Ekonomi RI Tumbuh 5,04 Persen di Q3 2025, Konsumsi dan Ekspor Jadi Penopang

AKURAT.CO Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III 2025 mencapai 5,04%, didorong oleh konsumsi rumah tangga, peningkatan investasi, dan kuatnya kinerja ekspor.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menyebut pertumbuhan tersebut menggambarkan pemulihan ekonomi yang semakin solid setelah periode perlambatan global beberapa tahun terakhir.
"Konsumsi rumah tangga tumbuh 4,89 persen dan tetap menjadi motor utama perekonomian nasional. Peningkatan konsumsi terlihat dari penjualan barang tahan lama, termasuk sepeda motor yang tumbuh 8,4 persen," ujar Purbaya dalam Konferensi Pers APBN KiTA di Jakarta, Kamis (20/11/2025).
Baca Juga: Defisit APBN Capai 2,02 Persen PDB di Oktober 2025
Penjualan mobil juga menunjukkan pemulihan bertahap meski masih negatif secara tahunan.
Investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 5,04%. Peningkatan ini didorong optimisme pelaku usaha terhadap prospek ekonomi, terutama pada sektor industri pengolahan dan manufaktur.
Pemerintah menilai perbaikan iklim investasi turut dipengaruhi stabilnya inflasi dan kebijakan moneter yang kondusif.
Ekspor tumbuh kuat sebesar 9,91%, sementara impor meningkat lebih rendah sehingga memberikan kontribusi positif terhadap neraca perdagangan.
Subsektor logam dasar mencatat lonjakan signifikan hingga 18,62% akibat peningkatan permintaan besi dan baja dari pasar global.
Belanja pemerintah tumbuh 5,49% setelah pada dua triwulan sebelumnya mencatat kontraksi. Pemerintah menilai percepatan belanja negara menjadi kunci dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.
Belanja negara dialokasikan untuk menjaga daya beli, mendorong investasi infrastruktur, dan memperkuat program strategis.
Baca Juga: APBN 2026 Patok Pertumbuhan Ekonomi 5,4 Persen, Indef: 5 Persen Realistis
Dari sisi produksi, mayoritas sektor ekonomi mencatat pertumbuhan positif. Sektor manufaktur tumbuh 5,54%, perdagangan tumbuh 5,49%, sementara transportasi dan pergudangan tumbuh 8,62% seiring pemulihan mobilitas masyarakat. Sektor informasi dan komunikasi juga tumbuh tinggi, mencapai 9,65%.
Sektor pertanian mencatat peningkatan signifikan dari 1,62% pada triwulan sebelumnya menjadi 4,93%. Pemerintah menyebut lonjakan ini terkait program prioritas pangan dan penguatan kesejahteraan petani.
Sementara sektor pariwisata menjadi salah satu pendorong pertumbuhan sektor transportasi dan akomodasi.
Secara geografis, Sulawesi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 5,84%, didorong ekspansi industri pengolahan.
Pulau Jawa tetap menjadi penyumbang terbesar PDB nasional dengan kontribusi 56,7%. Bali dan Nusa Tenggara mencatat pertumbuhan 4,71% seiring pulihnya pariwisata.
Indeks Kepercayaan Konsumen menunjukkan optimisme masyarakat terhadap ekonomi meningkat signifikan pada Oktober 2025, mencapai 121,2.
Pemerintah menilai keyakinan konsumen dan ekspansi sektor produksi menjadi pondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi pada periode berikutnya.
Dengan kuatnya permintaan domestik, pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi dapat terjaga di kisaran 5% ke depan.
Kebijakan fiskal dan moneter dipastikan tetap berpihak pada stabilitas serta percepatan pemulihan ekonomi nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









