Saham RAJA Melonjak, Manajemen: Sentimen Investor
Hefriday | 27 Oktober 2025, 16:08 WIB

AKURAT.CO PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), perusahaan energi milik pengusaha Happy Hapsoro, mencatat lonjakan harga saham signifikan sepanjang tahun 2025.
Perusahaan menegaskan kenaikan tersebut murni dipicu oleh dinamika pasar dan sentimen investor terhadap prospek sektor energi nasional.
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), harga saham RAJA secara year to date (ytd) naik 41,91% atau 1.140 poin, dari posisi awal tahun hingga berada di level Rp3.860 per saham pada 27 Oktober 2025.
VP Finance and Investor Relation RAJA, Aldila Ayudya Putri, mengatakan pergerakan ini menunjukkan volatilitas tinggi yang mencerminkan minat investor terhadap saham emiten energi tersebut.
“Pergerakan harga saham RAJA menunjukkan fluktuasi yang dipengaruhi oleh sentimen investor, dinamika sektor energi, serta persepsi pasar terhadap perkembangan bisnis perseroan,” ujarnya dalam Paparan Publik Insidentil di Jakarta, Senin (27/10/2025).
Aldila menegaskan, seluruh informasi material yang berkaitan dengan kegiatan usaha dan keuangan perusahaan telah disampaikan kepada publik secara transparan dan tepat waktu sesuai ketentuan otoritas pasar modal.
Dengan demikian, pergerakan harga saham sepenuhnya merupakan hasil mekanisme pasar tanpa ada intervensi dari pihak manajemen.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Rukun Raharja Tbk, Djauhar Maulidi, menegaskan bahwa perusahaan tidak memiliki kendali terhadap naik turunnya harga saham di pasar.
“Yang bisa kami lakukan sebagai manajemen adalah memberikan kinerja terbaik, mencapai target usaha, dan menjaga kepercayaan investor,” ujarnya.
Djauhar menambahkan, perseroan berkomitmen menjaga tiga hal utama bagi pemegang saham, yakni stabilitas nilai perusahaan, likuiditas yang sehat, dan komitmen pembagian dividen secara konsisten.
Menurutnya, ketiga hal tersebut hanya bisa dicapai melalui pencapaian target bisnis dan efisiensi operasional yang berkelanjutan.
“Pencapaian kinerja dan komitmen terhadap pemegang saham merupakan Key Performance Indicator (KPI) utama kami. Jika target tercapai, nilai perusahaan akan tumbuh secara alami dan berkelanjutan,” jelas Djauhar.
Data perdagangan mencatat, saham RAJA sempat menyentuh level tertinggi Rp4.230 per saham pada 21–22 Januari 2025, sebelum terkoreksi akibat aksi ambil untung.
Lonjakan berikutnya terjadi pada awal Oktober 2025, ketika harga kembali naik tajam hingga mencapai Rp5.675 per saham, sebelum mengalami penurunan ke level Rp3.860 pada akhir Oktober.
Lonjakan tajam pada pertengahan Oktober sempat membuat Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan suspensi sementara terhadap perdagangan saham RAJA dan waran terstrukturnya pada 13 Oktober 2025.
Langkah tersebut dilakukan sebagai tindakan cooling down untuk melindungi investor dari potensi volatilitas berlebihan.
“Penghentian sementara perdagangan saham PT Rukun Raharja Tbk dilakukan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai, sedangkan perdagangan waran terstruktur dihentikan di seluruh pasar. Tujuannya untuk memberikan waktu bagi pelaku pasar agar dapat mempertimbangkan secara matang keputusan investasinya,” ujar Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono.
Sementara itu, analis menilai lonjakan saham RAJA turut didorong oleh optimisme terhadap sektor energi yang menjadi fokus pemerintah, terutama dalam program transisi energi dan pengembangan infrastruktur gas nasional.
RAJA yang bergerak di bidang distribusi energi dan pengelolaan aset migas dinilai memiliki prospek positif di tengah peningkatan kebutuhan energi domestik.
Hingga kini, manajemen RAJA menegaskan tetap berfokus pada strategi pertumbuhan berkelanjutan, termasuk ekspansi bisnis infrastruktur energi, diversifikasi portofolio usaha, serta peningkatan efisiensi operasional.
“Kami akan terus menjaga tata kelola yang baik, transparansi, dan komitmen terhadap pemegang saham,” tukas Djauhar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










