BEI Gandeng Danantara Dorong IPO Lighthouse BUMN
Hefriday | 6 November 2025, 18:50 WIB

AKURAT.CO PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan telah menjalin sinergi dengan Danantara Indonesia untuk mempercepat hadirnya lighthouse company BUMN yang melantai di pasar modal.
Sinergi ini dimaksudkan untuk mendorong perusahaan pelat merah berkapitalisasi besar agar melakukan Initial Public Offering (IPO) dan memperkuat pendalaman pasar modal nasional.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menuturkan bahwa bursa berharap semakin banyak perusahaan BUMN yang memenuhi kriteria lighthouse dan bersedia membuka akses kepemilikan melalui IPO.
"Harapan kami, ada lighthouse-lighthouse baru yang berasal dari BUMN," ujarnya di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (6/11/2025).
Meski demikian, Nyoman mengakui bahwa hingga saat ini belum ada BUMN yang secara resmi masuk dalam pipeline IPO.
Dirinya menegaskan bahwa bursa masih menunggu langkah konkret dari perusahaan-perusahaan pelat merah untuk memulai proses pencatatan saham. “Saat ini, kalau ditanya, belum ada,” tegasnya.
Nyoman menyampaikan bahwa sinergi dengan Danantara Indonesia merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk menciptakan ekosistem yang mendorong BUMN agar lebih aktif dalam memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan.
Dengan kehadiran BUMN berkapasitas besar, ia meyakini pasar modal domestik akan semakin dalam dan likuid.
“Kami yakin kontribusi dari BUMN ke depan akan mampu membantu market deepening pasar modal Indonesia,” kata Nyoman.
Dirinya menjelaskan bahwa keberadaan perusahaan berkapitalisasi jumbo sangat penting untuk meningkatkan daya tarik pasar bagi investor institusional maupun global.
Adapun IPO lighthouse company mengacu pada perusahaan yang memiliki nilai kapitalisasi pasar minimal Rp3 triliun, serta free float paling sedikit 15%, atau nilai kapitalisasi pasar free float lebih dari Rp700 miliar.
Kriteria ini menempatkan perusahaan dalam kategori unggulan yang memiliki skala dan fundamental kuat.
BEI mencatat bahwa hingga 29 Oktober 2025 terdapat tiga lighthouse company yang telah masuk pipeline IPO.
Meski bukan berasal dari BUMN, perusahaan-perusahaan tersebut diharapkan dapat menjadi contoh bagi entitas besar lainnya untuk memanfaatkan peluang pendanaan di pasar modal.
Secara total, BEI menyampaikan terdapat 13 perusahaan dalam pipeline yang tengah mempersiapkan IPO.
Dari jumlah tersebut, dua perusahaan memiliki aset kecil di bawah Rp50 miliar, enam perusahaan berada di kategori menengah dengan aset antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar, sementara lima lainnya merupakan perusahaan besar dengan aset di atas Rp250 miliar.
Nyoman memperkirakan bahwa mayoritas perusahaan yang berada dalam antrean IPO tersebut akan melantai pada 2025.
Hal ini karena sebagian besar menggunakan laporan keuangan semester I-2025, sehingga proses penilaiannya dapat berjalan lebih cepat. Hanya dua perusahaan yang masih memakai laporan keuangan per Juli 2025.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









