Fiskal-Moneter Kian Akur, Purbaya Optimistis IHSG Tembus 10.000 di 2026
Yosi Winosa | 2 Januari 2026, 15:16 WIB

AKURAT.CO Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, optimistis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menembus level 10.000 pada 2026.
Optimisme tersebut didorong oleh membaiknya fondasi perekonomian nasional serta semakin solidnya sinkronisasi kebijakan antara pemerintah dan otoritas moneter.
Purbaya menyampaikan, pelaku pasar melihat prospek ekonomi Indonesia pada 2026 cenderung positif. Ia menilai pertumbuhan ekonomi sebesar 6% secara tahunan (year-on-year/yoy) bukanlah target yang mustahil dicapai, seiring konsistensi kebijakan yang ditempuh pemerintah.
“Optimisme pasar muncul karena fondasi ekonomi kita sudah membaik. Tahun ini akan lebih baik lagi karena kebijakan pemerintah dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) sudah amat sinkron. Dengan kondisi tersebut, ekonomi seharusnya bisa tumbuh lebih cepat,” ujar Purbaya usai Seremoni Pembukaan Perdagangan BEI Tahun 2026 di Jakarta, Jumat (2/1/2026).
Menurutnya, penguatan ekonomi makro akan berdampak langsung pada kinerja pasar modal. Pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dinilai akan mendorong peningkatan laba korporasi, yang pada akhirnya menopang pergerakan IHSG.
Purbaya juga menegaskan bahwa level IHSG 10.000 bukanlah angka yang tidak realistis untuk dicapai pada 2026. Ia meyakini, dengan dukungan kebijakan yang tepat dan kepercayaan investor yang terjaga, pasar saham domestik memiliki ruang penguatan yang signifikan.
Salah satu faktor pendukung optimisme tersebut adalah peran penuh Purbaya sebagai Menteri Keuangan sepanjang 2026. Berbeda dengan tahun sebelumnya, ia baru mulai menjabat pada September 2025 sehingga ruang implementasi kebijakan fiskal belum optimal.
“Sekarang satu tahun penuh saya sudah terlibat dalam pengelolaan ekonomi bersama Gubernur Bank Indonesia dan pemangku kepentingan lainnya. Tahun lalu masih separuh-separuh, bahkan kurang dari itu,” katanya.
Purbaya menilai, kesinambungan kebijakan fiskal dan moneter menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas sekaligus mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi. Sinkronisasi yang semakin kuat antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia diharapkan memberikan sinyal positif bagi pasar.
“Dengan kebijakan yang lebih selaras dengan bank sentral dan pihak terkait lainnya, ekonomi kita bisa tumbuh lebih cepat. Itu akan menjadi landasan bagi pertumbuhan keuntungan perusahaan,” ujar Purbaya.
Dirinya pun mengingatkan investor agar jeli membaca peluang di pasar modal. Menurutnya, prospek pertumbuhan ekonomi yang membaik berpotensi menghadirkan momentum positif bagi kinerja saham-saham domestik.
Pada perdagangan Jumat siang, kinerja IHSG mencerminkan sentimen positif tersebut. Hingga pukul 11.50 WIB, IHSG tercatat menguat 77,96 poin atau 0,90 persen ke level 8.724,90.
Aktivitas perdagangan saham di BEI juga terbilang ramai. Frekuensi transaksi mencapai 1.808.057 kali dengan volume perdagangan sebanyak 25,83 miliar lembar saham dan nilai transaksi Rp11,86 triliun.
Dari sisi pergerakan saham, sebanyak 461 saham tercatat menguat, 219 saham melemah, dan 119 saham bergerak stagnan. Kondisi ini menunjukkan dominasi sentimen positif di pasar seiring optimisme terhadap prospek ekonomi dan kebijakan pada 2026.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










