Akurat

5 Cara Shorting XRP Agar Cuan Saat Harga Turun, Simak Panduan Lengkapnya

Yosi Winosa | 24 Januari 2026, 13:33 WIB
5 Cara Shorting XRP Agar Cuan Saat Harga Turun, Simak Panduan Lengkapnya

AKURAT.CO Fluktuasi harga aset kripto kerap membuka peluang cuan, termasuk saat pasar bergerak turun. Salah satu strategi yang mulai banyak dilirik trader adalah shorting XRP, yakni teknik meraih profit ketika harga XRP mengalami penurunan.

Dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp1.968 triliun, volume perdagangan harian sekitar Rp34,82 triliun, dan suplai beredar 60,78 miliar XRP, pergerakan harga XRP tergolong aktif dan likuid.

Per Jumat (23/1/2026), harga XRP tercatat di kisaran Rp32.869, melemah sekitar 0,90%. Kondisi ini memicu pertanyaan di kalangan trader pemula hingga menengah: apakah penurunan harga bisa dimanfaatkan untuk tetap cuan?

Jawabannya bisa, salah satunya melalui short selling crypto. Namun, strategi ini bukan tanpa risiko. Dibutuhkan pemahaman mekanisme, disiplin manajemen risiko, serta pemilihan platform yang tepat. 
 
 
Dikutip dari beberapa sumber, Sabtu (24/1/2026) berikut 5 cara shorting XRP, mulai dari dasar konsep hingga strategi pengelolaan risiko yang wajib diperhatikan sebelum terjun langsung.

1. Pilih Platform yang Mendukung Shorting XRP

Langkah pertama dalam melakukan short XRP adalah memilih exchange atau platform derivatif yang menyediakan fitur short-selling. Tidak semua platform kripto menyediakan fasilitas ini, terutama untuk aset dengan volatilitas tinggi seperti XRP.

Salah satu platform yang tersedia di Indonesia adalah Pintu Futures. Platform ini memungkinkan pengguna membuka posisi long maupun short melalui kontrak futures tanpa harus memiliki aset XRP secara langsung.

Melalui mekanisme kontrak derivatif, trader dapat berspekulasi atas pergerakan harga XRP baik naik maupun turun dengan likuiditas yang relatif memadai dan sistem manajemen risiko yang telah disesuaikan.

2. Pahami Dasar-Dasar Shorting Crypto Sebelum Eksekusi

Sebelum melakukan shorting XRP, pemahaman konsep dasar menjadi hal mutlak. Shorting (short selling) adalah strategi trading yang digunakan saat trader memperkirakan harga aset akan turun.

Berbeda dengan strategi long, shorting dilakukan dengan menjual aset terlebih dahulu di harga saat ini, lalu membelinya kembali ketika harga turun. Selisih harga jual dan beli inilah yang menjadi potensi keuntungan.

Secara umum, proses shorting crypto meliputi:
  • Meminjam aset kripto dari exchange
  • Menjual aset tersebut di harga pasar
  • Menunggu harga turun
  • Membeli kembali aset di harga lebih rendah
  • Mengembalikan aset yang dipinjam
  • Menghitung laba atau rugi setelah dikurangi biaya
Strategi ini populer saat pasar bearish, namun memiliki tingkat risiko lebih tinggi dibandingkan membeli aset secara langsung.

3. Kelola Risiko Shorting XRP Secara Ketat

Short selling memiliki karakter risiko yang berbeda. Jika membeli aset, kerugian maksimal terbatas pada modal awal. Sebaliknya, saat melakukan short, potensi kerugian bisa tidak terbatas jika harga XRP justru naik tajam.

Untuk itu, manajemen risiko menjadi kunci utama. Beberapa langkah yang perlu diperhatikan antara lain:
  • Batasi penggunaan leverage
  • Aktifkan fitur stop-loss
  • Sesuaikan ukuran posisi dengan profil risiko
  • Pantau pergerakan pasar secara berkala
  • Gunakan trailing stop untuk mengamankan profit
  • Hindari konsentrasi posisi pada satu aset
Perlu dipahami, risiko tidak bisa dihilangkan sepenuhnya, terutama di pasar kripto yang terkenal volatil dan sensitif terhadap sentimen global.

4. Gunakan Leverage dengan Bijak

Leverage memungkinkan trader mengendalikan nilai transaksi yang lebih besar dengan modal terbatas. Mekanismenya menggunakan dana jaminan (margin), sementara sisanya dipinjamkan oleh platform.

Meski menarik, leverage bersifat dua mata pisau. Potensi keuntungan memang meningkat, namun potensi kerugian juga membesar secara signifikan jika pergerakan harga berlawanan arah.

Oleh karena itu, penggunaan leverage sebaiknya disesuaikan dengan pengalaman dan toleransi risiko masing-masing trader, bukan semata-mata mengejar profit cepat.

5. Diversifikasi Portofolio untuk Redam Risiko

Mengandalkan satu aset seperti XRP saja dalam strategi trading berisiko tinggi. Diversifikasi portofolio menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas kinerja investasi.

Dengan menyebar eksposur ke berbagai aset baik kripto lain, saham teknologi, maupun instrumen terkait blockchain risiko kerugian besar dapat ditekan. Portofolio yang terdiversifikasi umumnya memiliki volatilitas lebih rendah dan kinerja yang lebih konsisten dalam jangka panjang.

Meski demikian, setiap instrumen investasi tetap memiliki risiko masing-masing, sehingga pemilihan aset perlu dilakukan secara selektif dan berbasis riset.

Shorting XRP Menjanjikan, Asal Disertai Strategi Matang

Shorting XRP bisa menjadi alternatif strategi trading saat pasar melemah, terutama bagi trader yang sudah memahami mekanisme derivatif dan manajemen risiko.
 
Dengan memilih platform yang tepat, memahami dasar short selling, mengelola risiko secara disiplin, serta menjaga diversifikasi portofolio, peluang profit tetap terbuka meski harga sedang turun.

Bagi trader pemula, pendekatan paling bijak adalah belajar bertahap dan tidak terburu-buru mengambil posisi besar. Di pasar kripto, disiplin sering kali lebih menentukan hasil dibandingkan spekulasi agresif.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa