Akurat

Danantara–PTPP Bangun 600 Hunian Sementara di Aceh Tamiang, Percepat Pemulihan Pascabanjir

Idham Nur Indrajaya | 7 Januari 2026, 18:01 WIB
Danantara–PTPP Bangun 600 Hunian Sementara di Aceh Tamiang, Percepat Pemulihan Pascabanjir

AKURAT.CO Pemulihan pascabencana tidak berhenti pada perbaikan jalan dan jembatan. Bagi warga terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, kebutuhan paling mendesak berikutnya adalah tempat tinggal yang aman dan layak. Menjawab kebutuhan tersebut, Danantara berkolaborasi dengan PT PP (Persero) Tbk (PTPP) untuk membangun hunian sementara tanggap darurat sebagai ruang transisi bagi masyarakat yang terdampak bencana.

Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya pemulihan menyeluruh pascabanjir, dengan fokus pada pemulihan kehidupan sehari-hari warga agar dapat kembali berjalan secara lebih tertata selama masa transisi.


Kolaborasi Danantara dan PTPP untuk Pemulihan Hunian Warga

Dalam kerja sama ini, Danantara menginisiasi program pemulihan hunian masyarakat, sementara PTPP dipercaya sebagai pelaksana pembangunan di lapangan. Peran PTPP mencakup perencanaan dan pembangunan hunian secara cepat, terukur, serta memenuhi standar keselamatan konstruksi.

Secara keseluruhan, 600 unit hunian sementara disiapkan di wilayah terdampak banjir Aceh Tamiang. Dari jumlah tersebut, 94 unit menjadi tahap awal yang dibangun oleh PTPP, sebagai bagian dari respons cepat terhadap kebutuhan mendesak warga.

Hunian sementara ini dirancang sebagai tempat tinggal sementara sebelum proses pemulihan jangka menengah dan panjang berjalan, sekaligus memberi rasa aman bagi warga untuk kembali menjalani rutinitas harian.


Hunian Sistem Panggung Lengkap dengan Fasilitas Dasar

Sebanyak 94 unit hunian sistem panggung dibangun dengan mempertimbangkan kondisi wilayah rawan banjir. Model ini dipilih untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan penghuni selama masa transisi pascabencana.

Tak hanya bangunan utama, kawasan hunian juga dilengkapi berbagai fasilitas pendukung agar dapat langsung digunakan, antara lain:

  • Fasilitas MCK

  • Tandon air bersih

  • Mushola dan tempat wudhu

  • Area cuci

  • Jalan pedestrian

  • Sistem drainase

  • Sistem MEP (Mechanical, Electrical, Plumbing) kawasan

Seluruh fasilitas tersebut dirancang terintegrasi agar memenuhi kebutuhan dasar penghuni, sekaligus mendukung kehidupan sosial masyarakat yang mulai pulih.


Progres Pembangunan: Puluhan Unit Sudah Dihuni

Hingga awal Januari 2026, 30 unit hunian telah selesai dibangun dan sudah digunakan oleh warga terdampak. Sementara itu, 64 unit lainnya ditargetkan rampung secara bertahap pada 8 Januari 2026.

Proses pembangunan dilakukan dengan pendekatan cepat namun tetap terukur, sebagai bentuk komitmen Danantara dan PTPP dalam merespons situasi darurat secara efektif. Kecepatan pembangunan menjadi faktor krusial agar warga tidak terlalu lama berada dalam kondisi hunian darurat yang tidak memadai.


Hunian Sementara Jadi Fondasi Pemulihan Berkelanjutan

Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, menegaskan bahwa penyediaan hunian sementara merupakan bagian penting dari strategi pemulihan pascabencana yang berkelanjutan.

“Pemulihan tidak berhenti pada perbaikan akses dan infrastruktur. Warga juga membutuhkan tempat tinggal yang aman agar bisa kembali menata aktivitas sehari-hari. Melalui kolaborasi yang diinisiasi Danantara, PTPP mendukung penyediaan hunian sementara ini sebagai ruang transisi sebelum pemulihan jangka menengah dan panjang berjalan,” ujar Joko melalui pernyataan tertulis yang diterima AKURAT.CO, dikutip Rabu, 7 Januari 2026.

Menurutnya, keberadaan hunian sementara memberi ruang bagi masyarakat untuk kembali membangun kehidupan sosial secara bertahap, sembari menunggu proses pemulihan permanen berjalan.

