Akurat

Saham Tekstil Menguat Usai Pemerintah Gelontorkan Insentif Rp110 Triliun

Yosi Winosa | 16 Januari 2026, 20:49 WIB
Saham Tekstil Menguat Usai Pemerintah Gelontorkan Insentif Rp110 Triliun

AKURAT.CO Saham-saham emiten sektor tekstil kompak menguat signifikan pada perdagangan Kamis (15/1/2026) seiring rencana suntikan dana pemerintah senilai Rp101 triliun untuk industri tekstil nasional.

Penguatan saham tekstil ini menjadi perhatian pelaku pasar karena mencerminkan optimisme investor terhadap prospek pemulihan industri padat karya di tengah penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). 

Seperti diketahui, rencananya dana Rp101 triliun (USD6 miliar) akan digelontorkan untuk menyelamatkan dan memperkuat industri tekstil, yang menjadi andalan ekonomi 2026 menghadapi ancaman perang tarif global.

Ada juga rencana membentuk BUMN tekstil baru yang akan dikelola oleh Danantara, untuk modernisasi, peningkatan teknologi, dan mendorong ekspor dari USD4 miliar menjadi USD40 miliar dalam 10 tahun.

Baca Juga: Selamatkan Industri Tekstil RI, Praktisi Sarankan Dua Hal Ini

Sentimen positif tersebut tidak hanya mendorong lonjakan harga saham emiten tekstil di Bursa Efek Indonesia (BEI), tetapi juga memperkuat persepsi pasar terhadap peran strategis pemerintah dalam restrukturisasi industri tekstil nasional melalui pembentukan BUMN tekstil baru.

Bagi investor ritel dan trader saham, momentum ini dinilai relevan dengan pencarian informasi seputar saham tekstil, saham BUMN baru, serta peluang investasi sektor manufaktur di awal 2026.

Deretan Saham Tekstil yang Melonjak Tajam

Dikutip dari berbagai sumber, Jumat (16/1/2026), penguatan saham tekstil terjadi merata di berbagai emiten, mulai dari produsen kain, serat sintetis, hingga garmen. Beberapa saham bahkan mencatatkan lonjakan harga lebih dari 30% dalam satu hari perdagangan.

Saham PT Trisula Textile Industries Tbk. (BELL) melesat 34,15% ke level Rp110 per saham. Kinerja serupa ditunjukkan PT Ever Shine Textile Tbk. (ESTI) yang melonjak 34,75% ke harga Rp190 per saham.

Emiten Tekstil Lain Ikut Menguat

Selain itu, saham PT Inocycle Technology Group Tbk. (INOV) menguat 34,5% ke harga Rp183 per saham. Saham PT Indo-Rama Synthetics Tbk. (INDR) turut mencatat kenaikan signifikan sebesar 24,7% ke level Rp3.480 per saham.

Penguatan juga terjadi pada saham PT Golden Flower Tbk. (POLU) yang naik 19,9% ke harga Rp27.100 per saham. Selanjutnya, saham PT Trisula International Tbk. (TRIS) menguat 16,6% ke level Rp238 per saham, serta PT Argo Pantes Tbk. (ARGO) yang naik 13,5% ke harga Rp1.215 per saham.

Saham Tekstil Lapis Kedua Ikut Naik

Tidak hanya saham-saham berkapitalisasi menengah, emiten tekstil lapis kedua juga mencatat penguatan. Saham PT Tifico Fiber Indonesia Tbk. (TFCO) naik 10% ke harga Rp605 per saham.

Sementara itu, saham PT Pan Brothers Tbk. (PBRX) menguat 8,9% ke level Rp61 per saham. Saham PT Asia Pacific Fibers Tbk. (POLY) naik 8,88% ke harga Rp49 per saham, dan PT Sunson Textile Manufacturer Tbk. (SSTM) menguat 5,74% ke level Rp3.130 per saham.

Sejalan dengan Penguatan IHSG

Kenaikan saham-saham tekstil tersebut terjadi seiring penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pada penutupan perdagangan Kamis (15/1/2026), IHSG ditutup menguat 0,47% ke level 9.075.

Penguatan IHSG mencerminkan sentimen positif pasar terhadap kombinasi faktor makroekonomi, kebijakan pemerintah, serta prospek sektor-sektor strategis yang dinilai berpotensi menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional.

Pemerintah Siapkan BUMN Tekstil Baru

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa suntikan dana Rp 101 triliun ke industri tekstil akan digunakan untuk membentuk BUMN tekstil baru. BUMN tersebut rencananya akan dijalankan oleh Danantara sebagai bagian dari strategi restrukturisasi dan penguatan industri tekstil nasional.

Kebijakan ini dinilai menjadi katalis positif bagi pasar, khususnya bagi emiten tekstil yang selama beberapa tahun terakhir menghadapi tekanan akibat pelemahan permintaan global dan tingginya biaya produksi.

Momentum Baru Saham Tekstil?

Lonjakan saham tekstil mencerminkan optimisme pasar terhadap keberpihakan pemerintah pada industri padat karya strategis. Bagi investor, pergerakan ini menjadi sinyal penting untuk mencermati fundamental emiten, arah kebijakan lanjutan pemerintah, serta keberlanjutan realisasi pembentukan BUMN tekstil.

Ke depan, sektor tekstil berpotensi kembali menjadi sorotan, terutama jika kebijakan tersebut mampu mendorong efisiensi, meningkatkan daya saing, dan memperkuat struktur industri nasional secara berkelanjutan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa