Kemenkeu Longgarkan TKD, Daerah Terdampak Banjir Dapat Dana Lebih Cepat

AKURAT.CO Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memberikan kelonggaran penuh terhadap syarat penyaluran Transfer ke Daerah (TKD) bagi pemerintah daerah terdampak banjir dan longsor di wilayah Sumatra.
Kebijakan ini ditujukan untuk memastikan daerah memiliki likuiditas yang cukup dalam fase tanggap darurat bencana.
Sebanyak 52 kabupaten/kota di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat mendapatkan relaksasi tersebut. Dalam kondisi normal, penyaluran TKD mengharuskan pemerintah daerah memenuhi sejumlah persyaratan administratif dan teknis. Namun kali ini, pemerintah pusat memilih menyederhanakan mekanisme demi kecepatan.
Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara menegaskan, penyederhanaan dilakukan karena pemerintah daerah tengah menghadapi situasi darurat.
Baca Juga: 3 Strategi Fiskal Kemenkeu Dukung Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
“Karena kita memahami bahwa pemerintah daerahnya tentu sedang kesulitan, karena itu kita akan menyederhanakan dan praktis membuat syarat salurnya itu bisa jadi lebih otomatis,” kata Suahasil dalam konferensi pers di Jakarta.
Menurut Suahasil, pelonggaran ini berlaku terutama pada tahap tanggap darurat. Pemerintah akan kembali mengevaluasi mekanisme penyaluran pada fase berikutnya, menyesuaikan dengan kondisi lapangan.
Ia mencontohkan, dalam penyaluran Dana Alokasi Khusus (DAK) biasanya terdapat tahapan dan prasyarat yang wajib dipenuhi. Namun, untuk daerah terdampak bencana di Sumatra, ketentuan tersebut ditiadakan sementara.
“Ini kan Pemdanya kesusahan semua, jadi enggak usah pakai syarat salur,” ujarnya.
Baca Juga: Kemenkeu Maksimalkan Mandat SMV untuk Stabilitas Fiskal Daerah
Selain relaksasi TKD, pemerintah pusat juga telah menyalurkan dana bantuan tanggap darurat dari APBN. Setiap kabupaten/kota terdampak menerima bantuan sebesar Rp4 miliar untuk mendukung kebutuhan mendesak di lapangan.
Langkah ini diharapkan mampu mempercepat penanganan bencana, mulai dari evakuasi, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, hingga pemulihan awal layanan publik di daerah terdampak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 3KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 6Kalender Jawa 27 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pahing Dikenal Cerdas dan Banyak Akal
- 7Materi Matematika TKA SMA 2026, Cek Kisi-Kisi dan Contoh Soal Terbaru
- 8Prediksi Sassuolo vs Lazio 28 Oktober 2026: Jay Idzes Absen, Biancocelesti Diunggulkan
- 9KPK Ingatkan Nusron Wahid untuk Kooperatif dan Berharap Dukungan Penuh Pemerintah
- 10Geledah Kantor Pusat Djarum, KPK Dalami Penyimpangan Penerimaan Cukai Rokok







