Akurat

Investor Asing Gencar Akumulasi Saham PMUI, Sinyal Prospek Cerah

Hefriday | 6 Oktober 2025, 13:40 WIB
Investor Asing Gencar Akumulasi Saham PMUI, Sinyal Prospek Cerah

AKURAT.CO Pergerakan saham PT Prima Multi Usaha Indonesia Tbk (PMUI) belakangan menarik perhatian pelaku pasar. Dalam sebulan terakhir, investor asing tercatat melakukan akumulasi pembelian saham secara konsisten.

Mengutip hasil data dari Stockbit, Senin (6/10/2025), menunjukkan adanya net buy sebesar 13,41 juta lembar saham oleh investor asing.

Sejumlah broker asing pun ikut aktif mengoleksi saham emiten yang bergerak di bidang distribusi produk telekomunikasi ini. Salah satunya adalah JP Morgan Sekuritas Indonesia yang mencatat aktivitas pembelian signifikan terhadap saham PMUI dalam periode tersebut.

Baca Juga: Kemenkeu Tunjuk Panin Sekuritas Jadi Mitra Distribusi SUN Ritel

Fenomena ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan investor asing terhadap prospek bisnis perusahaan di sektor distribusi telekomunikasi.

PMUI dikenal sebagai mitra resmi dan distributor terbesar untuk produk XL SMART, dengan jaringan distribusi yang luas meliputi wilayah Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.

Posisi strategis perusahaan di sektor ini membuatnya memiliki potensi pertumbuhan yang besar, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan konektivitas digital di berbagai daerah Indonesia.

Emiten ini resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 Juli 2025. Langkah PMUI untuk go public sempat diwarnai dinamika pasar, termasuk isu pembatalan IPO sebelum akhirnya mendapatkan suntikan kepercayaan dari investor strategis yang memperkuat struktur permodalannya.

Baca Juga: MNC Sekuritas Hadirkan MotionTrade Versi Lite untuk Investor Pemula di Pasar Modal

Meski begitu, perjalanan saham PMUI tidak selalu mulus. Setelah IPO di harga penawaran Rp180 per saham, saham PMUI sempat terkoreksi lebih dari 28%. Namun, sentimen positif dari akumulasi investor asing belakangan ini memberi sinyal kepercayaan baru terhadap fundamental perusahaan yang dinilai solid.

Dari hasil IPO, PMUI berhasil menghimpun dana segar maksimal sebesar Rp208,8 miliar. Dana tersebut difokuskan untuk memperkuat modal kerja, memperluas jaringan distribusi, serta meningkatkan kualitas layanan bagi para mitra bisnis di seluruh Indonesia.

Langkah ini diharapkan mampu memperkuat posisi PMUI di industri distribusi produk telekomunikasi yang semakin kompetitif.

Kinerja keuangan PMUI juga menunjukkan tren positif. Sepanjang semester I-2025, perusahaan membukukan penjualan neto sebesar Rp1,93 triliun. Dari angka tersebut, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp24,04 miliar.

Angka ini menjadi indikator bahwa PMUI mampu menjaga profitabilitas meski berada dalam tekanan pasar yang dinamis.

Dari sisi neraca, total aset PMUI tercatat mencapai Rp311,12 miliar, dengan total liabilitas sebesar Rp76,42 miliar. Struktur keuangan ini menunjukkan rasio utang yang relatif sehat, memberikan ruang bagi perusahaan untuk ekspansi tanpa beban finansial berlebih.

Aksi akumulasi investor asing terhadap saham PMUI merupakan sinyal positif terhadap ekspektasi pertumbuhan jangka menengah.

Selain karena posisi PMUI sebagai pemain utama di distribusi produk telekomunikasi, sentimen terhadap sektor ini juga meningkat seiring percepatan digitalisasi ekonomi nasional.

Dengan kinerja yang terus bertumbuh, dukungan modal hasil IPO, serta kepercayaan investor asing, PMUI dipandang memiliki potensi besar untuk memperkuat pangsa pasarnya di tahun-tahun mendatang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi