Akurat

Rights Issue GMFI, Porsi Saham GIAA Bakal Terjun Bebas

M. Rahman | 23 Oktober 2025, 10:37 WIB
Rights Issue GMFI, Porsi Saham GIAA Bakal Terjun Bebas

AKURAT.CO PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk. (GMFI), entitas anak PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) akan segera melaksanakan rights issue atau penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD).

Rights issue akan dilaksanakan dengan menerbitkan saham baru Seri B sebanyak-banyaknya 124.269.948.745 saham dengan nilai nominal sebesar Rp25 per saham, maksimal 12 bulan dari tanggal persetujuan RUPSLB 24 Oktober 2025.

Menariknya, Angkasa Pura Indonesia (API) akan turut melakukan penyertaan modal dalam bentuk inbreng (non tunai) berupa aset senilai Rp5,66 triliun. Aset dimaksud yakni lahan seluas 972.123 meter persegi di Area Garuda Maintenance Facility (GMF), Komplek Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta.

Lantas bagaimana susunan kepemilikan saham GMFI nantinya usai rights issue?

Mengutip prospektus perseroan yang diterbitkan di keterbukaan informasi BEI, Kamis (23/10/2025), dijelaskan bahwa aksi korporasi ini akan berdampak ke pemegang saham yang tidak menggunakan HMETD, berupa dilusi atas persentase kepemilikan
saham di perseroan sebanyak-banyaknya 76,79% jia seluruh HMETD yang diterbitkan dilaksanakan oleh pemegang HMETD yang berhak.

Baca Juga: Gelar RUPSLB, GMFI Tunjuk Tarza Marta Jadi Nakhoda Baru

API awalnya tak memiliki saham di GMFI. Namun usai rights issue, API bakal menggenggam 70,008% saham Seri B GMFI alias menjadi pemegang saham pengendali (PSP).

Sebelum rights issue, GIAA punya porsi kepemilikan saham mayoritas di GMFI sebanyak 66,965% untuk saham Seri A dan 24,206% untuk saham Seri B. Setelah rights issue, kepemilikan saham Seri A dan B GIAA di GMFI bakal susut masing-masing menjadi 15,544% dan 5,169%.

"Rencana Inbreng akan dilakukan sesuai dengan prinsip arm’s lenght dimana akan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan praktik bisnis yang berlaku umum dengan memenuhi prinsip transaksi yang wajar dan ketentuan POJK 42/2020," ungkap manajemen.

Manajemen juga menjelaskan inbreng melalui rights issue bakal berdampak positif ke ekuitas per 30 Juni 2025, dari negatif USD248.992.519 menjadi USD102.865.369. Dana segar dari penambahan modal akan digunakan untuk pengembangan capability dan operasional perawatan pesawat terbang.

Rights issue juga akan memberikan dampak langsung berupa peningkatan aset tetap
minimal sejumlah Rp5,66 triliun yang berasal dari penyertaan modal nontunai berupa Aset API. Selain dari aset tetap, rights issue juga akan memberikan dampak pada peningkatan posisi kas dan setara kas Perseroan dengan partisipasi dari pemegang saham lainnya.

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa