Bitcoin Turun setelah Cetak ATH Baru, Inilah Rekomendasi Kripto Altcoin dari Ajaib

AKURAT.CO Setelah mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa di atas US$126.000, harga Bitcoin (BTC) akhirnya terkoreksi. Berdasarkan laporan analisis Ajaib yang dirilis pada Rabu (8 Oktober 2025) pukul 08.00 WIB oleh Panji Yudha, Financial Expert Ajaib, Bitcoin turun -1,91% dalam 24 jam terakhir dan kini bertengger di level US$121.877 atau sekitar Rp2,02 miliar per BTC.
“Penurunan ini wajar dan cenderung sehat setelah reli eksplosif beberapa hari terakhir. Sebagian besar investor melakukan aksi ambil untung (profit-taking) setelah Bitcoin mencetak all time high,” ujar Panji melalui hasil riset yang diterima Akurat.co, Rabu, 8 Oktober 2025.
Total kapitalisasi pasar kripto global juga mengalami pelemahan sebesar -2,45%, menjadi US$4,12 triliun. Sementara dominasi pasar Bitcoin (BTC.D) tercatat di level 59%, menunjukkan penguasaan Bitcoin terhadap total kapitalisasi pasar masih sangat kuat.
Koreksi Dipicu Aksi Ambil Untung Investor
Menurut analisis Panji, tekanan jual yang terjadi terutama disebabkan oleh aksi ambil untung dari investor yang telah lama menahan posisi. Data dari pasar derivatif memperkuat hal ini.
Dalam laporan Ajaib, open interest—jumlah total posisi terbuka pada kontrak berjangka Bitcoin—menunjukkan penurunan stabil dari US$47 miliar menjadi US$46,1 miliar.
“Penurunan open interest yang diikuti penurunan harga menandakan banyak posisi long yang ditutup. Artinya, para investor yang telah menikmati kenaikan harga selama berbulan-bulan kini merealisasikan keuntungan mereka,” jelas Panji.
Kondisi tersebut membuat pasar memasuki fase konsolidasi harga. Selama tren ini berlangsung, tekanan jual kemungkinan masih akan terasa, meski tidak menandakan tren bearish jangka panjang.
Sentimen Pasar Tetap Optimistis
Meski harga terkoreksi, sentimen pasar masih menunjukkan optimisme tinggi. Berdasarkan Crypto Fear & Greed Index, posisi indeks berada di 62 poin, yang berarti pasar masih berada di zona Greed atau “serakah”.
“Selama indeks berada di zona greed dengan tren stabil, itu menunjukkan kepercayaan investor terhadap prospek jangka menengah Bitcoin masih kuat,” ungkap Panji.
Ajaib memproyeksikan bahwa Bitcoin berpotensi bergerak di kisaran US$120.000 hingga US$124.000, sementara Ethereum (ETH) diperkirakan akan berfluktuasi di antara US$4.400 hingga US$4.700 pada perdagangan hari ini.
Top Gainers dan Losers: Pasar Masih Dinamis
Walau pasar kripto secara umum melemah, beberapa altcoin justru menunjukkan performa mengesankan. Berdasarkan data Ajaib per pukul 08.00 WIB, EGL1 memimpin daftar Top Gainers dengan kenaikan +53,75%, diikuti Koma Inu (KOMA) yang naik +28,75%, dan Bakery Token (BAKE) yang menguat +25,03%.
Di sisi lain, beberapa aset mengalami pelemahan tajam. Revox (REX) turun -53,11%, Avantis (AVNT) merosot -16,30%, dan Orderly Network (ORDER) melemah -15,00% dalam 24 jam terakhir.
Rekomendasi Altcoin dari Ajaib
Panji Yudha juga menyampaikan sejumlah rekomendasi altcoin potensial yang layak diperhatikan investor, terutama bagi mereka yang mencari peluang di tengah fase konsolidasi Bitcoin.
Berikut daftar rekomendasi Ajaib:
| Altcoin | Entry Price | Take Profit | Stop Loss | Kategori |
|---|---|---|---|---|
| VIRTUAL (AI Agents) | Rp17.800 | Rp21.500 | Rp16.400 | Artificial Intelligence |
| AVNT (DEX) | Rp15.200 | Rp16.800 | Rp14.700 | Decentralized Exchange |
| BIO (DeSci) | Rp1.950 | Rp2.500 | Rp1.790 | Decentralized Science |
Menurut Panji, ketiga aset tersebut dipilih berdasarkan tren fundamental sektor masing-masing yang menunjukkan pertumbuhan positif dalam beberapa minggu terakhir.
“VIRTUAL di sektor AI Agents menjadi salah satu proyek yang paling aktif dalam pengembangan ekosistemnya, sementara AVNT menunjukkan potensi pertumbuhan pada sektor DEX yang terus meningkat seiring tren DeFi. BIO, di sisi lain, memimpin narasi DeSci yang mulai mendapat perhatian lebih besar dari investor ritel,” jelas Panji.
Prospek Pasar: Konsolidasi Sehat Sebelum Lanjut Naik?
Meski harga Bitcoin menurun, sebagian besar analis masih menilai ini sebagai koreksi sehat, bukan sinyal pembalikan tren. Dengan indeks sentimen tetap di zona positif dan fundamental proyek besar seperti Ethereum, Solana, dan AI-based tokens yang masih kuat, prospek pasar kripto dalam jangka menengah diperkirakan tetap bullish.
Bagi investor ritel, fase koreksi ini justru bisa menjadi momentum untuk memantau potensi entry point baru, terutama di altcoin yang sedang berkembang.
Kesimpulan
Penurunan Bitcoin kali ini mencerminkan fase alami pasar setelah reli besar, bukan tanda melemahnya sentimen investor. Aktivitas ambil untung yang dilakukan para pelaku pasar justru membuka peluang bagi mereka yang menunggu harga terkoreksi untuk kembali masuk.
Seperti disampaikan Panji Yudha dari Ajaib, “Selama indeks sentimen tetap berada di zona greed dan fundamental makro tidak berubah signifikan, tren jangka menengah Bitcoin masih terjaga positif.”
Baca Juga: Rahasia Membaca Arah Tren Kripto dengan EMA: Panduan Cerdas untuk Trader Pemula
Baca Juga: Cara Mudah Memahami Whitepaper Kripto untuk Pemula
FAQ (Frequently Asked Questions)
1. Mengapa harga Bitcoin turun setelah mencetak rekor tertinggi?
Harga Bitcoin turun karena aksi ambil untung (profit-taking) yang dilakukan investor setelah mencapai level tertinggi sepanjang masa di atas US$126.000. Banyak posisi long di pasar derivatif ditutup, menyebabkan tekanan jual dan koreksi harga jangka pendek.
2. Apakah penurunan ini berarti tren Bitcoin berbalik arah?
Tidak. Menurut analis Ajaib, Panji Yudha, koreksi ini merupakan fase alami setelah reli panjang. Selama sentimen pasar tetap positif dan Crypto Fear & Greed Index bertahan di zona “Greed”, tren jangka menengah Bitcoin masih dinilai bullish.
3. Berapa harga Bitcoin dan Ethereum saat ini?
Per Rabu, 8 Oktober 2025 pukul 08.00 WIB, harga Bitcoin berada di sekitar US$121.877 (Rp2,02 miliar), sementara Ethereum diperkirakan bergerak di kisaran US$4.400 – US$4.700.
4. Bagaimana kondisi pasar kripto secara keseluruhan?
Total kapitalisasi pasar kripto global turun -2,45% menjadi US$4,12 triliun. Meski demikian, dominasi Bitcoin masih kuat di angka 59%, menunjukkan BTC masih memegang kendali utama di pasar aset digital.
5. Altcoin apa yang direkomendasikan oleh Ajaib?
Ajaib merekomendasikan tiga altcoin potensial:
-
VIRTUAL (AI Agents) dengan entry Rp17.800 dan take profit Rp21.500
-
AVNT (DEX) dengan entry Rp15.200 dan take profit Rp16.800
-
BIO (DeSci) dengan entry Rp1.950 dan take profit Rp2.500
Ketiganya dinilai memiliki prospek positif di sektor teknologi masing-masing.
6. Apa itu open interest dan mengapa penting dalam analisis pasar kripto?
Open interest adalah jumlah total posisi terbuka pada kontrak berjangka atau derivatif. Jika nilainya turun bersamaan dengan harga, seperti yang terjadi saat ini, hal itu menunjukkan banyak investor menutup posisi long karena sedang mengambil keuntungan.
7. Apa arti Crypto Fear & Greed Index di angka 62 poin?
Indeks di level 62 menandakan pasar sedang berada di zona Greed (serakah). Artinya, mayoritas investor masih optimistis terhadap prospek Bitcoin dan altcoin meskipun harga sedang terkoreksi.
8. Apakah saat ini waktu yang tepat untuk membeli Bitcoin atau altcoin?
Menurut Ajaib, fase koreksi seperti sekarang bisa menjadi momentum bagi investor untuk memantau potensi entry point baru. Namun, keputusan tetap harus disesuaikan dengan profil risiko dan strategi investasi masing-masing.
9. Apakah rekomendasi dari Ajaib bersifat jangka pendek atau panjang?
Rekomendasi altcoin dari Ajaib umumnya ditujukan untuk jangka pendek hingga menengah, mengikuti tren pasar dan volatilitas harga. Investor disarankan untuk tetap disiplin pada batas stop loss dan target take profit yang telah ditentukan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








