Apa Itu Trading Halt Saham? Ini Penjelasan Lengkap, Dampak, dan Cara Kerjanya di BEI

AKURAT.CO Apa itu trading halt saham? Pasar saham tidak selalu bergerak tenang. Ada kalanya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun tajam dalam waktu singkat akibat sentimen global, krisis ekonomi, hingga kepanikan massal investor. Dalam situasi seperti itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) memiliki satu mekanisme penting untuk meredam gejolak: trading halt.
Trading halt adalah penghentian sementara aktivitas perdagangan saham yang diberlakukan otoritas bursa ketika kondisi pasar dianggap tidak normal. Kebijakan ini bukan muncul tanpa alasan—tujuannya menjaga agar transaksi tetap berjalan secara tertib, wajar, dan efisien, sekaligus memberi waktu bagi pelaku pasar untuk mencerna situasi dengan lebih rasional.
Lantas, apa sebenarnya trading halt saham, bagaimana cara kerjanya, apa penyebabnya, dan bagaimana dampaknya bagi investor? Berikut penjelasan lengkapnya.
Pengertian Trading Halt Saham di Bursa Efek Indonesia
Secara sederhana, trading halt adalah pembekuan sementara perdagangan efek, baik pada saham tertentu maupun pada seluruh pasar. Langkah ini bersifat preventif dan diterapkan ketika volatilitas sudah berada di level ekstrem atau ada informasi penting yang berpotensi mengguncang harga.
Di Indonesia, mekanisme ini merujuk pada:
“Surat Perintah Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal 2A Otoritas Jasa Keuangan Nomor S-274/PM.21/2020 tanggal 10 Maret 2020 perihal Perintah Melakukan Trading Halt Perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Dalam Kondisi Pasar Modal Mengalami Tekanan.”
Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa BEI berwenang menghentikan perdagangan jika IHSG jatuh tajam dalam satu hari bursa. Tujuannya bukan untuk menutup pasar permanen, melainkan menciptakan cooling down period agar investor tidak mengambil keputusan berdasarkan kepanikan semata.
Mengapa Trading Halt Bisa Terjadi?
Trading halt tidak muncul begitu saja. Ada berbagai faktor yang bisa memicu kebijakan ini, baik yang berasal dari kondisi perusahaan tertentu maupun tekanan sistemik pada pasar secara keseluruhan.
Informasi Material dari Emiten
Salah satu pemicu paling umum adalah adanya kabar penting dari perusahaan tercatat, seperti rencana merger dan akuisisi, laporan keuangan yang jauh dari ekspektasi, dugaan fraud, rumor pengambilalihan, hingga perubahan direksi. Informasi seperti ini kerap membuat harga saham bergerak ekstrem sehingga bursa perlu menghentikan perdagangan sementara sampai ada klarifikasi resmi.
Volatilitas yang Terlalu Tinggi
Lonjakan atau penurunan harga yang terjadi sangat cepat bisa memicu sistem bursa menghentikan transaksi otomatis. Langkah ini dilakukan untuk menekan potensi panic selling atau aksi spekulatif berlebihan.
Investigasi dan Sanksi
Jika ada indikasi manipulasi pasar, kasus hukum besar, atau penyelidikan terhadap emiten, BEI dapat melakukan trading halt agar investor tidak dirugikan selama proses tersebut berlangsung.
Gangguan Teknis
Masalah pada sistem perdagangan—mulai dari error koneksi, data harga yang tidak sinkron, serangan siber, hingga kerusakan server—juga bisa memaksa bursa menghentikan sementara aktivitas transaksi sampai situasi kembali normal.
Krisis Global dan Geopolitik
Perang dagang, konflik militer, atau krisis mata uang di negara berkembang sering memicu aksi jual besar-besaran oleh investor global. Arus dana keluar ini dapat menekan IHSG secara signifikan dan akhirnya memicu trading halt.
Cara Kerja Trading Halt di BEI: Ada Batasan yang Jelas
Trading halt bukan keputusan spontan. BEI menerapkannya berdasarkan ambang batas (threshold) yang terukur dan prosedur sistematis.
Dalam surat OJK yang berlaku sejak 10 Maret 2020, dijelaskan bahwa:
-
Penghentian sementara perdagangan saham selama 30 menit diberlakukan jika IHSG turun lebih dari 5 persen.
-
Penghentian tambahan selama 30 menit dilakukan apabila setelah dibuka kembali IHSG kembali merosot lebih dari 10 persen.
-
Trading suspend diterapkan jika penurunan berlanjut hingga lebih dari 15 persen. Kebijakan ini bisa berlangsung sampai akhir sesi perdagangan atau lebih dari satu sesi setelah mendapat persetujuan OJK.
Selain itu, BEI juga menerapkan mekanisme Auto Rejection Bawah (ARB) dengan batas penurunan 15 persen untuk semua papan perdagangan. Jika harga saham individu turun sampai batas tersebut, sistem otomatis menolak transaksi lanjutan sehingga saham tersebut berhenti diperdagangkan sementara.
Informasi mengenai trading halt biasanya diumumkan melalui:
-
sistem informasi bursa yang terhubung langsung ke platform sekuritas,
-
situs dan media sosial resmi BEI,
-
serta media keuangan yang memiliki akses data pasar secara real time.
Trading Halt dan Trading Suspend: Apa Bedanya?
Meski sering dianggap sama, BEI membedakan istilah trading halt dan trading suspend.
Saat trading halt terjadi, seluruh pesanan yang belum tereksekusi (open order) tetap berada di sistem perdagangan otomatis JATS. Anggota bursa masih bisa menarik atau mengubah pesanan tersebut.
