Prospek Bitcoin di Awal 2026, Sinyal Pasar Masih Terbelah
Hefriday | 2 Januari 2026, 13:09 WIB

AKURAT.CO Memasuki awal 2026, pergerakan harga Bitcoin (BTC) kembali menjadi sorotan pelaku pasar global.
Aset kripto terbesar di dunia ini menghadapi prediksi yang saling bertolak belakang, mulai dari proyeksi kenaikan ekstrem hingga peringatan potensi koreksi lanjutan. Perbedaan pandangan tersebut mencerminkan kondisi pasar yang belum menemukan arah yang benar-benar kuat.
Dikutip dari beberapa sumber, Jumat (2/1/2026) sejumlah analis optimistis Bitcoin masih berada dalam siklus bullish jangka panjang, bahkan memproyeksikan harga dapat menembus level USD200.000.
Namun di sisi lain, ada pula pandangan konservatif yang menilai tekanan jual masih berpotensi berlanjut, terutama jika dukungan fundamental tidak segera muncul.
Data historis menunjukkan adanya pola musiman yang menarik. Bitcoin kembali menutup bulan Desember dengan kinerja negatif, sebuah tren yang telah terjadi secara konsisten sejak 2022.
Meski demikian, setiap penutupan Desember yang lemah dalam beberapa tahun terakhir selalu diikuti penguatan harga pada Januari.
Pola tersebut sebelumnya menjadi fondasi reli besar sepanjang 2025. Pada periode itu, Bitcoin mencatat lonjakan signifikan pada April yang akhirnya mendorong harga ke puncak sekitar USD126.000 pada Oktober.
Pola historis inilah yang kembali memunculkan harapan akan potensi rebound di awal 2026.
Dari sisi indikator on-chain, Net Unrealized Profit/Loss (NUPL) untuk pemegang jangka pendek menunjukkan kondisi kapitulasi. Situasi ini menyerupai fase April 2025, yang kala itu menjadi titik awal kenaikan harga berikutnya.
Namun, berbeda dari periode sebelumnya, sinyal kapitulasi saat ini belum direspons pasar dengan reli yang berarti.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tekanan psikologis masih membayangi investor jangka pendek. Meski sebagian besar telah merealisasikan kerugian, minat beli yang agresif belum terlihat, sehingga pasar cenderung bergerak terbatas.
Sementara itu, perilaku pemegang jangka panjang justru menjadi perhatian utama. Biasanya, kelompok ini akan menyerap pasokan ketika pemegang jangka pendek menyerah, sehingga membantu menstabilkan harga. Namun, menjelang akhir 2025, pola tersebut tidak sepenuhnya terjadi.
Data menunjukkan sejak Oktober 2025, pemegang jangka panjang mulai mengurangi kepemilikan mereka.
Akumulasi yang terjadi relatif moderat dan jauh lebih kecil dibandingkan April 2025, ketika pembelian bersih sempat menembus lebih dari 22.000 BTC dalam sehari. Pada Desember 2025, puncak akumulasi hanya berada di kisaran 4.800 BTC.
Selain itu, peran paus kripto juga mengalami perubahan signifikan. Dompet besar yang memegang 10.000 hingga 100.000 BTC kini berada di level terendah tahunan.
Padahal, kehadiran aktif kelompok ini pada April lalu turut menopang lonjakan harga hingga ke rekor tertinggi.
Minimnya aktivitas paus membuat pasar kehilangan penyangga alami terhadap tekanan jual. Tanpa serapan yang kuat, volatilitas cenderung meningkat dan risiko penurunan menjadi lebih dominan dibandingkan potensi kenaikan jangka pendek.
Dengan dinamika tersebut, prospek Bitcoin di 2026 masih sarat ketidakpastian. Sejumlah analis menilai level di atas USD150.000 tetap mungkin dicapai, namun membutuhkan waktu, dukungan likuiditas, serta adopsi institusional yang lebih luas.
Perilaku pemegang jangka panjang dan paus akan menjadi faktor kunci yang menentukan apakah Bitcoin mampu mencetak rekor baru atau justru menghadapi fase konsolidasi lebih panjang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini








