000.000 × 6 

                       = Rp24.000.000

Artinya, kamu perlu menyiapkan dana darurat sebesar Rp24.000.000 agar aman dalam menghadapi kondisi tak terduga.

4. Evaluasi dan Sesuaikan secara Berkala 

Seiring berjalan waktu, pengeluaran bisa meningkat karena inflasi atau perubahan gaya hidup. Oleh karena itu, penting untuk melakukan evaluasi dana darurat minimal setahun sekali agar tetap sesuai kebutuhan.

Tips Mengumpulkan Dana Darurat

Mengumpulkan dana darurat mungkin terasa sulit awal, apalagi jika pendapatan terbatas. Namun, dengan strategi yang tepat, hal ini dapat dilakukan secara bertahap. Berikut beberapa tips mudah yang bisa membantu untuk mencapai target: 

  1. Mulai dari nominal kecil tetapi konsisten: Sisihkan sebagian kecil dari pendapatan, sekitar 5–10% setiap bulan secara konsisten, untuk membangun dana darurat secara bertahap.
  2. Gunakan rekening terpisah: Dana darurat sebaiknya ditempatkan pada rekening khusus yang berbeda dari rekening utama agar penggunaannya terkontrol serta menghindari godaan untuk menggunakannya.
  3. Pilih tempat penyimpanan yang aman dan likuid: Simpan dana darurat di tabungan, e-wallet, atau deposito jangka pendek agar mudah diambil saat dibutuhkan.
  4. Kurangi pengeluaran tidak penting: Lakukan evaluasi rutin terhadap gaya hidup, kurangi pengeluaran yang tidak esensial, dan alokasikan dana lebih banyak untuk membangun dana darurat.
  5. Gunakan hanya untuk keadaan mendesak: Pastikan dana ini hanya digunakan untuk kondisi benar-benar darurat seperti sakit, kehilangan pekerjaan, atau keadaan mendesak lainnya.

Dana darurat merupakan pondasi utama dalam perencanaan keuangan yang sehat.

Dengan memiliki dana cadangan ini, kamu dapat menghadapi situasi mendadak tanpa perlu mengorbankan stabilitas finansial.

Mulailah menghitung kebutuhan dan darurat sesuai kondisi hidupmu, siapkan sedikit demi sedikit secara konsisten, dan simpan di tempat yang aman serta mudah diakses.

Ingat, membangun dana darurat bukan soal seberapa besar jumlahnya, tetapi seberapa disiplin dan konsisten kamu dalam menyiapkannya.

Vania Tri Yuniar (Magang)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.