Akurat

Cara Mengganti Passphrase Coretax yang Lupa atau Salah, Panduan Lengkap dan Aman

Idham Nur Indrajaya | 30 Desember 2025, 10:39 WIB
Cara Mengganti Passphrase Coretax yang Lupa atau Salah, Panduan Lengkap dan Aman

AKURAT.CO Digitalisasi perpajakan di Indonesia terus melangkah maju. Salah satu tonggak terbesarnya adalah hadirnya Coretax Administration System (Coretax), sistem baru Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang mengintegrasikan berbagai layanan pajak ke dalam satu ekosistem. Mulai dari DJP Online, e-Faktur, hingga e-Bupot kini saling terhubung dalam satu platform.

Di balik kemudahan itu, ada satu hal krusial yang sering bikin wajib pajak panik: passphrase Coretax. Tidak sedikit yang baru sadar betapa pentingnya passphrase saat hendak lapor SPT, upload faktur pajak, atau tanda tangan dokumen elektronik—lalu mendapati passphrase lupa atau salah.

Artikel ini akan membahas cara mengganti passphrase Coretax yang lupa atau salah secara lengkap, runtut, dan mudah dipahami. Mulai dari pengertian dasar, alasan kenapa passphrase penting, hingga langkah teknis menggantinya tanpa harus bolak-balik ke kantor pajak.


Apa Itu Passphrase Coretax dan Kenapa Sangat Penting?

Sebelum masuk ke langkah teknis, penting untuk meluruskan satu kesalahpahaman yang sering terjadi: passphrase bukan password login.

Perbedaan Password Login dan Passphrase Coretax

Dalam sistem Coretax, ada dua “kunci” yang fungsinya berbeda:

  • Password login digunakan untuk masuk ke akun Coretax atau DJP Online. Ini ibarat pintu depan rumah.

  • Passphrase adalah kata sandi khusus yang melindungi Sertifikat Elektronik (Digital Certificate). Passphrase baru diminta saat kamu melakukan aksi yang punya konsekuensi hukum, seperti menandatangani faktur pajak, membuat bukti potong, atau melaporkan SPT.

Karena berfungsi sebagai tanda tangan digital, passphrase punya peran hukum yang sangat kuat. Jika sampai bocor atau disalahgunakan, risikonya bukan cuma teknis, tapi juga hukum dan finansial.


Kapan Passphrase Coretax Perlu Diganti?

Mengganti passphrase bukan hal sepele, tapi ada beberapa kondisi yang memang mengharuskan kamu melakukannya.

Kasus paling sering tentu saja lupa passphrase Coretax. Ini wajar, karena passphrase tidak digunakan setiap hari. Selain itu, passphrase juga sebaiknya diganti jika ada pergantian staf pajak atau keuangan, muncul indikasi akun diakses pihak lain, atau saat memperbarui Sertifikat Elektronik yang masa berlakunya habis (umumnya dua tahun).

Dalam konteks keamanan digital, mengganti passphrase juga bisa menjadi langkah preventif agar akun pajak tetap aman.


Persiapan Sebelum Mengganti Passphrase Coretax

Agar proses berjalan mulus, ada beberapa hal yang sebaiknya sudah kamu siapkan sejak awal. Coretax menerapkan sistem verifikasi berlapis, jadi kelengkapan data sangat menentukan.

Pastikan kamu memiliki NPWP atau NIK yang sudah dipadankan, EFIN yang masih aktif, serta akses ke email yang terdaftar di sistem DJP. Untuk wajib pajak badan, identitas penanggung jawab juga biasanya diperlukan. Jangan lupakan koneksi internet yang stabil, karena gangguan di tengah proses bisa membuat permintaan sertifikat gagal.


Cara Mengganti Passphrase Coretax yang Lupa atau Salah

Perlu dicatat sejak awal: tidak ada tombol “ubah passphrase” secara langsung jika passphrase lama lupa. Dalam sistem Coretax, passphrase melekat pada Sertifikat Elektronik. Artinya, mengganti passphrase dilakukan dengan mengajukan Sertifikat Elektronik baru.

Login ke Portal Coretax

Langkah pertama, buka laman resmi Coretax di https://coretaxdjp.pajak.go.id. Masuk menggunakan NPWP atau NIK dan password login yang masih aktif, lalu selesaikan verifikasi keamanan yang diminta sistem.

