Arus Dana ETF Tetap Resilien di Tengah Tekanan pada XRP
Hefriday | 27 Desember 2025, 12:11 WIB

AKURAT.CO Harga aset kripto XRP masih menghadapi tekanan dalam beberapa pekan terakhir. Sejumlah upaya pemulihan harga belum membuahkan hasil, membuat pergerakan token ini tetap berada dalam tren menurun.
Kondisi tersebut mencerminkan keraguan pasar yang lebih luas terhadap aset kripto di tengah sentimen global yang belum sepenuhnya pulih.
Dikutip dari beberapa sumber, Sabtu (27/12/2025) tekanan bearish pada XRP terlihat semakin dalam seiring kegagalan harga menembus level resistensi penting. Pergerakan yang terbatas ini membuat pelaku pasar, khususnya trader jangka pendek, cenderung bersikap hati-hati dan menahan diri untuk mengambil posisi agresif.
Di sisi lain, data on-chain menunjukkan peningkatan kerugian di kalangan pemegang XRP. Indikator Net Unrealized Profit and Loss (NUPL) mencatat bahwa keuntungan yang belum terealisasi telah turun ke level terendah sepanjang tahun ini. Hal ini menandakan semakin banyak investor yang berada dalam posisi rugi.
Baca Juga: Holder Lama Lepas Kepemilikan, XRP Kian Tertekan
Investor yang membeli XRP di atas kisaran harga USD1,86 kini harus menanggung kerugian, sementara hanya mereka yang masuk di bawah level tersebut yang masih mencatatkan keuntungan. Situasi ini menambah tekanan psikologis di pasar dan berpotensi memicu aksi jual lanjutan.
Kondisi tersebut juga memunculkan kekhawatiran terhadap perilaku pemegang jangka panjang. Alamat dompet yang menyimpan XRP lebih dari satu tahun berpeluang mempertimbangkan aksi jual untuk mengamankan sisa keuntungan. Jika langkah ini dilakukan secara masif, tekanan jual diperkirakan akan meningkat dan mengganggu stabilitas harga.
Namun demikian, di tengah tekanan pasar spot, produk Exchange Traded Fund (ETF) berbasis XRP justru menunjukkan ketahanan. Sejak diluncurkan sekitar enam minggu lalu, ETF XRP tercatat belum pernah mengalami arus keluar bersih harian. Konsistensi ini menjadi sinyal penting di tengah volatilitas pasar kripto.
Arus dana ke ETF XRP bahkan masih berlanjut hingga menjelang akhir tahun. Pada hari perdagangan terakhir sebelum Natal, ETF ini mencatatkan arus masuk sekitar USD11,93 juta. Data tersebut menunjukkan minat investor institusional terhadap XRP masih relatif kuat.
Masuknya dana institusi ini dinilai mampu menjadi penopang harga di level makro, meskipun sentimen ritel cenderung melemah. Kepercayaan terhadap prospek jangka panjang XRP tampaknya masih terjaga, walau pergerakan harga jangka pendek belum menunjukkan perbaikan signifikan.
Dari sisi teknikal, XRP saat ini diperdagangkan di kisaran USD1,86 dan bertahan tipis di atas area support USD1,85. Harga masih bergerak di bawah garis tren turun yang telah terbentuk selama lebih dari enam minggu, memperkuat dominasi sentimen bearish.
Peluang terjadinya breakout dinilai masih terbatas dalam kondisi pasar saat ini. Jika tekanan jual berlanjut dan harga turun menembus support USD1,79, XRP berpotensi melanjutkan pelemahan menuju area USD1,70.
Meski begitu, perubahan sentimen pasar global dapat mengubah arah pergerakan. Apabila minat risiko kembali meningkat dan XRP mampu menembus garis tren turun secara meyakinkan, harga berpeluang menguji level USD1,94. Jika level tersebut berhasil dilewati, target psikologis USD2,00 dapat kembali terbuka, sekaligus membatalkan skenario bearish yang saat ini mendominasi.
Investor yang membeli XRP di atas kisaran harga USD1,86 kini harus menanggung kerugian, sementara hanya mereka yang masuk di bawah level tersebut yang masih mencatatkan keuntungan. Situasi ini menambah tekanan psikologis di pasar dan berpotensi memicu aksi jual lanjutan.
Kondisi tersebut juga memunculkan kekhawatiran terhadap perilaku pemegang jangka panjang. Alamat dompet yang menyimpan XRP lebih dari satu tahun berpeluang mempertimbangkan aksi jual untuk mengamankan sisa keuntungan. Jika langkah ini dilakukan secara masif, tekanan jual diperkirakan akan meningkat dan mengganggu stabilitas harga.
Namun demikian, di tengah tekanan pasar spot, produk Exchange Traded Fund (ETF) berbasis XRP justru menunjukkan ketahanan. Sejak diluncurkan sekitar enam minggu lalu, ETF XRP tercatat belum pernah mengalami arus keluar bersih harian. Konsistensi ini menjadi sinyal penting di tengah volatilitas pasar kripto.
Arus dana ke ETF XRP bahkan masih berlanjut hingga menjelang akhir tahun. Pada hari perdagangan terakhir sebelum Natal, ETF ini mencatatkan arus masuk sekitar USD11,93 juta. Data tersebut menunjukkan minat investor institusional terhadap XRP masih relatif kuat.
Masuknya dana institusi ini dinilai mampu menjadi penopang harga di level makro, meskipun sentimen ritel cenderung melemah. Kepercayaan terhadap prospek jangka panjang XRP tampaknya masih terjaga, walau pergerakan harga jangka pendek belum menunjukkan perbaikan signifikan.
Dari sisi teknikal, XRP saat ini diperdagangkan di kisaran USD1,86 dan bertahan tipis di atas area support USD1,85. Harga masih bergerak di bawah garis tren turun yang telah terbentuk selama lebih dari enam minggu, memperkuat dominasi sentimen bearish.
Peluang terjadinya breakout dinilai masih terbatas dalam kondisi pasar saat ini. Jika tekanan jual berlanjut dan harga turun menembus support USD1,79, XRP berpotensi melanjutkan pelemahan menuju area USD1,70.
Meski begitu, perubahan sentimen pasar global dapat mengubah arah pergerakan. Apabila minat risiko kembali meningkat dan XRP mampu menembus garis tren turun secara meyakinkan, harga berpeluang menguji level USD1,94. Jika level tersebut berhasil dilewati, target psikologis USD2,00 dapat kembali terbuka, sekaligus membatalkan skenario bearish yang saat ini mendominasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









