Kraken Akuisisi Breakout, Prop Trading Kripto Masuk Fase Institusi

AKURAT.CO Ketika Kraken mengumumkan akuisisi platform proprietary trading Breakout pada September 2025, industri aset kripto membaca satu sinyal besar yakni prop trading telah memasuki fase institusional.
Untuk pertama kalinya, exchange kripto berskala global masuk langsung ke model pendanaan trader berbasis evaluasi kinerja, bukan sekadar menyediakan pasar dan likuiditas.
Langkah ini menandai perubahan penting dalam lanskap trading kripto. Model yang sebelumnya identik dengan komunitas ritel kini mulai diadopsi pemain besar dengan infrastruktur kelas institusi, tata kelola yang lebih ketat, serta orientasi jangka panjang.
Baca Juga: 6 Tren Utama di Industri Kripto di Tahun 2026 Menurut PwC
“Breakout memberi kami cara untuk mengalokasikan modal berdasarkan bukti kemampuan, bukan sekadar akses terhadap modal itu sendiri. Kami ingin membangun sistem yang memberi penghargaan pada performa nyata, bukan latar belakang," ujar co-CEO Kraken, Arjun Seth, dikutip dari BeeinCrypto, Minggu (25/1/2026).
Lonjakan Minat dan Nilai Pasar Prop Trading
Masuknya Kraken tidak terjadi di ruang hampa. Data Google Trends menunjukkan pencarian global untuk istilah “prop trading” melonjak lebih dari 5.000% sepanjang 2020–2025, bahkan sempat mencetak rekor tertinggi pada 2025. Lonjakan ini mencerminkan meningkatnya minat trader terhadap skema pendanaan berbasis evaluasi, terutama di tengah volatilitas pasar global.
Secara nilai pasar, analis industri memperkirakan sektor prop trading bernilai sekitar USD5,8 miliar pada 2024 dan berpotensi meningkat hingga USD14,5 miliar pada 2033. Pertumbuhan ini melampaui banyak segmen fintech lain, dengan peningkatan minat hingga 1.264% sejak 2015 jauh di atas tren pencarian investasi tradisional.
Segmen kripto menjadi pendorong utama. Laporan industri mencatat, 90% dari 20 perusahaan prop trading teratas mengalami lonjakan minat pencarian pada Agustus 2025, dengan platform native kripto mencatat pertumbuhan paling agresif.
Strategi Kraken: Menguasai Rantai Nilai Trading
Akuisisi Breakout melengkapi strategi ekspansi Kraken yang agresif. Sebelumnya, exchange ini telah mengakuisisi NinjaTrader senilai USD1,5 miliar serta Capitalise.ai, memperlihatkan ambisi menguasai seluruh rantai nilai trading dari ritel hingga profesional.
Bagi Kraken, Breakout menawarkan model bisnis ganda. Di satu sisi, exchange dapat menjaring trader berprestasi untuk dikembangkan. Di sisi lain, terdapat pemasukan dari biaya evaluasi dan skema bagi hasil.
Baca Juga: Kontribusi Pajak Kripto Tembus Rp719 Miliar, OJK Ungkap Tantangan Industri
Sejak diluncurkan pada 2023, Breakout telah menyediakan lebih dari 20.000 akun pendanaan basis pengguna yang kini terintegrasi langsung dengan likuiditas dan sistem Kraken Pro.
“Program evaluasi Breakout memang dirancang ketat,” ungkap pernyataan resmi Kraken.
“Tujuannya memastikan disiplin manajemen risiko sebelum modal institusi dialokasikan.”
Langkah Kraken mengubah peta persaingan. Pemain lama seperti FTMO, yang dikenal sebagai salah satu standar industri sejak 2015, kini menghadapi kompetisi bukan hanya dari sesama prop firm, tetapi juga dari exchange besar dengan cadangan modal dan basis pengguna masif.
FTMO merespons dengan memperluas produk kripto mereka, menambah 22 pasangan baru dan memperbaiki spread pada Juli 2025. Perusahaan asal Ceko ini kini menawarkan lebih dari 30 instrumen CFD kripto, melayani lebih dari satu juta trader global, serta mempertahankan rating Trustpilot 4,8 dari 5 faktor krusial di industri yang bertumpu pada kepercayaan.
Namun, konsolidasi juga membuka ruang bagi pendekatan berbeda. Di tengah dominasi modal dan infrastruktur exchange, muncul platform native kripto yang fokus pada pengembangan trader, bukan hanya seleksi dan pendanaan.
AI dan Tantangan Tingkat Kelulusan Trader
Satu persoalan mendasar masih membayangi industri prop trading: rendahnya tingkat kelulusan trader. Data industri menunjukkan hanya sekitar 5–10% trader yang lolos evaluasi awal, dan lebih sedikit lagi yang berhasil melakukan pencairan dana secara konsisten.
Masalahnya bukan semata kurang modal, melainkan aspek psikologis dan teknis. Disiplin, manajemen risiko, dan konsistensi menjadi faktor utama kegagalan.
Di titik inilah sejumlah platform mulai mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (AI). Salah satunya Fondeo.xyz, yang menggabungkan pendanaan dengan AI coaching langsung untuk membantu trader mengelola emosi, strategi, dan kebiasaan trading secara real time.
Pendekatan ini sejalan dengan tren global. Pasar AI untuk trading diproyeksikan tumbuh dari USD24,53 miliar pada 2025 menjadi USD40,47 miliar pada 2029, dengan CAGR sekitar 13,3%. Namun, integrasi AI sebagai “pelatih” dalam ekosistem prop trading masih tergolong baru dan belum banyak dieksplorasi.
Implikasi bagi Trader Kripto
Bagi trader, akuisisi Kraken-Breakout menghadirkan dua sisi. Keterlibatan institusi membawa kredibilitas, keamanan, dan likuiditas lebih kuat. Trader Breakout kini berada dalam ekosistem dengan standar keamanan Kraken yang sudah teruji.
Namun, standar yang lebih tinggi berarti toleransi kesalahan semakin kecil. Program evaluasi institusional menuntut disiplin ketat dan konsistensi jangka panjang.
Kondisi ini secara alami menciptakan segmentasi pasar. Trader berpengalaman dengan rekam jejak solid cenderung memilih platform besar seperti FTMO atau program berbasis exchange. Sementara trader yang masih membangun keterampilan dapat melirik platform dengan pendekatan pengembangan terintegrasi, termasuk yang memanfaatkan AI sebagai pendamping.
Arah Industri ke Depan
Pengamat menilai akuisisi Kraken-Breakout bukan yang terakhir. Dengan proyeksi pasar mencapai USD14,5 miliar dan minat yang belum melambat, konsolidasi di sektor prop trading diperkirakan berlanjut.
Perusahaan dengan praktik tidak transparan akan semakin tertekan. Sebaliknya, pemain dengan diferensiasi kuat baik lewat teknologi, pengembangan trader, maupun fokus niche berpeluang bertahan.
“Beginilah seharusnya platform modal modern berjalan: transparan dan berbasis kinerja. Keunggulan tidak lagi soal siapa yang dikenal, tapi siapa yang benar-benar mampu,” kata Arjun Sethi.
Memasuki 2026, prop trading kripto kian menjauh dari citra spekulatif ritel. Industri ini bergerak menuju ekosistem profesional, institusional, dan berbasis data dengan performa sebagai mata uang utama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









