Akurat

Serial Konglomerat VI: Prajogo Pangestu, dari Sopir Angkot Jadi Raja Petrokimia Tanah Air

Andi Syafriadi | 27 Oktober 2025, 13:10 WIB
Serial Konglomerat VI: Prajogo Pangestu, dari Sopir Angkot Jadi Raja Petrokimia Tanah Air

AKURAT.CO Barito Pacific atau yang dikenal dengan nama Barito Group adalah perusahaan energi dan petrokimia terintegrasi.

Perusahan yang memiliki misi menciptakan dampak positif di luar pengembalian finansial, berinvestasi dalam keberlanjutan, dan berkontribusi pada pembangunan ekonomi Indonesia merupakan milik dari seorang terkaya di Tanah Air.

Namun, siapa sangka jika pemilik dari salah satu perusahaan terbesar di Kalimantan ini dulunya adalah seorang supir angkutan umum.

Lalu, siapakah sosok beliau?

Pendiri dan orang yang berada dibalik Barito Pacific adalah Prajogo Pangestu. Prajogo Pangestu merupakan seorang laki-laki yang lahir di Kalimantan pada 13 Mei 1944.

Ia merupakan anak dari pedagang getah karet. Saat masih kecil, Prajogo diberi nama Phang Djun Phen, yang dalam mitologi suku Khek atau orang Tionghoa di Taiwan berarti 'Burung besar yang terbang tinggi di awan mendung'

Baca Juga: Serial Konglomerat V: Kiprah Aguan, Nama Besar di Balik Agung Sedayu Group

 

Di sisi lain, anak seorang pedagang karet ini hanya bisa mengenyam pendidikan hingga tingkat sekolah menengah pertama karena keterbatasan ekonomi keluarganya.

Lahir dan besar di Kalimantan, Prajogo Pangestu mengawali karirnya dengan bekerja sebagai sopir angkutan umum jurusan Singkawang-Pontianak.

Pertemuan yang tak terduga dengan pengusaha kayu asal Malaysia, Burhan Uray, di tahun 1960 membawa perubahan besar dalam hidup Prajogo. Ia pun memutuskan bergabung dengan PT Djajanti Grup, perusahaan milik Burhan, dan menunjukkan dedikasi serta kerja kerasnya.

Setahun kemudian, Prajogo memutuskan keluar dari Djajanti Group dan membeli sebuah perusahaan kayu yang sedang mengalami krisis finansial, CV Pacific Lumber Coy.

Pada 1993, perusahaan kayunya, Barito Pacific Timber, go public dan berganti nama menjadi Barito Pacific setelah mengurangi bisnis kayunya pada tahun 2007. Barito Pacific mengakuisisi 70% dari perusahaan petrokimia Chandra Asri, yang juga diperdagangkan di BEI.

Baca Juga: Serial Konglomerat IV: Jejak AQUA, Konglomerat Air Minum dari Indonesia untuk Dunia

Empat tahun kemudian, Chandra Asri bergabung dengan Tri Polyta Indonesia dan menjadi produsen petrokimia terintegrasi terbesar di Indonesia. Pada 2021, Thaioil mengakuisisi 15% saham Chandra Asri.

Dan di 2023, Prajogo kembali menunjukkan kehebatannya dengan membawa dua perusahaannya, CUAN dan BREN, untuk melantai di bursa Indonesia.

Gurita Bisnis Prajogo

Konglomerasi Barito Group di bawah kendali Prajogo Pangestu menjelma menjadi salah satu kekuatan industri terbesar di Indonesia, dengan portofolio bisnis yang membentang dari energi, petrokimia, pertambangan, hingga properti dan filantropi.

Grup ini berakar dari PT Barito Pacific Timber Tbk, yang menjadi fondasi awal perjalanan bisnis Prajogo di sektor kehutanan. Dari sana, diversifikasi usaha dilakukan secara agresif hingga melahirkan PT Barito Pacific Tbk (BRPT)sebagai perusahaan induk yang menaungi berbagai entitas strategis.

Di sektor petrokimia, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) berdiri sebagai tulang punggung grup dan menjadi produsen petrokimia terintegrasi terbesar di Indonesia.

Baca Juga: Serial Konglomerat III: Strategi Tenang Anthoni Salim di Balik Raksasa Indofood

Di bidang energi hijau, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan Star Energy Geothermal menjadi simbol komitmen Prajogo terhadap transisi energi bersih, mengelola salah satu portofolio panas bumi terbesar di Asia Tenggara.

Sementara itu, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dan PT Petrosea Tbk (PTRO) memperkuat pijakan grup di sektor energi dan pertambangan melalui kegiatan eksplorasi, jasa rekayasa, dan infrastruktur.

Di lini agribisnis, PT Gozco Plantations Tbk (GZCO) menjadi bagian penting dalam rantai pasok energi terbarukan berbasis biomassa.

Untuk sektor properti dan bisnis pendukung, Griya Idola mengembangkan kawasan industri dan perkantoran modern yang mendukung ekosistem bisnis grup.

Melengkapi peran bisnis, Bakti Barito Foundation menjadi perwujudan tanggung jawab sosial grup, dengan fokus pada pendidikan, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.

Penerus Prajogo

Regenerasi bisnis dalam tubuh Barito Group mulai tampak jelas seiring dengan langkah Prajogo Pangestu yang perlahan menyiapkan generasi penerus untuk melanjutkan imperium bisnisnya.

Anak sulung, Agus Salim Pangestu, kini menjadi sosok kunci dalam menjaga arah strategis grup sebagai Direktur Utama PT Barito Pacific Tbk (BRPT).

Sementara itu, sang putri Nancy Pangestu membawa semangat baru lewat pengelolaan Green Era, yang berfokus pada solusi energi terbarukan dan inovasi ramah lingkungan.

Adapun, Baritono Prajogo Pangestu, juga turut menjadi bagian dari ekosistem bisnis keluarga sebagai pemegang saham di sejumlah perusahaan strategis dalam grup. Regenerasi ini tak berhenti di generasi kedua. Cucu Prajogo, Philippe Pangestu, mulai menunjukkan kehadirannya di lingkaran bisnis keluarga,

Bisnis Ways Prajogo

Dalam perjalanan panjangnya membangun kerajaan bisnis dari nol, Prajogo Pangestu tak hanya dikenal sebagai konglomerat sukses, tetapi juga sebagai sosok dengan filosofi bisnis yang kuat dan konsisten.

Bagi Prajogo, aset terbesar bukan hanya modal finansial, tetapi juga talenta dan inovasi manusia. Dalam hal keuangan, disiplin dan tata kelola yang kokoh adalah kunci keberlanjutan.

Ia juga menanamkan filosofi “berpikir jangka panjang di tengah volatilitas jangka pendek”. Prinsip ini menjadi pedoman dalam membangun nilai intrinsik perusahaan.

Bagi Prajogo, bisnis sejati bukan sekadar mengejar keuntungan sesaat, melainkan menumbuhkan nilai yang berkelanjutan bagi pemegang saham, karyawan, dan bangsa.

Kepemimpinannya juga tercermin dalam caranya memberdayakan individu dan mitra bisnis. Bagi Prajogo, keberhasilan perusahaan merupakan refleksi dari keberhasilan orang-orang di dalamnya.

Lebih dari sekadar keuntungan finansial, Prajogo menegaskan bahwa bisnis yang baik adalah bisnis yang memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.

Masa Depan Perusahaan

Melihat masa depan bisnis yang dilakukan oleh Prajogo, kemungkinan bisnis sektor energi dan petrokimia masih menjadi core bisnis Prajogo
Family.

Sebab, proyek-proyek energi baru dan terbarukan akan masih digaungkan oleh pemerintah dalam beberapa tahun kedepan.

Apalagi, belum lama ini Chandra Asri telah menandatangani Perjanjian Jual Beli (Sale and Purchase Agreement) untuk mengakuisisi jaringan stasiun pengisian bahan bakar ritel bermerek Esso milik ExxonMobil di Singapura.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.