Akses Menu Sertifikat Elektronik

Setelah berhasil masuk, arahkan ke menu Portal Saya atau bagian layanan administrasi. Di sana, pilih opsi Pengajuan Kode Otorisasi atau Sertifikat Digital. Sistem akan menampilkan status sertifikat elektronik yang saat ini terdaftar atas nama kamu atau perusahaan.

Verifikasi Identitas Wajib Pajak

Demi keamanan, Coretax akan meminta verifikasi tambahan. Sistem akan menampilkan data identitas dan kontak yang terdaftar. Pastikan semuanya benar dan masih aktif.

Dalam kondisi lupa passphrase, pilih opsi pengajuan sertifikat baru karena passphrase tidak diketahui. Pada beberapa pembaruan sistem, verifikasi bisa melibatkan metode tambahan seperti pengenalan wajah atau konfirmasi data penanggung jawab.

Membuat Passphrase Baru

Setelah lolos verifikasi, kamu akan diarahkan ke halaman pembuatan passphrase baru. Di tahap inilah passphrase lama “digantikan” oleh yang baru melalui sertifikat elektronik baru.

Passphrase harus memenuhi standar keamanan sistem, mulai dari panjang karakter hingga kombinasi huruf, angka, dan simbol. Masukkan passphrase baru, konfirmasi ulang, lalu lanjutkan proses pengajuan.

Generate dan Unduh Sertifikat Elektronik

Setelah pengajuan disimpan, sistem akan memproses permintaan. Biasanya proses ini tidak memakan waktu lama. Kamu bisa memantau statusnya melalui menu Profil Saya, bagian Nomor Identifikasi Eksternal atau Digital Sertifikat.

Jika status sudah valid, sertifikat elektronik baru dapat di-generate dan diunduh dalam bentuk file berekstensi .p12. Sertifikat lama otomatis tidak berlaku lagi.


Langkah Penting Setelah Berhasil Mengganti Passphrase

Mengganti passphrase di Coretax saja belum cukup. Sertifikat baru perlu dipasang ulang di aplikasi atau sistem yang kamu gunakan.

Bagi pengguna e-Faktur Desktop, sertifikat baru harus dimasukkan melalui menu administrasi sertifikat, lalu dikaitkan dengan passphrase baru. Sementara untuk layanan berbasis web seperti e-Bupot, sertifikat lama di browser sebaiknya dihapus terlebih dahulu sebelum mengimpor sertifikat yang baru.

Langkah ini penting agar tidak muncul error saat menandatangani dokumen elektronik.


Ketentuan dan Contoh Struktur Passphrase Coretax

Coretax menerapkan standar keamanan yang cukup ketat. Passphrase umumnya harus terdiri dari minimal delapan karakter, mengandung huruf besar dan kecil, angka, serta karakter khusus tertentu. Tidak semua simbol diperbolehkan karena bisa memicu error sistem.

Karena passphrase bersifat rahasia, tidak ada contoh baku yang bisa digunakan langsung. Namun, kamu bisa membuatnya dari gabungan kata bermakna, angka, dan simbol yang mudah diingat olehmu, tapi sulit ditebak orang lain.

Yang terpenting, hindari penggunaan data pribadi seperti nama lengkap, tanggal lahir, atau nomor NPWP.


Masalah yang Sering Terjadi Saat Mengganti Passphrase

Dalam praktiknya, ada beberapa kendala yang kerap dialami wajib pajak. Misalnya, sistem menolak permintaan karena sertifikat lama masih aktif, email verifikasi tidak masuk, atau verifikasi wajah gagal.

Sebagian besar masalah ini bisa diselesaikan dengan memastikan data kontak masih aktif, memeriksa folder spam, atau mencoba kembali di jam kerja dengan koneksi internet yang lebih stabil. Jika tetap menemui kendala, bantuan dari Kring Pajak atau AR di KPP bisa menjadi solusi terakhir.


Kesimpulan: Jangan Anggap Remeh Passphrase Coretax

Passphrase Coretax bukan sekadar formalitas teknis. Ia adalah kunci keamanan sekaligus legitimasi hukum atas seluruh aktivitas perpajakan digital. Karena itu, memahami cara mengganti passphrase Coretax yang lupa atau salah menjadi pengetahuan penting bagi setiap wajib pajak di era digital.

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, proses penggantian passphrase bisa dilakukan mandiri, cepat, dan aman tanpa perlu panik. Yang terpenting, simpan passphrase baru dengan baik agar aktivitas pajak ke depan tetap lancar.

Kalau kamu ingin terus mengikuti panduan praktis seputar perpajakan digital dan update kebijakan terbaru, pantau terus artikel informatif lainnya di AKURAT.CO.

Baca Juga: Cara Login Coretax DJP Pajak.go.id dengan Benar, Cocok untuk Pengguna Baru

Baca Juga: Belum Aktivasi Coretax Jelang 2026? Ini Risiko Serius bagi Wajib Pajak

FAQ

1. Apa itu passphrase Coretax?

Passphrase Coretax adalah kata sandi khusus yang digunakan untuk mengamankan Sertifikat Elektronik milik Wajib Pajak. Passphrase ini berfungsi sebagai tanda tangan digital yang dibutuhkan saat menandatangani faktur pajak, bukti potong, dan pelaporan SPT di sistem DJP.


2. Apa bedanya password login dan passphrase Coretax?

Password login digunakan untuk masuk ke akun Coretax atau DJP Online. Sementara itu, passphrase digunakan saat melakukan tindakan yang memiliki konsekuensi hukum, seperti menandatangani dokumen pajak secara elektronik. Keduanya memiliki fungsi yang berbeda dan tidak bisa disamakan.


3. Apakah passphrase Coretax bisa diganti jika lupa?

Bisa. Namun, passphrase tidak diganti secara langsung. Jika lupa passphrase Coretax, Wajib Pajak harus mengajukan Sertifikat Elektronik baru melalui portal Coretax. Saat sertifikat baru diterbitkan, passphrase baru akan dibuat.


4. Apakah harus datang ke kantor pajak untuk mengganti passphrase Coretax?

Tidak. Selama akun Coretax masih bisa diakses dan data Wajib Pajak lengkap, proses penggantian passphrase dapat dilakukan secara online dan mandiri tanpa harus datang ke kantor pajak.


5. Berapa lama proses penggantian passphrase Coretax?

Dalam kondisi normal, prosesnya relatif cepat dan bisa selesai dalam hitungan menit. Namun, waktu bisa lebih lama jika ada kendala verifikasi data, email tidak aktif, atau sertifikat lama masih berstatus aktif.


6. Kenapa sistem menolak permintaan sertifikat baru karena sertifikat lama masih berlaku?

Hal ini biasanya terjadi karena sertifikat elektronik lama belum dibatalkan. Wajib Pajak perlu melakukan proses revoke atau pembatalan sertifikat lama terlebih dahulu, atau meminta bantuan petugas pajak untuk mereset status sertifikat.


7. Apa yang harus dilakukan setelah berhasil mengganti passphrase Coretax?

Setelah mendapatkan sertifikat elektronik dan passphrase baru, Wajib Pajak wajib memperbarui pengaturan sertifikat di aplikasi yang digunakan, seperti e-Faktur Desktop atau browser untuk layanan berbasis web. Sertifikat lama sebaiknya dihapus agar tidak menimbulkan error.


8. Apa saja syarat membuat passphrase Coretax yang valid?

Passphrase harus memenuhi ketentuan sistem, antara lain minimal delapan karakter, mengandung huruf besar, huruf kecil, angka, dan karakter khusus tertentu. Tidak semua simbol diperbolehkan karena bisa menyebabkan kesalahan sistem.


9. Apakah passphrase Coretax boleh sama dengan password login?

Tidak disarankan. Demi keamanan akun pajak, passphrase sebaiknya berbeda dengan password login dan tidak menggunakan informasi pribadi yang mudah ditebak, seperti nama lengkap atau tanggal lahir.


10. Apa risiko jika passphrase Coretax diketahui orang lain?

Jika passphrase diketahui pihak tidak berwenang, mereka berpotensi menandatangani dokumen pajak atas nama Wajib Pajak, termasuk menerbitkan faktur pajak. Hal ini bisa menimbulkan risiko hukum dan kerugian finansial yang serius.


11. Bagaimana jika email verifikasi Coretax tidak masuk?

Cek folder spam atau junk terlebih dahulu. Jika email yang terdaftar sudah tidak aktif, Wajib Pajak perlu memperbarui data email di sistem DJP sebelum melanjutkan proses penggantian passphrase.


12. Apakah passphrase Coretax perlu diganti secara berkala?

Tidak diwajibkan, tetapi sangat dianjurkan untuk alasan keamanan. Mengganti passphrase secara berkala dapat meminimalkan risiko penyalahgunaan akses, terutama jika akun pajak digunakan oleh lebih dari satu orang.

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.