Akurat

Cara Menjawab Pertanyaan 'Berapa Gaji yang Anda Inginkan' agar Tetap Profesional

Yosi Winosa | 29 Oktober 2025, 16:55 WIB
Cara Menjawab Pertanyaan 'Berapa Gaji yang Anda Inginkan' agar Tetap Profesional

AKURAT.CO Saat proses rekrutmen, menentukan gaji yang diharapkan sering kali menjadi pertanyaan yang cukup membingungkan.

Jika terlalu rendah, dapat merasa tidak dihargai. Namun, jika terlalu tinggi, kemungkinan perusahaan akan menganggap calon karyawan tidak realistis.

Banyak pencari kerja merasa ragu atau bingung tentang bagaimana cara memberikan jawaban yang tepat.

Jawaban yang tepat tidak hanya sebagai nilai diri, tetapi juga membantu untuk bernegosiasi dengan lebih percaya diri.

Baca Juga: Tips Lancar Ajukan Kredit Motor Meski Gaji di Bawah UMR

Untuk menentukan gaji yang diharapkan secara realistis, langkah-langkah berikut bisa kamu ikuti:

  1. Kenali Standar Industri. Cari tahu berapa gaji umum untuk posisi, industri, dan lokasi yang dilamar.
  2. Hitung Kebutuhan Bulanan Anda. Buat daftar pengeluaran rutin untuk menentukan gaji minimum.
  3. Pertimbangkan Nilai yang Anda Bawa ke Perusahaan. Kemampuan, pengalaman, dan keahlian sebagai dasar untuk meminta gaji yang layak.
  4. Siapkan Rentang Bukan Angka Tunggal. Menetapkan rentang gaji yang masuk akal untuk bernegosiasi, hindari menyebut satu angka spesifik.
  5. Sertakan Kompensasi Non Gaji. Tunjangan, bonus, fasilitas kerja remote, dan peluang pengembangan merupakan bagian dari paket kompensasi.

Cara Menjawab Pertanyaan 'Berapa Gaji yang Anda Inginkan?'

1. Mulai dengan Riset

Berdasarkan riset pasar untuk posisi ini di kota X, rentang gajinya antara RpY sampai RpZ.

2. Tunjukkan Fleksibilitas

Kamu bisa menggunakan kalimat seperti 'Namun, saya terbuka untuk berdiskusi berdasarkan tanggung jawab yang saya emban'.

3. Alihkan Fokus ke Kontribusi

Gunakan kalimat seperti 'Saya yakin dengan keahlian saya di bidang A dan B, saya dapat memberikan nilai tambah, sehingga saya berharap paket gaji yang mencerminkan hal tersebut'.

4. Hindari Menyebut Angka Tinggi Jika..

Jangan menyebut angka terlalu tinggi jika tanpa didasari riset karena akan dianggap tidak realistis atau kurang mengetahui pasar.

Namun demikian, kamu juga perlu menghindari kesalahan umum yang kerap terjadi, termasuk:

  1. Menyebut angka tanpa riset. Ini memungkinkan dianggap terlalu tinggi atau terlalu rendah dibanding pasar.
  2. Mengabaikan kebutuhan pribadi.
  3. Tidak mempertimbangkan total paket. Jangan Hanya fokus pada gaji pokok tanpa melihat tunjangan atau benefit.
  4. Menolak berdiskusi. Ini nenunjukkan sikap kaku bisa dianggap kurang fleksibel oleh perusahaan.

Menentukan gaji yang diharapkan tidak sekadar “berapa saya ingin dibayar?”, namun juga “berapa yang layak berdasarkan pasar, kebutuhan pribadi, dan nilai yang saya berikan?”.

Dengan melakukan riset standar industri, menghitung kebutuhan pribadi, menetapkan rentang gaji, dan mempertimbangkan paket kompensasi secara keseluruhan akan lebih siap untuk proses negosiasi.


Laporan: Marina Yeremin Sindika Sari/magang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.