BI Jaring 800 Talenta Digital, Bakal Ikuti Sandbox hingga Komersialisasi

AKURAT.CO Bank Indonesia resmi meluncurkan program pengembangan talenta digital nasional bertajuk Digdaya. Program ini menargetkan 800 tim atau hampir 3.000 talenta digital dari seluruh Indonesia untuk dibina hingga tahap komersialisasi dan pendanaan.
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengatakan Digdaya dirancang untuk mengakselerasi transformasi ide menjadi bisnis digital yang layak secara komersial.
“Daftar. Kita akan training kalian. Dari visi menjadi business proposal yang layak dan profitable,” ujar Perry dalam acara Soft Launching Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) di Jakarta, Senin (23/2/2026).
Skema 3 Tahap, Seleksi Ketat
Program Digdaya berlangsung dalam tiga tahap terstruktur. Tahap pertama, sebanyak 800 tim akan mengikuti pelatihan dasar selama 2–3 bulan untuk menyusun proposal bisnis digital yang feasible dan bankable.
Tahap kedua, 480 tim terpilih masuk fase sand boxing selama dua bulan. Pada fase ini, peserta melakukan uji coba model bisnis bersama mentor industri dan calon investor.
Tahap akhir, dari 480 tim nantinya hanya 80 tim terbaik yang akan menjalani capstone project hingga siap komersialisasi serta memperoleh akses pendanaan.
Bank Indonesia Buka 3 Klaster Utama
Tiga klaster tersebut yakni pertama, layanan keuangan dan pembayaran digital, termasuk cybersecurity dan credit rating. Kedua, inklusi keuangan serta digitalisasi UMKM. Terakhir, ekspor jasa digital berbasis AI dan cloud computing.
“Kita ingin talenta digital Indonesia bisa servis global office digital. Kalian bisa kerja dari warung kopi,” kata Perry.
Kebutuhan Talenta Digital dan Agenda Transformasi
Peluncuran Digdaya berlangsung di tengah percepatan transformasi ekonomi digital nasional. Berdasarkan laporan e-Conomy SEA 2023 oleh Google, Temasek, dan Bain & Company, nilai ekonomi digital Indonesia mencapai sekitar US$82 miliar pada 2023 dan diproyeksikan menembus USD130 miliar pada 2025.
Sementara itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika sebelumnya memperkirakan Indonesia membutuhkan sekitar 9 juta talenta digital hingga 2030 untuk mendukung transformasi digital nasional.
Bank Indonesia sebagai otoritas moneter memiliki mandat menjaga stabilitas sistem pembayaran dan mendorong digitalisasi keuangan. Data BI menunjukkan nilai transaksi uang elektronik pada 2023 mencapai lebih dari Rp495 triliun, tumbuh dua digit dibanding tahun sebelumnya.
Program Digdaya menjadi bagian dari strategi penguatan ekosistem sistem pembayaran digital, termasuk QRIS dan inovasi keuangan berbasis teknologi.
Dampak terhadap Publik dan Ekosistem Digital
Bagi publik, program ini membuka akses pembinaan terstruktur bagi calon wirausaha digital dari berbagai daerah, tidak terbatas pada pusat ekonomi seperti Jakarta.Bagi industri, skema sand boxing dan pendanaan berpotensi mempercepat lahirnya startup yang memiliki model bisnis teruji, bukan sekadar berbasis ide.
Pendekatan bertahap dari 800 tim menjadi 80 tim menunjukkan proses kurasi ketat untuk memastikan kesiapan komersial dan keberlanjutan usaha.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 7Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 8Kalender Jawa 23 September 2026: Watak Weton Rabu Pon Dikenal Cerdas dan Mudah Bergaul
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK










