Akurat

Cara Membuat QRIS untuk UMKM dan Pebisnis: Panduan Lengkap dari Registrasi hingga Siap Digunakan

Idham Nur Indrajaya | 27 Januari 2026, 16:28 WIB
Cara Membuat QRIS untuk UMKM dan Pebisnis: Panduan Lengkap dari Registrasi hingga Siap Digunakan
 
AKURAT.CO Pembayaran digital kini menjadi bagian tak terpisahkan dari aktivitas jual beli sehari-hari. Dari kedai kopi kecil sampai toko online rumahan, semakin banyak pelaku usaha yang beralih ke QRIS karena dinilai praktis, cepat, dan disukai pelanggan. Tapi sebenarnya, apa itu QRIS, siapa yang bisa membuatnya, dan bagaimana proses pendaftarannya sampai bisa digunakan untuk menerima pembayaran?

Artikel ini akan mengulas secara lengkap cara membuat QRIS, mulai dari registrasi online, pembayaran pendaftaran, pengunggahan dokumen, hingga QR siap dicetak dan dipakai bertransaksi.


Apa Itu QRIS dan Mengapa Penting untuk Bisnis?

QRIS adalah akronim dari Quick Response Code Indonesian Standard, standar nasional kode QR untuk pembayaran digital di Indonesia.

QRIS adalah akronim dari Quick Response Code Indonesian Standard yang menjadi standar kode QR Nasional untuk memfasilitasi pembayaran kode QR di Indonesia. QRIS diluncurkan oleh Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) pada 17 Agustus 2019. QRIS hadir untuk menggalakkan cashless society (pembayaran uang digital) yang tergabung dalam program InterActive QRIS.

Seiring meningkatnya kebiasaan transaksi nontunai, banyak pelanggan—terutama generasi muda—lebih nyaman membayar lewat ponsel dibanding membawa uang cash. Kondisi ini membuat pelaku UMKM hingga bisnis skala kecil mulai mengadopsi QRIS agar tidak kehilangan potensi penjualan.

Selain memudahkan pembeli, QRIS juga membantu penjual mencatat transaksi secara digital dan memantau arus uang masuk melalui dashboard khusus.


Siapa Saja yang Bisa Membuat QRIS?

QRIS dapat diajukan oleh berbagai jenis usaha, mulai dari pedagang kaki lima, toko kelontong, kafe, hingga bisnis jasa. Prosesnya dilakukan secara online dan relatif cepat, asalkan data serta dokumen yang diminta dilengkapi dengan benar.

Beberapa platform penyedia layanan QRIS juga menyediakan sistem pendaftaran mandiri, salah satunya melalui laman InterActive QRIS maupun situs resmi QRIS.


Langkah Awal: Registrasi QRIS Secara Online

Proses pembuatan QRIS diawali dengan mengunjungi situs pendaftaran resmi penyedia layanan. Untuk InterActive QRIS, calon pengguna diarahkan ke website www.qris.interactive.co.id.

Di sana, pendaftar dapat mempelajari informasi dasar tentang layanan QRIS, lalu melanjutkan dengan menekan tombol “Daftar QRIS” atau langsung menuju halaman registrasi di www.qris.interactive.co.id/register.

Setelah itu, pengguna diminta memilih jenis usaha sesuai bidang bisnis yang dijalankan dan mengisi formulir pendaftaran secara lengkap. Data yang dimasukkan pada tahap ini menjadi dasar proses verifikasi berikutnya, sehingga penting untuk memastikan seluruh informasi sudah benar.


Tahap Pembayaran Pendaftaran QRIS

Usai mengisi formulir, pendaftar akan diarahkan untuk melakukan pembayaran menggunakan dompet digital favorit, seperti GoPay, OVO, Dana, LinkAja, atau ShopeePay.

Pembayaran ini menjadi syarat agar proses pendaftaran dapat dilanjutkan. Jika formulir sudah diisi tetapi pembayaran belum dilakukan, status pendaftaran akan berada dalam kondisi pending hingga maksimal 14 hari. Apabila dalam periode tersebut pembayaran tidak kunjung dilakukan, data isian bisa direset dan proses harus diulang dari awal.


Notifikasi Registrasi dan Akses Dashboard

Setelah pembayaran berhasil, sistem akan mengirimkan notifikasi berisi username dan password untuk login ke dashboard QRIS. Informasi ini dikirim melalui email dan WhatsApp yang sebelumnya dicantumkan dalam formulir pendaftaran.

Dashboard inilah yang menjadi pusat pengelolaan akun QRIS. Dari sini, pengguna dapat melengkapi persyaratan administrasi, memantau status pengajuan, hingga nantinya melihat transaksi yang masuk setelah QRIS aktif digunakan.


Upload Dokumen Administrasi untuk Mendapatkan NMID

Langkah berikutnya adalah mengunggah dokumen yang dibutuhkan melalui dashboard. Dokumen ini digunakan untuk proses verifikasi dan penerbitan NMID (National Merchant ID), yakni identitas resmi merchant dalam sistem QRIS.

Jika seluruh data diunggah dengan lengkap dan benar, pengajuan akan segera diproses sejak berkas dinyatakan lengkap. Namun, bila terdapat kendala atau kesalahan pada dokumen, pihak penyelenggara akan memberikan pemberitahuan dalam waktu 1x24 jam melalui email dan WhatsApp agar pengguna bisa melakukan perbaikan.

Karena itu, pastikan seluruh file yang diunggah jelas, sesuai ketentuan, dan mudah dibaca agar proses tidak tertunda.


Menunggu Hasil Verifikasi: Kapan QRIS Bisa Digunakan?

Dalam waktu maksimal tujuh hari kerja, pengguna akan menerima notifikasi terkait hasil pemeriksaan dokumen. Informasi ini disampaikan lewat email dan WhatsApp.

Jika masih ada data yang kurang atau keliru, proses pengajuan wajib direvisi sesuai arahan. Sebaliknya, apabila seluruh persyaratan sudah dinyatakan lengkap, pengguna dapat langsung mencetak QRIS secara mandiri melalui dashboard.

Pada tahap ini, QRIS sudah siap dipasang di meja kasir, etalase toko, atau area pembayaran lainnya. Dashboard yang sama juga bisa digunakan untuk memonitor transaksi uang masuk secara real time, sehingga memudahkan pencatatan keuangan usaha.

Baca Juga: Adopsi QRIS Bikin RI Jadi Pasar Terbesar Pembayaran Digital di ASEAN

Baca Juga: QRIS Lintas Negara Siap Tersambung, RI dan Korea Selatan Jadi Pilot Project


Jenis-Jenis Pembayaran QRIS yang Perlu Diketahui

QRIS tidak hanya hadir dalam satu model penggunaan. Ada beberapa skema pembayaran yang bisa diterapkan sesuai kebutuhan bisnis, yaitu:

  • Merchant Presented Mode (MPM) Statis, di mana penjual menampilkan kode QR dan pembeli melakukan pemindaian langsung.

  • MPM Dinamis, yang biasanya menggunakan mesin EDC atau ponsel khusus untuk menghasilkan QR berbeda di setiap transaksi.

  • Customer Presented Mode (CPM), yakni model pembayaran melalui aplikasi tertentu yang digunakan oleh pelanggan.

Dengan variasi ini, pelaku usaha bisa memilih metode yang paling praktis untuk operasional sehari-hari.


Alternatif Registrasi QRIS Melalui Situs Resmi

Selain InterActive QRIS, pendaftaran juga bisa dilakukan melalui situs resmi QRIS. Dilansir qris.id, prosesnya mencakup registrasi di halaman pendaftaran, pengisian formulir sesuai jenis usaha, pembayaran via e-wallet, hingga menerima notifikasi login dashboard untuk mengunggah dokumen administrasi.

Alurnya serupa: setelah dokumen diverifikasi dan dinyatakan lengkap, pengguna dapat mencetak QRIS dan mulai menggunakannya untuk transaksi.


Kesimpulan: QRIS, Solusi Praktis untuk Bisnis Modern

Membuat QRIS kini bukan lagi proses yang rumit. Mulai dari registrasi online, pembayaran via dompet digital, pengunggahan dokumen, hingga pencetakan QR, semuanya bisa dilakukan secara mandiri melalui dashboard.

Bagi pelaku usaha yang ingin menjangkau lebih banyak pelanggan dan mengikuti tren pembayaran nontunai, QRIS menjadi salah satu solusi paling relevan saat ini.

Kalau kamu tertarik mengikuti perkembangan dunia pembayaran digital dan strategi bisnis UMKM lainnya, pantau terus update selanjutnya di AKURAT.CO.

Baca Juga: Galang Donasi Korban Bencana Sumatera, Pemprov Jakarta Optimalkan QRIS di Malam Tahun Baru

Baca Juga: QRIS Tap Tumbuh Pesat, BI Catat 508 Ribu Transaksi hingga Desember 2025

FAQ

1. Apa itu QRIS dan fungsinya untuk bisnis?

QRIS adalah standar nasional kode QR untuk pembayaran digital di Indonesia. Fungsinya memudahkan pelanggan melakukan transaksi non-tunai dan membantu penjual memantau pemasukan secara digital melalui dashboard.

2. Siapa saja yang bisa mendaftar QRIS?

QRIS bisa dibuat oleh berbagai jenis usaha, mulai dari pedagang kecil, UMKM, toko ritel, kafe, hingga penyedia jasa.

3. Di mana tempat mendaftar QRIS secara online?

Pendaftaran bisa dilakukan melalui situs penyedia layanan seperti www.qris.interactive.co.id atau laman resmi QRIS di www.qris.id.

4. Apa saja tahapan utama membuat QRIS?

Secara garis besar prosesnya meliputi:

  • Registrasi dan pengisian formulir bisnis

  • Pembayaran via e-wallet

  • Menerima akun dashboard

  • Upload dokumen administrasi

  • Verifikasi data

  • Cetak QRIS dan mulai digunakan

5. Metode pembayaran apa saja yang bisa digunakan untuk biaya pendaftaran?

Pembayaran dapat dilakukan melalui berbagai e-wallet seperti GoPay, OVO, Dana, LinkAja, dan ShopeePay.

6. Berapa lama proses verifikasi QRIS?

Verifikasi dokumen biasanya memakan waktu maksimal tujuh hari kerja setelah data dinyatakan lengkap.

7. Apa yang terjadi jika dokumen ditolak?

Jika ada data yang kurang atau keliru, pengguna wajib melakukan revisi sesuai arahan yang dikirim melalui email atau WhatsApp.

8. Apa itu NMID dalam QRIS?

NMID (National Merchant ID) adalah identitas resmi merchant dalam sistem QRIS yang diterbitkan setelah dokumen diverifikasi dan disetujui.

9. Apakah QRIS bisa langsung dicetak sendiri?

Ya. Jika dokumen sudah lengkap dan disetujui, QRIS dapat dicetak secara mandiri melalui dashboard.

10. Apakah transaksi QRIS bisa dipantau secara online?

Bisa. Dashboard QRIS menyediakan fitur monitoring transaksi uang masuk secara real time.

11. Apa saja jenis metode pembayaran QRIS?

QRIS mendukung:

  • MPM Statis

  • MPM Dinamis

  • Customer Presented Mode (CPM)

12. Apakah QRIS cocok untuk usaha kecil?

Sangat cocok. QRIS membantu UMKM menerima pembayaran digital tanpa perlu mesin mahal dan memudahkan pencatatan transaksi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.