Akurat

Stabil di USD88.000, Data On Chain Bitcoin Isyaratkan Meredanya Tekanan Jual

Hefriday | 3 Januari 2026, 18:59 WIB
Stabil di USD88.000, Data On Chain Bitcoin Isyaratkan Meredanya Tekanan Jual

AKURAT.CO Pergerakan harga Bitcoin (BTC) pada awal 2026 masih menunjukkan pola mendatar. Aset kripto terbesar di dunia ini bertahan di kisaran USD88.000 selama beberapa pekan terakhir, tanpa mampu mencetak reli lanjutan maupun koreksi tajam. 

Kondisi tersebut mencerminkan kehati-hatian pelaku pasar di tengah ketidakpastian ekonomi global.Secara fundamental, stagnasi harga ini terjadi meskipun kapitalisasi pasar Bitcoin masih berada pada level tinggi. Dengan suplai beredar mendekati 19,97 juta BTC dan volume transaksi yang besar, aktivitas jaringan tetap berjalan aktif. 
 
Namun, sentimen jangka pendek belum cukup kuat untuk mendorong pergerakan harga yang signifikan. Di balik pergerakan harga yang relatif datar, data on-chain justru menunjukkan dinamika yang berbeda.
 
Dikutip dari CryptoQuant, Sabtu (3/1/2026) sejumlah indikator dari CryptoQuant mengindikasikan bahwa tekanan jual Bitcoin mulai berkurang. Kondisi ini membuka peluang terbentuknya fase konsolidasi yang lebih sehat, meski belum tentu langsung berujung pada reli harga.
 

Salah satu sinyal penting datang dari perilaku pemegang jangka panjang atau long-term holders (LTH). Setelah sempat mencatat distribusi besar pada akhir 2025, data terbaru menunjukkan perubahan arah. Perubahan bersih pasokan LTH dalam 30 hari kini tercatat positif sekitar 10.700 BTC.

Angka tersebut menandakan bahwa investor jangka panjang kembali melakukan akumulasi. Artinya, Bitcoin yang sebelumnya dilepas ke pasar mulai diserap kembali oleh pelaku dengan horizon investasi lebih panjang. Pola seperti ini umumnya muncul pada fase konsolidasi, bukan pada puncak siklus pasar.

Indikator lain yang menjadi perhatian adalah Long-Term Holder Spent Output Profit Ratio (LTH SOPR). Metrik ini digunakan untuk melihat apakah pemegang jangka panjang menjual aset mereka dalam kondisi untung atau rugi. Saat ini, LTH SOPR berada di sekitar level 1,0 atau titik impas.

Posisi netral tersebut menunjukkan bahwa tidak ada tekanan kapitulasi dari investor jangka panjang. Mereka tidak terpaksa menjual di bawah harga beli, sekaligus tidak agresif mengambil untung. Secara historis, kondisi ini sering muncul ketika pasar sedang mencari keseimbangan setelah mengalami koreksi.

Dari sisi suplai di pasar spot, arus bersih Bitcoin dari bursa juga memberikan sinyal positif. Data menunjukkan tren arus keluar bersih yang berkelanjutan, di mana jumlah BTC yang ditarik dari bursa lebih besar dibandingkan yang masuk. Hal ini mengurangi potensi tekanan jual dalam jangka pendek.

Namun demikian, berkurangnya suplai jual belum otomatis mendorong kenaikan harga. Permintaan pasar masih terlihat tertahan, seiring dengan likuiditas global yang ketat serta ekspektasi bahwa bank sentral Amerika Serikat belum akan segera memangkas suku bunga acuannya.

Faktor makroekonomi tersebut menjadi penahan utama bagi pergerakan Bitcoin. Investor cenderung menunggu kepastian arah kebijakan moneter sebelum meningkatkan eksposur terhadap aset berisiko, termasuk kripto. Akibatnya, harga Bitcoin masih bergerak dalam rentang terbatas.

Secara keseluruhan, kombinasi indikator on-chain memberikan gambaran yang relatif membaik dari sisi struktural. Tekanan jual mereda dan kepercayaan pemegang jangka panjang tetap terjaga. Meski begitu, tanpa katalis baru yang kuat, peluang Bitcoin untuk menembus level psikologis USD100.000 dalam waktu dekat masih terbatas.

Jika kondisi makro belum berubah signifikan, Bitcoin berpotensi melanjutkan fase konsolidasi sepanjang awal 2026. Fase ini dapat menjadi fondasi penting bagi pergerakan yang lebih kuat di paruh berikutnya, ketimbang lonjakan harga instan dalam jangka pendek.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa