Akurat

Likuiditas Terbatas, Danantara Pilih SBN sebelum Masuk Pasar Saham

Demi Ermansyah | 16 Oktober 2025, 14:30 WIB
Likuiditas Terbatas, Danantara Pilih SBN sebelum Masuk Pasar Saham

AKURAT.CO Di tengah upaya memperkuat investasi nasional, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) memilih langkah taktis dengan menempatkan dana pada Surat Berharga Negara (SBN).

Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir mengatakan bahwa keputusan tersebut diambil karena pasar obligasi masih menjadi instrumen paling likuid dalam waktu singkat.

“Kami hanya punya waktu sekitar dua bulan untuk menempatkan dana, sehingga perlu mencari pasar yang paling likuid. Untuk saat ini, pasar obligasi menjadi pilihan,” ujar Pandu di Jakarta, Kamis (16/10/2025).

Baca Juga: Danantara Puji Inovasi BTN Lantaran Buka Akses Pembiayaan Rumah bagi Pekerja Informal

Meski demikian, Pandu menegaskan bahwa Danantara tetap memiliki ketertarikan kuat untuk berinvestasi di pasar saham Indonesia.

Namun, langkah tersebut baru bisa terealisasi bila rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) meningkat signifikan dari posisi saat ini sekitar USD1 miliar per hari.

“Pasar saham Indonesia punya potensi besar, tapi perlu kedalaman yang lebih. Kami berharap likuiditasnya bisa mencapai USD5 hingga 8 miliar per hari,” tuturnya.

Pandu juga menyoroti perlunya langkah konkret untuk memperluas partisipasi investor domestik. Pasar saham Indonesia, katanya, belum tergarap maksimal meski memiliki jumlah penduduk dan ekonomi terbesar di Asia Tenggara.

Sebagai perbandingan, India mencatat nilai transaksi harian mencapai USD12–15 miliar, sementara Hong Kong bahkan menembus USD50 miliar.

“Untuk memperkuat investasi jangka panjang, kita butuh pasar publik yang dalam dan berdaya saing,” ujar Pandu.

Baca Juga: Didorong Danantara, Garuda Indonesia Cetak Perbaikan Kinerja di Tengah Transformasi

Ia optimistis, dengan dorongan kebijakan pemerintah dan partisipasi investor institusional, pasar modal Indonesia akan tumbuh lebih inklusif dan menarik bagi investasi jangka panjang di masa mendatang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.