Baca Juga: Pakai Helikopter, Menhan Tinjau Kawasan Sungai untuk Rekonstruksi Wilayah Banjir di Aceh Tamiang

Baca Juga: TNI AD Bersihkan Pondok Bersalin Terdampak Banjir di Aceh Utara


Bagian dari Pemulihan Terpadu Pascabencana Aceh

Pembangunan hunian sementara di Aceh Tamiang melengkapi berbagai upaya pemulihan lain yang dilakukan Danantara bersama mitra pelaksana di wilayah Aceh dan sekitarnya. Upaya tersebut mencakup pemulihan infrastruktur, akses pendukung, hingga penataan kawasan terdampak.

Seluruh proses dilaksanakan melalui koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan.

Melalui kolaborasi ini, Danantara dan PTPP berharap masyarakat terdampak banjir dapat melewati fase pemulihan awal dengan lebih aman, sekaligus menjadi pijakan awal menuju pemulihan sosial dan ekonomi yang lebih stabil.


Penutup

Pembangunan hunian sementara di Aceh Tamiang menunjukkan bahwa pemulihan pascabencana membutuhkan pendekatan yang menyeluruh, bukan sekadar membangun kembali infrastruktur fisik. Hunian yang aman dan layak menjadi kunci agar warga bisa kembali menata kehidupan setelah bencana.

Kalau kamu tertarik mengikuti perkembangan proyek pemulihan pascabencana dan kolaborasi BUMN di berbagai daerah, pantau terus update selanjutnya di AKURAT.CO.

Baca Juga: Waskita Karya Garap Proyek Sekolah Rakyat di Aceh Senilai Rp757,05 Miliar

Baca Juga: Tinjau Infrastruktur Terdampak Bencana di Aceh, Menteri Dody Prioritaskan Pemulihan Jalur Logistik

FAQ

Apa tujuan pembangunan hunian sementara di Aceh Tamiang?

Pembangunan hunian sementara bertujuan menyediakan tempat tinggal yang aman dan layak bagi warga terdampak banjir, agar mereka dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari selama masa transisi pemulihan pascabencana.

Siapa pihak yang terlibat dalam pembangunan hunian sementara ini?

Program ini merupakan hasil kolaborasi Danantara dengan PT PP (Persero) Tbk (PTPP). Danantara berperan sebagai penginisiasi program pemulihan hunian, sementara PTPP bertanggung jawab dalam pelaksanaan pembangunan di lapangan.

Berapa jumlah hunian sementara yang dibangun di Aceh Tamiang?

Secara keseluruhan, Danantara membangun 600 unit hunian sementara di wilayah terdampak banjir Aceh Tamiang. Dari jumlah tersebut, PTPP mengerjakan tahap awal pembangunan sebanyak 94 unit.

Mengapa hunian dibangun dengan sistem panggung?

Hunian sistem panggung dipilih untuk menyesuaikan dengan kondisi wilayah rawan banjir. Desain ini membantu meningkatkan keamanan dan kenyamanan penghuni, sekaligus mengurangi risiko dampak banjir susulan.

Fasilitas apa saja yang tersedia di kawasan hunian sementara?

Hunian sementara dilengkapi fasilitas pendukung seperti MCK, tandon air, mushola, tempat wudhu dan cuci, jalan pedestrian, sistem drainase, serta sistem MEP kawasan, sehingga dapat langsung digunakan oleh warga.

Bagaimana progres pembangunan hunian sementara saat ini?

Hingga awal Januari 2026, sebanyak 30 unit hunian telah selesai dibangun dan sudah digunakan oleh warga terdampak. Sementara 64 unit lainnya ditargetkan rampung secara bertahap pada 8 Januari 2026.

Apakah hunian sementara ini bersifat permanen?

Tidak. Hunian ini disiapkan sebagai tempat tinggal sementara atau ruang transisi sebelum program pemulihan jangka menengah dan panjang, termasuk pembangunan hunian permanen, dapat direalisasikan.

Bagaimana peran hunian sementara dalam pemulihan pascabencana?

Hunian sementara menjadi fondasi penting pemulihan sosial pascabencana, karena memberikan rasa aman dan stabil bagi warga untuk menata kembali kehidupan sehari-hari setelah bencana.

Apakah pembangunan ini bagian dari program pemulihan yang lebih luas?

Ya. Pembangunan hunian sementara melengkapi upaya pemulihan lain yang dilakukan Danantara bersama mitra, termasuk pemulihan infrastruktur dan akses pendukung di wilayah Aceh dan sekitarnya.

Mengapa kolaborasi Danantara dan PTPP penting dalam pemulihan bencana?

Kolaborasi ini memungkinkan respons cepat dan terukur terhadap kebutuhan mendesak masyarakat terdampak, dengan memadukan inisiatif program pemulihan dan keahlian konstruksi berstandar keselamatan.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.