Bos OJK Respons Masukan MSCI Soal Reformasi Pasar Modal RI: Mendukung Penuh, Siap Berkantor di BEI
Yosi Winosa | 29 Januari 2026, 16:38 WIB

AKURAT.CO Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmennya untuk mempercepat reformasi pasar modal Indonesia, khususnya dalam merespons masukan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait penilaian free float saham.
Langkah ini dinilai krusial untuk memperkuat daya saing Bursa Efek Indonesia (BEI) di mata investor global sekaligus meningkatkan kepercayaan pasar.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, menyampaikan bahwa reformasi tersebut menjadi salah satu fokus utama dalam rapat koordinasi yang digelar di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (29/1/2026).
Rapat tersebut dihadiri sejumlah pemangku kebijakan strategis, mulai dari Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, hingga Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.
Selain itu, turut hadir Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Rosan Roeslani, Kepala Badan Pengaturan BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia Dony Oskaria, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Kehadiran lintas otoritas ini menegaskan bahwa agenda reformasi pasar modal menjadi kepentingan nasional yang bersifat lintas sektor.
OJK Nilai Masukan MSCI sebagai Sinyal Positif
Mahendra menekankan bahwa seluruh pihak yang hadir dalam rapat koordinasi tersebut sepakat mendukung penuh langkah-langkah reformasi dan penguatan pasar keuangan nasional.
“Sejumlah hal yang dibahas, tapi yang berkaitan dengan ini, semua mendukung penuh langkah-langkah reformasi perbaikan dan penguatan,” ujar Mahendra dalam konferensi pers di Main Hall Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (29/1/2026).
Menurut Mahendra, OJK memandang evaluasi MSCI bukan sebagai tekanan, melainkan masukan konstruktif yang justru mencerminkan kepercayaan investor global terhadap prospek pasar modal Indonesia. Ia menilai saham-saham Indonesia tetap memiliki fundamental yang kuat dan layak menjadi tujuan investasi jangka panjang.
Targetkan Standar BEI Setara Pasar Global
OJK memastikan akan menindaklanjuti masukan MSCI dengan serangkaian kebijakan konkret yang bertujuan meningkatkan kualitas tata kelola, likuiditas, serta struktur kepemilikan saham di pasar modal.
“Jadi solid semua mendukung hal itu. Karena kepentingan nasional untuk melihat bahwa Bursa Efek Indonesia memang setara dengan kondisi dan perkembangan serta standar yang ada di mancanegara,” kata Mahendra.
Dirinya menambahkan, penguatan dan pendalaman pasar modal menjadi agenda utama agar BEI semakin kompetitif di tengah dinamika global dan mampu menarik aliran dana asing secara berkelanjutan.
Transparansi dan Integritas Jadi Kunci Reformasi
Lebih lanjut, Mahendra menegaskan bahwa inti dari reformasi yang sedang disiapkan OJK berfokus pada peningkatan transparansi dan integritas pasar. “Jadi kunci dasarnya adalah reformasi yang memperbaiki, transparansi, dan integritas,” ujarnya.
Dirinya memastikan seluruh unsur regulator dan pemangku kepentingan akan bergerak cepat agar reformasi tidak berhenti di level wacana, tetapi segera terealisasi secara efektif.
OJK Berkantor di BEI, Reformasi Dipacu Lebih Cepat
Sebagai bentuk keseriusan, OJK bahkan memutuskan untuk berkantor langsung di lingkungan Bursa Efek Indonesia guna mempercepat koordinasi dan implementasi kebijakan. “Dan untuk memastikan hal itu mulai besok kami juga akan berkantor di sini,” kata Mahendra.
Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses pengambilan keputusan, meningkatkan sinergi antarotoritas, serta memberikan sinyal kuat kepada pelaku pasar bahwa reformasi pasar modal Indonesia tengah berjalan secara nyata.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