Sebaliknya, pada trading suspend, seluruh open order ditarik otomatis oleh sistem. Dalam kondisi ini, anggota bursa tidak dapat memodifikasi atau membatalkan pesanan sampai perdagangan dibuka kembali.
Kedua kebijakan ini disiapkan untuk menghadapi situasi darurat, seperti yang pernah terjadi ketika kepanikan besar melanda pasar pada awal pandemi Covid-19 dan IHSG anjlok tajam dalam waktu singkat.
Dampak Trading Halt bagi Investor
Trading halt membawa dua sisi: perlindungan sekaligus tantangan.
Di sisi positif, kebijakan ini mampu menahan laju kejatuhan pasar dalam waktu singkat, mengurangi efek domino dari panic selling, serta memberi ruang bagi investor untuk mengevaluasi informasi yang beredar sebelum mengambil keputusan.
Namun, ada pula konsekuensi yang perlu disadari. Likuiditas pasar bisa menghilang secara mendadak karena transaksi berhenti total. Investor yang ingin mengambil keuntungan atau membatasi kerugian harus menunggu sampai perdagangan dibuka kembali. Situasi ini kerap memicu kecemasan, terutama jika pasar sedang dalam tren turun tajam.
Trading Halt vs Circuit Breaker: Jangan Tertukar
Dalam praktiknya, trading halt sering disamakan dengan circuit breaker, padahal cakupannya berbeda.
Trading halt biasanya berlaku pada saham tertentu atau sebagian pasar karena volatilitas atau kabar material. Sementara itu, circuit breaker dipicu oleh penurunan tajam indeks dan berlaku untuk seluruh pasar saham. Tujuan utamanya sama—menjaga stabilitas—namun skala dan pemicunya tidak identik.
Kesimpulan: Mengapa Trading Halt Penting di Pasar Saham?
Trading halt adalah salah satu instrumen utama BEI untuk menjaga stabilitas pasar ketika tekanan ekstrem terjadi. Dengan adanya jeda perdagangan, investor punya kesempatan menenangkan diri, menganalisis kondisi, dan membuat keputusan yang lebih rasional.
Kalau kamu tertarik mengikuti dinamika pasar saham dan kebijakan bursa terbaru, pantau terus update selanjutnya di AKURAT.CO agar tidak ketinggalan informasi penting.
Baca Juga: Mengenal Order Book dan Cara Membacanya agar Trading Saham Lebih Efektif
Baca Juga: Aura AI, Fitur AI Trading Saham dan Crypto Pertama di Indonesia
FAQ Seputar Trading Halt Saham
Apa itu trading halt saham?
Trading halt adalah penghentian sementara aktivitas perdagangan saham yang diberlakukan Bursa Efek Indonesia (BEI) ketika pasar mengalami tekanan ekstrem atau volatilitas tinggi, terutama saat IHSG turun tajam dalam satu hari perdagangan.
Siapa yang menetapkan kebijakan trading halt?
Kebijakan trading halt ditetapkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan dasar regulasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), termasuk Surat Perintah Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal 2A OJK Nomor S-274/PM.21/2020.
Berapa lama trading halt berlangsung?
Durasi trading halt bergantung pada tingkat penurunan IHSG:
-
30 menit jika IHSG turun lebih dari 5 persen
-
Tambahan 30 menit jika penurunan berlanjut hingga lebih dari 10 persen
-
Trading suspend jika IHSG turun lebih dari 15 persen, yang bisa berlangsung sampai akhir sesi atau lebih dari satu hari
Apa perbedaan trading halt dan trading suspend?
Trading halt adalah penghentian sementara perdagangan di mana pesanan terbuka (open order) masih berada di sistem dan bisa dimodifikasi.
Trading suspend merupakan penghentian yang lebih tegas karena seluruh pesanan otomatis ditarik oleh sistem dan tidak dapat diubah sampai perdagangan dibuka kembali.
Apakah trading halt hanya berlaku saat IHSG turun?
Tidak selalu. Trading halt juga bisa diterapkan pada saham tertentu akibat pengumuman penting dari perusahaan, investigasi hukum, atau gangguan teknis pada sistem perdagangan bursa.
Apakah investor masih bisa bertransaksi saat trading halt?
Tidak. Selama trading halt berlangsung, investor tidak bisa melakukan jual beli saham. Namun, dalam beberapa kondisi, anggota bursa masih dapat menarik atau mengubah pesanan yang belum tereksekusi.
Apa tujuan utama diberlakukannya trading halt?
Tujuan utamanya adalah menjaga stabilitas pasar, mencegah kepanikan massal, melindungi investor dari pergerakan harga ekstrem, serta memastikan perdagangan berjalan tertib, wajar, dan efisien.
Apa dampak trading halt bagi investor?
Dampak positifnya, trading halt membantu meredam panic selling dan memberi waktu bagi investor untuk menganalisis situasi pasar.
Sementara dampak negatifnya, likuiditas pasar berhenti sementara dan investor tidak bisa menutup posisi sampai perdagangan dibuka kembali.
Apakah trading halt sama dengan circuit breaker?
Tidak sama. Trading halt bisa berlaku pada saham tertentu atau sebagian pasar, sedangkan circuit breaker berlaku untuk seluruh pasar saham akibat penurunan tajam indeks. Keduanya sama-sama berfungsi sebagai mekanisme perlindungan pasar.
Bagaimana investor mengetahui jika trading halt diberlakukan?
BEI akan mengumumkan trading halt melalui sistem perdagangan sekuritas, situs resmi BEI, media sosial, serta media keuangan yang memantau pergerakan pasar secara real time.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









