Bitcoin Sideways di USD89.500, Sinyal Tekanan Turun Makin Kuat

AKURAT.CO Harga Bitcoin (BTC) nyaris tidak bergerak dalam 24 jam terakhir dan masih berkutat di kisaran USD89.500. Sekilas, kondisi ini tampak seperti fase konsolidasi yang wajar setelah koreksi.
Namun, data teknikal dan on-chain justru menunjukkan sinyal berbeda yaitu pasar berada dalam kondisi kebuntuan yang rapuh, dengan risiko penurunan yang perlahan membesar.
Secara mingguan, Bitcoin masih mencatatkan pelemahan mendekati 6%. Pergerakan sideways ini bukan didorong oleh kekuatan beli yang solid, melainkan oleh upaya pembeli menahan tekanan jual agar tidak berubah menjadi breakdown yang lebih dalam.
Baca Juga: Rekomendasi Kripto Altcoin Potensial pada Paruh Akhir Januari 2026 di Tengah Penurunan Bitcoin
“Ini bukan fase tenang antara bull dan bear. Yang terlihat adalah pembeli mencoba memperlambat penurunan, bukan mendorong reli baru,” ujar analis teknikal kripto, mengacu pada struktur grafik harian Bitcoin di kutip dari BeinCrypto, Minggu (25/1/2026).
Sinyal Doji dan Hilangnya EMA 20
Dalam tiga sesi perdagangan terakhir, grafik harian Bitcoin membentuk candlestick mirip doji body tipis dengan shadow panjang. Pola ini umumnya mencerminkan keraguan pasar, bukan keseimbangan yang sehat. Tekanan jual muncul lebih dulu, lalu pembeli masuk di harga bawah tanpa mampu mendorong penutupan yang kuat.
Situasi ini terjadi tepat di area bawah pola rising wedge, formasi yang secara historis kerap berakhir dengan breakdown ketika support gagal bertahan. Jika struktur ini jebol, proyeksi penurunan teknikal mengarah ke area USD77.300, atau sekitar 13% di bawah harga saat ini.
Baca Juga: Meski 53 Persen Konsumen Minta ETH, Steak ‘n Shake Tetap Pilih Bitcoin
Tekanan makin terasa setelah Bitcoin kehilangan exponential moving average (EMA) 20 hari sejak 20 Januari. EMA ini dikenal sensitif terhadap pergerakan jangka pendek dan sering menjadi penanda kekuatan tren.
Sebagai perbandingan, pada 12 Desember lalu, pelemahan di bawah EMA 20 memicu koreksi sekitar 8%. Pada fase saat ini, Bitcoin sudah turun sekitar 5% sebelum akhirnya bergerak datar.
“Candle doji yang berulang menandakan pembeli hanya bertahan di garis pertahanan terakhir, bukan mengambil alih kendali tren,” kata analis tersebut.
Holder Masih Beli, Tapi Tenaganya Menurun
Dari sisi on-chain, holder jangka panjang wallet yang menyimpan Bitcoin lebih dari 155 hari—masih tercatat sebagai pembeli bersih. Hal ini terlihat dari metrik Holder Net Position Change yang tetap berada di zona positif dalam dua pekan terakhir.
Pada 19 Januari, holder jangka panjang menambah sekitar 22.618 BTC. Namun, pada 23 Januari, angka pembelian bersih harian turun menjadi sekitar 17.109 BTC, atau melemah sekitar 24% hanya dalam empat hari.
“Holder jangka panjang memang masih menopang harga, tapi intensitas belinya jelas melambat. Ini membuat support pasar semakin tipis,” jelas analis on-chain.
Kondisi ini menjelaskan mengapa Bitcoin belum mengalami penurunan tajam, sekaligus mengapa pasar tampak mudah goyah jika muncul tekanan tambahan.
Miner Jadi Sumber Tekanan Baru
Tekanan tambahan tersebut kini datang dari sisi yang kerap luput diperhatikan: Bitcoin miner. Data Miner Net Position Change menunjukkan peningkatan aksi jual dalam dua pekan terakhir.
Pada 9 Januari, miner melepas sekitar 335 BTC. Hingga 23 Januari, angka tersebut melonjak menjadi sekitar 2.826 BTC, atau naik lebih dari delapan kali lipat.
Peningkatan aksi jual ini berkorelasi dengan anjloknya biaya jaringan Bitcoin. Pada Mei 2025, pendapatan miner dari fee jaringan tercatat sekitar 194 BTC per bulan. Namun, pada Januari 2026, angkanya turun drastis menjadi sekitar 59 BTC, atau anjlok sekitar 70%.
“Ketika fee jaringan turun tajam, margin miner tertekan. Dalam kondisi seperti ini, menjual cadangan Bitcoin menjadi opsi paling rasional untuk menutup biaya operasional,” ujar analis pasar kripto.
Di saat bersamaan, aktivitas whale juga mulai melunak. Jumlah alamat whale sempat naik stabil hingga 22 Januari, lalu cenderung mendatar dan sedikit menurun. Ini mengindikasikan fase distribusi awal, bukan aksi jual besar-besaran, tetapi cukup untuk menambah tekanan yang sudah datang dari miner.
Level Harga Jadi Kunci
Dengan struktur pasar saat ini, arah Bitcoin sangat bergantung pada level harga kunci. Untuk meredakan tekanan jangka pendek, Bitcoin perlu mencetak penutupan harian di atas USD91.000, atau sekitar 1,8% dari posisi sekarang, agar kembali berada di atas EMA 20 hari.
Sebaliknya, jika terjadi penutupan harian di bawah USD88.500, Bitcoin berisiko kembali ke bawah support rising wedge. Dalam skenario ini, area USD84.300 menjadi support penting berikutnya, sebelum potensi penurunan lebih dalam ke kisaran USD77.300.
“Selama pembelian holder terus melemah dan miner masih aktif menjual, level-level ini akan menjadi medan pertarungan utama pasar,” pungkas analis.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









