Rights Issue GMFI, Porsi Saham GIAA Bakal Terjun Bebas

AKURAT.CO PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk. (GMFI), entitas anak PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) akan segera melaksanakan rights issue atau penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD).
Rights issue akan dilaksanakan dengan menerbitkan saham baru Seri B sebanyak-banyaknya 124.269.948.745 saham dengan nilai nominal sebesar Rp25 per saham, maksimal 12 bulan dari tanggal persetujuan RUPSLB 24 Oktober 2025.
Menariknya, Angkasa Pura Indonesia (API) akan turut melakukan penyertaan modal dalam bentuk inbreng (non tunai) berupa aset senilai Rp5,66 triliun. Aset dimaksud yakni lahan seluas 972.123 meter persegi di Area Garuda Maintenance Facility (GMF), Komplek Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta.
Lantas bagaimana susunan kepemilikan saham GMFI nantinya usai rights issue?
Mengutip prospektus perseroan yang diterbitkan di keterbukaan informasi BEI, Kamis (23/10/2025), dijelaskan bahwa aksi korporasi ini akan berdampak ke pemegang saham yang tidak menggunakan HMETD, berupa dilusi atas persentase kepemilikan
saham di perseroan sebanyak-banyaknya 76,79% jia seluruh HMETD yang diterbitkan dilaksanakan oleh pemegang HMETD yang berhak.
Baca Juga: Gelar RUPSLB, GMFI Tunjuk Tarza Marta Jadi Nakhoda Baru
API awalnya tak memiliki saham di GMFI. Namun usai rights issue, API bakal menggenggam 70,008% saham Seri B GMFI alias menjadi pemegang saham pengendali (PSP).
Sebelum rights issue, GIAA punya porsi kepemilikan saham mayoritas di GMFI sebanyak 66,965% untuk saham Seri A dan 24,206% untuk saham Seri B. Setelah rights issue, kepemilikan saham Seri A dan B GIAA di GMFI bakal susut masing-masing menjadi 15,544% dan 5,169%.
"Rencana Inbreng akan dilakukan sesuai dengan prinsip arm’s lenght dimana akan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan praktik bisnis yang berlaku umum dengan memenuhi prinsip transaksi yang wajar dan ketentuan POJK 42/2020," ungkap manajemen.
Manajemen juga menjelaskan inbreng melalui rights issue bakal berdampak positif ke ekuitas per 30 Juni 2025, dari negatif USD248.992.519 menjadi USD102.865.369. Dana segar dari penambahan modal akan digunakan untuk pengembangan capability dan operasional perawatan pesawat terbang.
Rights issue juga akan memberikan dampak langsung berupa peningkatan aset tetap
minimal sejumlah Rp5,66 triliun yang berasal dari penyertaan modal nontunai berupa Aset API. Selain dari aset tetap, rights issue juga akan memberikan dampak pada peningkatan posisi kas dan setara kas Perseroan dengan partisipasi dari pemegang saham lainnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T







