Saham Tekstil Menguat Usai Pemerintah Gelontorkan Insentif Rp110 Triliun

AKURAT.CO Saham-saham emiten sektor tekstil kompak menguat signifikan pada perdagangan Kamis (15/1/2026) seiring rencana suntikan dana pemerintah senilai Rp101 triliun untuk industri tekstil nasional.
Penguatan saham tekstil ini menjadi perhatian pelaku pasar karena mencerminkan optimisme investor terhadap prospek pemulihan industri padat karya di tengah penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Seperti diketahui, rencananya dana Rp101 triliun (USD6 miliar) akan digelontorkan untuk menyelamatkan dan memperkuat industri tekstil, yang menjadi andalan ekonomi 2026 menghadapi ancaman perang tarif global.
Ada juga rencana membentuk BUMN tekstil baru yang akan dikelola oleh Danantara, untuk modernisasi, peningkatan teknologi, dan mendorong ekspor dari USD4 miliar menjadi USD40 miliar dalam 10 tahun.
Baca Juga: Selamatkan Industri Tekstil RI, Praktisi Sarankan Dua Hal Ini
Bagi investor ritel dan trader saham, momentum ini dinilai relevan dengan pencarian informasi seputar saham tekstil, saham BUMN baru, serta peluang investasi sektor manufaktur di awal 2026.
Deretan Saham Tekstil yang Melonjak Tajam
Saham PT Trisula Textile Industries Tbk. (BELL) melesat 34,15% ke level Rp110 per saham. Kinerja serupa ditunjukkan PT Ever Shine Textile Tbk. (ESTI) yang melonjak 34,75% ke harga Rp190 per saham.
Emiten Tekstil Lain Ikut Menguat
Penguatan juga terjadi pada saham PT Golden Flower Tbk. (POLU) yang naik 19,9% ke harga Rp27.100 per saham. Selanjutnya, saham PT Trisula International Tbk. (TRIS) menguat 16,6% ke level Rp238 per saham, serta PT Argo Pantes Tbk. (ARGO) yang naik 13,5% ke harga Rp1.215 per saham.
Saham Tekstil Lapis Kedua Ikut Naik
Sementara itu, saham PT Pan Brothers Tbk. (PBRX) menguat 8,9% ke level Rp61 per saham. Saham PT Asia Pacific Fibers Tbk. (POLY) naik 8,88% ke harga Rp49 per saham, dan PT Sunson Textile Manufacturer Tbk. (SSTM) menguat 5,74% ke level Rp3.130 per saham.
Sejalan dengan Penguatan IHSG
Penguatan IHSG mencerminkan sentimen positif pasar terhadap kombinasi faktor makroekonomi, kebijakan pemerintah, serta prospek sektor-sektor strategis yang dinilai berpotensi menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional.
Pemerintah Siapkan BUMN Tekstil Baru
Kebijakan ini dinilai menjadi katalis positif bagi pasar, khususnya bagi emiten tekstil yang selama beberapa tahun terakhir menghadapi tekanan akibat pelemahan permintaan global dan tingginya biaya produksi.
Momentum Baru Saham Tekstil?
Ke depan, sektor tekstil berpotensi kembali menjadi sorotan, terutama jika kebijakan tersebut mampu mendorong efisiensi, meningkatkan daya saing, dan memperkuat struktur industri nasional secara berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










