Akurat

MSCI Tekan Pasar, IHSG Bergerak Volatil di Rentang 8.050–8.500

Hefriday | 29 Januari 2026, 07:00 WIB
MSCI Tekan Pasar, IHSG Bergerak Volatil di Rentang 8.050–8.500

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak volatil dengan kecenderungan konsolidasi pada perdagangan Kamis (29/1/2026), di tengah sentimen negatif global dan tekanan dari keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak di rentang support 8.050 dan resistance 8.500, setelah pada penutupan Rabu (28/1/2026) anjlok signifikan ke level 8.320,5, melemah 7,35% secara harian.

Tekanan jual masif terjadi menyusul keputusan MSCI yang membekukan sementara proses rebalancing indeks saham Indonesia, termasuk penyesuaian dalam indeks review Februari 2026. Sentimen tersebut memicu aksi panic selling hingga membuat Bursa Efek Indonesia (BEI) memberlakukan trading halt selama 30 menit, setelah IHSG sempat tertekan lebih dari 8% pada sesi II.

Baca Juga: Apa Itu IHSG? Pengertian, Contoh, Fungsi, dan Dampaknya untuk Investor Saham

MSCI menilai, tingkat transparansi struktur kepemilikan saham di Indonesia masih belum memadai. Investor global masih mencermati persoalan mendasar, seperti tingginya konsentrasi kepemilikan saham serta adanya indikasi potensi perdagangan terkoordinasi di pasar.

“Kebijakan pembekuan sementara ini dilakukan untuk mengurangi risiko turnover indeks dan meningkatkan aspek investability,” tulis MSCI dalam keterangannya.

MSCI juga memberikan tenggat waktu hingga Mei 2026 bagi otoritas pasar modal Indonesia untuk melakukan perbaikan signifikan. Jika tidak ada kemajuan berarti, status aksesibilitas pasar Indonesia berpotensi ditinjau ulang, termasuk kemungkinan penurunan klasifikasi dari Emerging Market menjadi Frontier Market.

Phintraco Sekuritas menilai, skenario tersebut menjadi risiko serius bagi pasar keuangan domestik. Penurunan status dapat memicu arus keluar dana asing yang lebih besar, menekan IHSG dan nilai tukar rupiah.

“Dampaknya tidak hanya pada indeks saham, tetapi juga likuiditas pasar, persepsi risiko negara, hingga meningkatnya biaya pendanaan bagi pemerintah dan korporasi,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Rabu (28/1/2026).

Meski demikian, Phintraco Sekuritas menilai tekanan tajam ini juga membuka peluang teknikal dalam jangka menengah. Setelah aksi jual besar, valuasi sejumlah saham dinilai mulai kembali ke level fundamental.

Baca Juga: IHSG Terkoreksi, Asing Akumulasi BRPT, BBRI hingga BREN

“Setelah sell-off, valuasi saham berpotensi menjadi lebih murah dan harga kembali mencerminkan fundamentalnya. Karena itu, peluang rebound masih terbuka,” tulis Phintraco Sekuritas.

Untuk perdagangan jangka pendek Kamis (29/1/2026), Phintraco Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham untuk strategi trading, yakni MBMA, MEDC, AKRA, INDY, dan MDKA.

Namun, arah pergerakan IHSG ke depan tetap akan sangat bergantung pada respons konkret regulator dan pemangku kepentingan pasar dalam meningkatkan transparansi serta tata kelola kepemilikan saham, guna menjaga kepercayaan investor global.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi