Akurat

BI Genjot Ekonomi Hijau, Tanam 37 Ribu Pohon hingga Dorong UMKM Hijau

Andi Syafriadi | 24 November 2025, 11:50 WIB
BI Genjot Ekonomi Hijau, Tanam 37 Ribu Pohon hingga Dorong UMKM Hijau

AKURAT.CO Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmennya dalam mempercepat transisi menuju ekonomi hijau melalui serangkaian inisiatif berkelanjutan yang dilakukan secara konsisten.

Salah satu langkah nyata yang diambil adalah penanaman 37 ribu pohon di berbagai wilayah Indonesia sebagai upaya mengurangi emisi karbon dan memperkuat ketahanan lingkungan.

Aksi penghijauan tersebut dilakukan serentak oleh seluruh Kantor Perwakilan BI di Indonesia. Kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi strategis BI dalam mendorong mitigasi perubahan iklim, sekaligus meningkatkan kesadaran kolektif mengenai pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem.

Baca Juga: BI Taksir CAD 2025 Tembus 0,7 Persen PDB, Berpeluang Surplus Tipis

Komitmen tersebut kembali disampaikan Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, saat menghadiri kegiatan penanaman seribu pohon bakau di Kawasan Konservasi Maritim Teluk Benoa, Bali.

"Upaya ini merupakan simbol nyata bahwa transisi menuju ekonomi hijau membutuhkan aksi bersama lintas sektor dan wilayah," ujarnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (24/11/2025).

Destry menuturkan bahwa BI tidak hanya fokus pada program penghijauan, tetapi juga memperkuat kebijakan makroprudensial yang mendukung pembiayaan berkelanjutan.

Dirinya menyampaikan bahwa BI memberikan insentif kepada bank yang menyalurkan kredit ke sektor-sektor hijau guna mempercepat transformasi ekonomi. Hingga 1 November 2025, nilai insentif yang telah disalurkan mencapai Rp36,38 triliun.

Selain sektor perbankan, BI juga aktif mendampingi pelaku usaha melalui program pengembangan UMKM hijau. Tercatat sebanyak 159 UMKM mendapat pendampingan berupa peningkatan kapasitas usaha dan fasilitasi business matching pembiayaan yang membantu mereka mengakses modal berkelanjutan.

Baca Juga: BI Buka Ruang Pelonggaran Moneter, Syaratnya Dua Hal Ini

Program ini bertujuan mendorong UMKM berkontribusi pada ekonomi sirkular serta mempercepat adopsi praktik ramah lingkungan.

Untuk memperkuat proses penghitungan emisi, BI juga mengembangkan Kalkulator Hijau, sebuah alat bantu terstandar yang dapat digunakan untuk memperkirakan emisi dari berbagai aktivitas ekonomi.

Kehadiran alat ini menjadi langkah penting dalam memperluas literasi dan transparansi penghitungan emisi bagi sektor publik maupun swasta.

Sebagai bentuk komitmen tambahan, BI turut melakukan pembelian kredit karbon senilai 150 ton CO₂e. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi lembaga dalam mengimbangi emisi karbon yang dihasilkan dari berbagai kegiatan operasionalnya.

“Seluruh kebijakan dan inisiatif ini kami susun untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif,” ujar Destry.

Pemerintah Provinsi Bali menyambut baik inisiatif ini, khususnya karena selaras dengan agenda daerah dalam Rencana Kerja Sub-Nasional FOLU Net Sink 2030. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bali yang hadir mewakili Gubernur menegaskan bahwa upaya rehabilitasi mangrove di Teluk Benoa merupakan langkah penting dalam pemulihan ekosistem pesisir serta perlindungan kawasan dari ancaman abrasi.

Menurutnya, penanaman mangrove tidak hanya berfungsi sebagai penyerap karbon yang efektif, tetapi juga memperkuat ketahanan pesisir yang menjadi penopang ekonomi masyarakat setempat. Kegiatan ini dinilai mendukung langkah Bali menuju pembangunan yang lebih hijau dan berketahanan.

Momentum tersebut turut mendorong kolaborasi lintas pemangku kepentingan, baik dari pemerintah pusat, daerah, lembaga keuangan, hingga sektor usaha. Kolaborasi ini dianggap penting dalam mempercepat transisi ekonomi nasional sejalan dengan visi Asta Cita menuju masa depan yang hijau, inklusif, dan berkelanjutan.

BI menyatakan akan memperkuat pengurangan serta pengimbangan emisi karbon lewat penerapan prinsip keberlanjutan dalam setiap kegiatan operasional. Inisiatif hijau akan terus diperluas, termasuk pengembangan lebih lanjut Kalkulator Hijau dan dukungan berkelanjutan bagi UMKM guna memperkuat ekosistem ekonomi sirkular di Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi