Akurat

Rekomendasi Kripto Altcoin dari Ajaib di Tengah Anjloknya Bitcoin

Naufal Lanten | 4 November 2025, 16:19 WIB
Rekomendasi Kripto Altcoin dari Ajaib di Tengah Anjloknya Bitcoin

AKURAT.CO Pasar kripto kembali diguncang pada Selasa, 4 November 2025. Dalam 24 jam terakhir, harga Bitcoin (BTC) turun tajam hingga -2,88% ke level $106.500 atau sekitar Rp1,77 miliar per koin. Tekanan ini bukan hanya mengguncang aset kripto terbesar di dunia, tapi juga menyeret kapitalisasi pasar global yang anjlok -4% menjadi sekitar US$3,50 triliun. Dominasi Bitcoin kini berada di 60,66%, menandakan pasar masih terpusat pada pergerakan BTC.

Menurut Panji Yudha, Financial Expert Ajaib Kripto, penurunan ini dipicu oleh likuidasi besar-besaran yang mengguncang pasar, serta sentimen negatif dari kasus peretasan besar di sektor DeFi.


Likuidasi Masif Jadi Biang Kerok Anjloknya Harga Kripto

Dalam laporan yang dirilis pada pukul 08.00 WIB, Panji Yudha mengungkapkan bahwa pasar aset digital tengah mengalami “guncangan ekstrem” akibat total likuidasi yang menembus US$1,28 miliar dalam 24 jam terakhir. Menariknya, sekitar US$1,16 miliar berasal dari posisi long (beli), yang menunjukkan bahwa banyak trader bullish terjebak oleh penurunan mendadak harga.

“Mayoritas kerugian berasal dari posisi long, mengindikasikan pergerakan harga turun yang tiba-tiba dan signifikan yang mengejutkan trader bullish,” ujar Panji melalui hasil riset yang diterima AKURAT.CO, Selasa, 4 November 2025.

Penurunan cepat ini membuat Bitcoin jatuh dari US$108.000 ke US$105.000, sementara Ethereum (ETH) terkoreksi tajam dari US$3.700 ke US$3.500 hanya dalam waktu satu jam. Gelombang likuidasi ini memicu efek domino di berbagai aset kripto utama dan mempercepat sentimen negatif di pasar.


Analisis Teknis BTC: Antara Harapan Rebound dan Risiko Breakdown

Meski tekanan jual masih kuat, Panji menilai bahwa peluang rebound belum sepenuhnya tertutup. Bitcoin masih berada dalam saluran kenaikan jangka panjang dan di atas rata-rata harga tahun lalu. Namun, kondisi pasar saat ini dinilai sangat rentan (vulnerable).

Menurut Panji, “Untuk membatalkan pandangan bearish, BTC harus merebut kembali level $111.000.”
Level harga antara $107.000 hingga $100.000 disebut sebagai zona krusial yang perlu diperhatikan. Jika BTC tembus di bawah area tersebut, penurunan lebih dalam bisa kembali terjadi.

Untuk hari ini, Panji memperkirakan BTC akan bergerak di kisaran $105.000 hingga $110.000, sementara Ethereum berpotensi berada di rentang $3.600 hingga $4.100.


Peretasan Balancer Senilai $128 Juta Perburuk Sentimen Pasar DeFi

Kejatuhan pasar kripto makin diperparah oleh kabar buruk dari dunia Decentralized Finance (DeFi). Platform veteran Balancer v2 dilaporkan mengalami peretasan besar senilai lebih dari US$128 juta, menjadikannya insiden terbesar sepanjang sejarah platform tersebut.

Kerugian ini berdampak luas di berbagai jaringan blockchain besar seperti Ethereum, Polygon, Arbitrum, dan Optimism. Total nilai terkunci (Total Value Locked/TVL) di Balancer anjlok drastis dari US$776 juta menjadi US$406 juta hanya dalam 24 jam.

Token native-nya, BAL, juga ikut tertekan hingga turun 11,1% ke $0,87.
Kondisi ini menambah tekanan di sektor DeFi yang tengah berjuang menjaga kepercayaan investor pasca serangkaian insiden keamanan dalam beberapa bulan terakhir.


Top Gainers dan Losers: Aset yang Mencuri Perhatian di Tengah Krisis

Meskipun sebagian besar pasar terkoreksi, beberapa altcoin justru mencatatkan lonjakan fantastis. Berdasarkan data yang dikumpulkan pada pukul 08.00 WIB, Jelly-My-Jelly (JELLYJELLY) menjadi top gainer dengan kenaikan spektakuler +227% dalam 24 jam. Diikuti oleh Decred (DCR) yang naik +62,40%, serta Bondex (BDXN) dengan +59,90%.

Sebaliknya, daftar top losers diisi oleh Wilder World (WILD) yang anjlok -43,17%, Self Chain (SLF) yang turun -30,45%, dan Destra Network (DSYNC) yang melemah -26,34%.

Kondisi ini menunjukkan bahwa volatilitas pasar masih tinggi, dan pergerakan ekstrem masih bisa terjadi kapan saja, terutama pada altcoin dengan likuiditas rendah.


Rekomendasi Altcoin dari Ajaib Kripto

Di tengah ketidakpastian pasar, Panji Yudha tetap optimistis ada peluang bagi trader yang jeli memanfaatkan momentum koreksi. Ia membagikan sejumlah rekomendasi altcoin potensial untuk diperhatikan dalam jangka pendek.

Altcoin Sektor Entry (IDR) Take Profit (IDR) Stop Loss (IDR)
IP Web3 Infrastructure 65.500 80.000 61.000
ETHFI DeFi 13.250 17.000 11.900
ALGO Layer-1 2.600 3.200 2.400

Menurut Panji, aset-aset tersebut masih memiliki potensi teknikal yang menarik dan bisa menjadi alternatif untuk diversifikasi portofolio di tengah ketidakpastian harga Bitcoin.


Kesimpulan: Pasar Kripto Masih Bergejolak, Tapi Peluang Tetap Ada

Kondisi pasar kripto saat ini memang belum stabil. Namun, bagi investor yang memahami risiko dan menerapkan strategi disiplin, fase koreksi seperti ini justru bisa membuka peluang baru. Likuidasi besar, peretasan DeFi, dan tekanan teknikal jangka pendek memang membuat pasar rentan, tetapi momentum pemulihan bisa datang sewaktu-waktu.

Kalau kamu tertarik memantau perkembangan terbaru seputar pasar kripto dan rekomendasi altcoin potensial, pantau terus update selanjutnya di AKURAT.CO.

Baca Juga: Bitcoin Anjlok, Apakah Masih Waktu yang Tepat untuk Beli di Harga Bawah?

Baca Juga: Cloud Mining Kembali Booming di Tengah Lonjakan Harga Bitcoin, Mengapa?

FAQ


1. Mengapa harga Bitcoin turun pada 4 November 2025?
Penurunan harga Bitcoin disebabkan oleh likuidasi besar-besaran senilai lebih dari US$1,28 miliar, dengan mayoritas berasal dari posisi long. Hal ini memicu efek domino di pasar dan mempercepat koreksi harga berbagai aset kripto utama seperti Ethereum.


2. Berapa harga Bitcoin saat ini?
Per 4 November 2025 pukul 08.00 WIB, Bitcoin (BTC) diperdagangkan di level US$106.500 atau sekitar Rp1,77 miliar per koin, turun -2,88% dalam 24 jam terakhir.


3. Bagaimana kondisi pasar kripto secara keseluruhan?
Kapitalisasi pasar kripto global turun -4% menjadi sekitar US$3,50 triliun, sementara dominasi Bitcoin (BTC.D) naik ke 60,66%. Artinya, pergerakan pasar masih sangat dipengaruhi oleh Bitcoin.


4. Apa penyebab tambahan yang memperburuk kondisi pasar?
Selain likuidasi besar, sentimen negatif juga datang dari peretasan besar pada platform Balancer v2, yang menyebabkan kerugian lebih dari US$128 juta dan menurunkan TVL (Total Value Locked) DeFi secara drastis.


5. Bagaimana analisis teknikal terhadap Bitcoin saat ini?
Menurut Panji Yudha, Financial Expert Ajaib Kripto, Bitcoin masih berada dalam tren naik jangka panjang, namun sangat rentan. Untuk membatalkan pandangan bearish, BTC harus merebut kembali level US$111.000. Level krusial yang harus dijaga adalah US$107.000 hingga US$100.000.


6. Apakah ada potensi pemulihan harga Bitcoin?
Masih ada peluang rebound selama Bitcoin bertahan di atas zona support kritis. Untuk hari ini, BTC berpotensi bergerak di kisaran US$105.000 – US$110.000, sementara Ethereum berada di area US$3.600 – US$4.100.


7. Aset kripto apa saja yang menjadi top gainer dan top loser?
Top gainer:

  • Jelly-My-Jelly (JELLYJELLY) naik +227%

  • Decred (DCR) naik +62,40%

  • Bondex (BDXN) naik +59,90%

Top loser:

  • Wilder World (WILD) turun -43,17%

  • Self Chain (SLF) turun -30,45%

  • Destra Network (DSYNC) turun -26,34%


8. Apa rekomendasi altcoin dari Ajaib Kripto?
Panji Yudha merekomendasikan tiga altcoin potensial dengan level entry, take profit, dan stop loss berikut:

  • IP (Web3 Infrastructure): Entry Rp65.500 | TP Rp80.000 | SL Rp61.000

  • ETHFI (DeFi): Entry Rp13.250 | TP Rp17.000 | SL Rp11.900

  • ALGO (Layer-1): Entry Rp2.600 | TP Rp3.200 | SL Rp2.400


9. Apa dampak peretasan Balancer terhadap sektor DeFi?
Peretasan senilai US$128 juta pada Balancer membuat nilai terkunci (TVL) anjlok dari US$776 juta menjadi US$406 juta hanya dalam 24 jam. Hal ini menurunkan kepercayaan terhadap keamanan protokol DeFi dan menyeret harga token BAL turun 11,1% ke $0,87.


10. Apa yang bisa dilakukan investor di tengah gejolak ini?
Investor disarankan tetap waspada, tidak melakukan panic sell, dan fokus pada aset kripto dengan fundamental kuat. Koreksi tajam seperti ini juga bisa menjadi peluang akumulasi jika dilakukan dengan manajemen risiko yang baik.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.