Akurat

Saham Superbank (SUPA) IPO, Langsung ARA di Hari Perdana

Hefriday | 17 Desember 2025, 16:50 WIB
Saham Superbank (SUPA) IPO, Langsung ARA di Hari Perdana

AKURAT.CO PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Rabu (17/12/2025).

Pada debut perdananya, saham SUPA langsung mencatat lonjakan signifikan dengan dibuka menguat 24,41% ke level Rp790 per saham dibandingkan harga penawaran umum perdana (IPO) sebesar Rp635 per saham.

Penguatan tersebut membuat saham SUPA langsung mengunci auto reject atas (ARA) sejak awal perdagangan.

Antusiasme investor terlihat dari aktivitas transaksi yang tercatat sebanyak 1.052 kali dengan volume perdagangan mencapai 19.714 lot dan nilai transaksi sebesar Rp1,56 miliar.

Baca Juga: Pasar Semakin Dinamis, BEI Siapkan Strategi Perkuat Likuiditas Saham

Dengan pencatatan ini, SUPA resmi menjadi perusahaan tercatat ke-26 yang melantai di BEI sepanjang tahun 2025.

Kehadiran Superbank menambah deretan emiten sektor perbankan yang mengandalkan transformasi digital sebagai motor utama pertumbuhan bisnis.

Presiden Direktur Superbank Tigor M Siahaan menegaskan bahwa pencatatan saham perdana bukan sekadar pencapaian korporasi, melainkan awal dari komitmen jangka panjang perseroan kepada publik.

Menurutnya, kepercayaan investor menjadi fondasi penting dalam perjalanan Superbank ke depan.

“Pencatatan saham perdana ini bukanlah tujuan akhir, melainkan awal dari sebuah perjalanan kepercayaan yang baru, sebuah kepercayaan yang akan terus kami jaga dalam menjalankan misi untuk melayani masyarakat Indonesia di mana pun berada,” ujar Tigor dalam seremoni pencatatan saham di BEI, Jakarta.

Dalam aksi korporasi ini, Superbank mencatatkan sebanyak 33,56 miliar saham di BEI. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4,41 miliar saham dilepas ke publik melalui mekanisme IPO. Perseroan berhasil menghimpun dana segar sebesar Rp2,79 triliun dari pasar modal.

Baca Juga: BEI Gandeng Danantara Dorong IPO Lighthouse BUMN

Dana hasil IPO tersebut akan dimanfaatkan untuk memperkuat ekspansi bisnis dan kapabilitas perbankan digital perseroan.

Berdasarkan prospektus, sekitar 70% dana akan dialokasikan sebagai modal kerja untuk memperluas penyaluran kredit, khususnya kepada segmen underbanked baik ritel maupun usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Segmen tersebut dinilai memiliki potensi pertumbuhan yang besar dan sejalan dengan visi Superbank dalam memperluas inklusi keuangan nasional. Perseroan menargetkan peningkatan akses pembiayaan yang lebih merata melalui pemanfaatan teknologi digital.

Sementara itu, sekitar 30% dana IPO akan digunakan untuk belanja modal. Alokasi ini mencakup pengembangan produk pendanaan dan pembiayaan, sistem pembayaran digital, penguatan infrastruktur teknologi informasi, serta sistem operasional perusahaan.

Selain itu, Superbank juga menyiapkan investasi jangka panjang di bidang kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), analitik data, dan keamanan siber (cybersecurity) guna mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dan aman.

Tigor menambahkan, pencatatan saham di BEI menandai babak baru bagi Superbank untuk mempercepat inovasi dan memperluas jangkauan layanan. Perseroan optimistis dapat menghadirkan solusi finansial yang relevan dan terpercaya bagi jutaan masyarakat Indonesia.

Superbank juga akan memperkuat sinergi ekosistem digital bersama Grab-OVO dan Emtek, serta didukung oleh pemegang saham strategis lainnya seperti Singtel, KakaoBank, dan GXS.

Kombinasi kekuatan teknologi, jangkauan ekosistem, dan pengalaman perbankan regional tersebut diyakini akan memperkuat posisi Superbank dalam mendorong layanan keuangan yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
A