Apa Itu Obligasi Negara Ritel (ORI)? Ini Panduan Lengkap Investasinya

AKURAT.CO Investasi Obligasi Ritel Indonesia (ORI) semakin digemari oleh investor di Indonesia, terutama bagi pemula yang ingin memulai investasi aman dengan hasil menarik dan risiko relatif rendah. Produk ini menawarkan peluang mendapatkan pendapatan tetap berupa kupon yang dibayar rutin, sambil ikut berkontribusi pada pembiayaan pembangunan negara.
Obligasi Ritel Indonesia merupakan surat utang yang diterbitkan oleh Pemerintah RI dan ditawarkan khusus kepada perorangan WNI untuk berinvestasi.
Ketika Anda membeli ORI, berarti Anda meminjamkan uang kepada pemerintah, dan sebagai imbalannya pemerintah akan membayar bunga tetap (kupon) secara berkala serta mengembalikan modal pokok saat jatuh tempo.
Baca Juga: Pefindo Sunat Peringkat Kredit WIKA ke Level Default Usai Gagal Bayar Obligasi
Keuntungan Investasi ORI
- Aman dan Terpercaya
- Pendapatan Tetap dan Stabil
- Modal Terjangkau
- Likuiditas di Pasar Sekunder
- Potensi Capital Gain
- Kontribusi terhadap Pembangunan Nasional
Cara Kerja ORI
1. Penerbitan oleh Pemerintah
Pemerintah membuka masa penawaran ORI pada jadwal tertentu, seperti seri ORI027, ORI028, atau lainnya.
2. Pembelian oleh Investor Ritel
Individu dapat membeli ORI melalui mitra distribusi resmi seperti bank atau platform digital.
3. Pembayaran Kupon Rutin
Investor menerima bunga tetap sesuai jadwal dalam periode tenor yang dipilih, misalnya 3 tahun atau 6 tahun.
4. Pengembalian Pokok Saat Jatuh Tempo
Pada akhir tenor, pemerintah akan mengembalikan modal pokok secara penuh kepada investor.
Cara Membeli ORI
1. Registrasi di Mitra Distribusi Resmi
Sebelum masa penawaran dimulai, lakukan registrasi melalui aplikasi bank atau platform investasi yang menjadi mitra distribusi ORI.
2. Pilih Seri ORI yang Akan Dibeli
Pastikan membaca informasi memorandum produk, termasuk tenor dan kupon.
3. Lakukan Pembayaran
Setelah registrasi dan pemesanan, lakukan pembayaran sesuai jadwal agar alokasi obligasi tercatat atas nama Anda.
4. Pantau Kepemilikan Anda
Investor dapat mengecek status kepemilikan ORI melalui platform e-SBN atau aplikasi bank.
Risiko yang Perlu Dipahami
1. Risiko Pasar Sekunder
Harga saat dijual di pasar sekunder bisa berfluktuasi tergantung kondisi pasar.
- Risiko Suku Bunga
Ketika suku bunga pasar naik, harga obligasi lama bisa turun jika dijual sebelum jatuh tempo.
Baca Juga: Mengenal Lebih Dekat Yield Obligasi dan Cara Kerjanya
Perbandingan Singkat Obligasi dengan Jenis Investasi Lain
Obligasi merupakan surat utang yang memberikan bunga tetap dan risiko rendah, saham merupakan bentuk kepemilikan perusahaan yang memiliki potensi return lebih tinggi tetapi juga bergejolak.
Obligasi lebih cocok untuk investor konservatif atau yang butuh pendapatan pasif stabil.
ORI sebagai pilihan investasi menarik bagi investor pemula maupun yang mencari risiko rendah dengan imbal hasil tetap.
Melalui kupon bulanan, pengembalian pokok yang dijamin negara, dan modal terjangkau, ORI bisa menjadi dasar portofolio investasi yang stabil.
Dengan memahami cara kerja, keuntungan dan risiko, investor dapat memaksimalkan potensi keuntungan dari instrumen ini.
Marina Yeremin Sindika Sari (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









