Akurat

Aset Kripto Masuk Fase Kematangan di 2026

Hefriday | 19 Desember 2025, 12:50 WIB
Aset Kripto Masuk Fase Kematangan di 2026

AKURAT.CO Pasar aset kripto memasuki tahun 2026 setelah melewati periode yang penuh gejolak. Sepanjang 2025, investor dihadapkan pada volatilitas tajam, rekor harga baru, hingga aksi ambil untung yang intens. 

Namun di balik dinamika tersebut, muncul satu benang merah penting, yakni pasar kripto kian menunjukkan tanda-tanda kematangan.
 
Bitcoin (BTC) semakin mengukuhkan posisinya sebagai aset cadangan alternatif bagi institusi. Di sisi lain, Ethereum (ETH) dan XRP justru memasuki fase koreksi setelah reli kuat yang berlangsung di tengah ketidakpastian global dan pergerakan harga yang sangat cepat.
 
Dari sisi makroekonomi, arah kebijakan moneter global menjadi faktor krusial. Federal Reserve Amerika Serikat mulai melakukan pemangkasan suku bunga pertamanya, sementara data pasar tenaga kerja AS menunjukkan sinyal awal perlambatan. Kondisi ini membuat aliran modal global menjadi lebih selektif, termasuk terhadap aset digital.
 
 
Seiring dengan itu, sejumlah aset kripto utama kini berada di level teknikal yang dinilai signifikan. Pertanyaan besar menjelang 2026 bukan hanya soal harga, melainkan apakah likuiditas global akan kembali menguat atau justru tertahan, serta sejauh mana likuiditas tersebut mengalir ke pasar kripto.
 
Dikutip dari berbagai sumber, Jumat (19/12/2025), Bitcoin mencatatkan tonggak penting pada 2025 dengan mencetak rekor harga tertinggi baru di atas USD126.000. Kenaikan ini ditopang oleh adopsi institusi yang terus berlanjut. 
 
Sejumlah korporasi dan bahkan entitas negara tercatat menambah Bitcoin ke dalam cadangan mereka. MicroStrategy, misalnya, telah mengakumulasi sekitar 660.645 BTC, sementara El Salvador meningkatkan kepemilikan Bitcoin menjadi lebih dari 7.500 BTC. 
 
Di saat yang sama, keberadaan exchange-traded fund (ETF) Bitcoin spot turut menyerap suplai dari pasar, memperkuat narasi Bitcoin sebagai aset makro jangka panjang.
 
Meski demikian, secara teknikal Bitcoin tengah mengalami fase koreksi. Setelah keluar dari kanal kenaikan yang terbentuk sejak Maret 2024 hingga November 2025, harga BTC terkoreksi ke zona permintaan penting di kisaran USD80.000. 
 
Tekanan juga terlihat dari menurunnya volume perdagangan, yang umumnya menandakan fase konsolidasi, bukan pembalikan tren.
 
Ke depan, terdapat beberapa skenario pergerakan Bitcoin. Jika zona permintaan di kisaran USD75.000 mampu bertahan dan memicu reaksi beli yang kuat, peluang reli jangka panjang menuju USD150.000 hingga USD170.000 tetap terbuka. 
 
Namun jika momentum terbatas, Bitcoin berpotensi bergerak sideways sepanjang 2026 di rentang USD70.000 hingga USD110.000 sebagai fase akumulasi.
 
Ethereum juga menghadapi dinamika serupa. Sepanjang 2025, ETH mencetak all-time high baru di kisaran USD4.955, didukung oleh peningkatan jaringan seperti upgrade Pectra dan Fusaka yang memperbaiki efisiensi dan skalabilitas. 
 
Minat terhadap ETF Ethereum spot serta aktivitas staking dan decentralized finance turut menopang fundamentalnya.
 
Namun, setelah mencapai puncak harga, Ethereum mengalami koreksi ke area permintaan yang relatif lemah di sekitar USD2.900. 
 
Meski struktur jangka panjang masih berada dalam tren naik, momentum jangka pendek dan menengah menunjukkan pelemahan, menandakan bahwa 2026 bisa menjadi tahun transisi bagi Ethereum.
 
Sementara itu, XRP menutup 2025 dengan sentimen yang lebih positif dari sisi regulasi. Penyelesaian sengketa hukum antara Ripple dan Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) memberikan kejelasan yang telah lama dinantikan pasar. Hal ini kembali membuka minat institusi serta wacana produk ETF berbasis XRP.
 
Secara teknikal, XRP masih berada dalam fase koreksi setelah reli kuat yang sempat membawa harga mendekati USD3,60. Jika adopsi institusional benar-benar meningkat dan didukung regulasi yang kondusif, XRP berpeluang kembali menguji level tertinggi baru. 
 
Namun ketidakpastian yang berlanjut juga bisa membuat pergerakan harga cenderung terbatas dalam rentang tertentu.
 
Secara keseluruhan, prospek pasar kripto pada 2026 berada di titik yang krusial. Bitcoin masih menunjukkan struktur paling solid, sementara Ethereum dan XRP membutuhkan katalis tambahan untuk keluar dari fase koreksi. 
 
Peluang kenaikan tetap terbuka, tetapi membutuhkan konfirmasi teknikal yang jelas dan dukungan fundamental yang berkelanjutan.
 
Satu hal yang relatif pasti, pasar kripto kini tengah bertransformasi menuju fase yang lebih dewasa. Volatilitas memang masih ada, tetapi pergerakan harga cenderung lebih terkendali dibandingkan siklus sebelumnya. 
 
Jika didukung oleh kebijakan moneter yang lebih akomodatif, adopsi institusi yang semakin luas, serta kepastian regulasi, tahun 2026 berpotensi menjadi fondasi bagi gelombang pertumbuhan kripto berikutnya, bukan sekadar tahun yang terlewati tanpa arah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa