Akurat

Struktur Saham Negara Dirombak, 12 BUMN Dialihkan dari Danantara

Hefriday | 8 Januari 2026, 08:10 WIB
Struktur Saham Negara Dirombak, 12 BUMN Dialihkan dari Danantara

AKURAT.CO Danantara Indonesia melalui PT Danantara Asset Management (Persero) atau DAM melakukan pengalihan sebagian saham pada 12 emiten badan usaha milik negara (BUMN) kepada Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN).

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 yang mengatur kepemilikan saham Negara Republik Indonesia melalui Kepala BP BUMN sebesar 1% pada emiten BUMN.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), emiten yang terlibat dalam pengalihan saham tersebut berasal dari berbagai klaster strategis, mulai dari konstruksi, infrastruktur transportasi, perbankan, hingga telekomunikasi dan industri dasar. Aksi korporasi ini dilakukan secara bertahap dan telah diumumkan masing-masing perusahaan.

Baca Juga: Danantara–PTPP Bangun 600 Hunian Sementara di Aceh Tamiang, Percepat Pemulihan Pascabanjir

Dari klaster BUMN Karya, DAM mengalihkan saham pada PT Waskita Karya Tbk (WSKT), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), serta PT PP Tbk (PTPP) kepada BP BUMN. Pengalihan ini membuat BP BUMN secara resmi memiliki porsi saham negara sebesar 1% pada masing-masing emiten tersebut.

Manajemen WSKT menyampaikan bahwa DAM telah menyerahkan saham perseroan kepada BP BUMN sehingga kepemilikan saham Negara RI melalui BP BUMN mencapai 1%. Meski demikian, negara tetap menjadi pengendali Waskita Karya melalui kepemilikan saham Seri A Dwiwarna dan kepemilikan tidak langsung saham Seri B melalui DAM.

“Kepemilikan langsung oleh Negara RI melalui saham Seri A Dwiwarna dengan hak istimewa dilakukan melalui BP BUMN, sementara kepemilikan tidak langsung tetap melalui saham Seri B milik DAM yang terkonsolidasi pada BPI Danantara,” ujar manajemen WSKT dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Pada emiten konstruksi lain, DAM mengalihkan 362.917.027 saham Seri B WIKA atau setara 0,91% kepada BP BUMN. Sementara itu, pada PTPP, DAM menyerahkan 31.619.477 saham Seri B, dan pada ADHI, sebanyak 54.087.737 saham Seri B dialihkan kepada BP BUMN.

Baca Juga: Kepala Danantara Bertemu Prabowo, 5 Proyek Hilirisasi Siap Groundbreaking Bulan Depan

Pengalihan saham juga dilakukan pada klaster infrastruktur transportasi. DAM memindahkan 50.805.097 saham Seri B PT Jasa Marga Tbk (JSMR) kepada BP BUMN. Selain itu, DAM turut mengalihkan 3.746.490.443 saham PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) serta 154.771.174 saham Seri B PT Krakatau Steel Tbk (KRAS).

Dari sektor perbankan, DAM mengalihkan kepemilikan saham pada tiga bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Rinciannya, DAM menyerahkan 485.333.332 saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), 806.109.768 saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), serta 223.783.877 saham Seri B PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) kepada BP BUMN.

Selain sektor keuangan, DAM juga mengalihkan saham pada emiten strategis lain, yakni PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) atau SIG. Telkom menyatakan BP BUMN kini menguasai saham sebesar 1% dari total kepemilikan negara yang sebelumnya tercatat melalui DAM.

Adapun pada SMGR, DAM mengalihkan sebanyak 34.570.229 saham Seri B kepada BP BUMN. Manajemen SMGR menegaskan bahwa langkah tersebut tidak mengubah struktur pengendalian perusahaan oleh negara.

“Pelaksanaan pengalihan saham ini tidak menghilangkan kendali Negara RI atas SMGR, karena negara tetap memiliki saham Seri A Dwiwarna dan tetap menjadi pemilik manfaat akhir melalui kepemilikan tidak langsung lewat DAM,” jelas manajemen SMGR.

Secara keseluruhan, pengalihan saham ini bertujuan menyesuaikan struktur kepemilikan negara sesuai amanat undang-undang terbaru, sekaligus mempertegas peran BP BUMN sebagai representasi kepemilikan saham negara di emiten BUMN tanpa mengurangi kontrol strategis pemerintah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi